<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774</id><updated>2012-02-17T11:37:55.951+07:00</updated><title type='text'>Iqra'...... dan bacalah dengan nama Allah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-9089894895877098211</id><published>2009-09-15T22:44:00.000+07:00</published><updated>2009-09-15T22:51:15.578+07:00</updated><title type='text'>so long ...</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;lama banget rasanya tidak walking blog lagi....&lt;br /&gt;udah kangen......&lt;br /&gt;sambil nunggu pak Ade ngirim kop surat buat revisi program KUPP coba-coba ngupdate blog, emang blg sekarang udah ketinggal dari facebook, tapi sebagai media awal pembelajaran online, tetap keberadaannya mesti diperhatikan.&lt;br /&gt;semoga masih ada waktu tersisa untuk tetap update content blog ini,&lt;br /&gt;Amiii..nnn&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-9089894895877098211?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/9089894895877098211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=9089894895877098211' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/9089894895877098211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/9089894895877098211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/09/so-long.html' title='so long ...'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4729287247504873942</id><published>2009-06-12T18:38:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T13:09:47.590+07:00</updated><title type='text'>soal bahasa inggris</title><content type='html'>caliak soal ndak, caliak se diko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/111368569/4c6ecd51/TO_MAret_09A.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4729287247504873942?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4729287247504873942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4729287247504873942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4729287247504873942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4729287247504873942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/06/soal-bahasa-inggris.html' title='soal bahasa inggris'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-2362617446727035392</id><published>2009-05-23T22:57:00.000+07:00</published><updated>2009-05-23T23:07:07.024+07:00</updated><title type='text'>Neo-Liberal</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;PADA suatu hari yang tak diumumkan, menjelang tahun 2009, neo-liberalisme terjerembap. Tapi lakon dengan tema ”Negara &amp;amp; pasar” itu tetap tak mudah diselesaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Australia, misalnya. Kevin Rudd, perdana menteri yang berasal dari Partai Buruh, menulis sebuah esai dalam The Monthly awal tahun ini: krisis yang sekarang menghantam dunia adalah titik puncak ”neo-liberalisme” yang mendominasi kebijakan ekonomi dunia sejak 1978. Kini, masa kejayaan 30 tahun itu berakhir dengan kegagalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepanjang zaman itu, di bawah pemerintahan Partai Liberal yang baru saja jatuh, perekonomian dibiarkan menolak peran aktif Negara. Pasar diyakini sebagai jalan lurus yang tak perlu diintervensi. Lalu lintas global (terutama dalam pasar saham dan uang) dibebaskan menerobos perbatasan nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjelang akhir 2008, ortodoksi ”neo-liberal” itu membawa krisis yang dahsyat. Rudd menggantikannya dengan yang berbeda. Ia menyebut agenda baru yang mendasari kebijakan ekonomi yang akan ditempuh Partai Buruh di Australia sebagai ”kapitalisme sosial-demokratik”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak begitu jelas, bagaimana kompromi antara ”sosial-demokrasi” dan ”kapitalisme” itu akan berjalan. Rudd, yang menjanjikan peran Negara yang aktif tapi yang tetap bertaut dengan ”pasar yang terbuka”, hanyalah salah satu dari artikulasi kesepakatan yang kini tumbuh di negeri-negeri kapitalis: ternyata pasar tak bisa selamanya dianggap benar; ternyata ia belum tentu memperbaiki dirinya sendiri. Di Prancis, di sebuah rapat umum di Kota Toulon menjelang akhir 2008, Presiden Sarkozy mengatakan, ”Pikiran bahwa pasar adalah serba-kuasa dan tak dapat ditentang oleh aturan apa pun dan oleh intervensi politik macam apa pun adalah pikiran yang gila.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah kesimpulan yang tak baru, sebenarnya. Pada 1926 John Maynard Keynes menulis The End of Laissez-faire dan menunjukkan betapa produktifnya sebuah kapitalisme yang dikelola, bukan yang dibiarkan berjalan seenak nafsu para kapitalis sendiri. Tak lama sejak itu, Amerika dan Eropa mencoba menggabungkan dinamisme modal dan kecerdasan teknokrasi Negara—sebuah jalan tengah yang terkenal sebagai ”kompromi Keynesian”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adakah kini sebuah ”kompromi Keynesian” baru sedang tersusun? Kita memang melihat, Amerika Serikat, di bawah Obama, telah jadi sebuah republik di mana pemerintahnya aktif masuk ke dunia yang dulu sepenuhnya daulat swasta. Tapi Obama masih bisa disebut sebagai ”kompromi Keynesian” yang setengah hati. Bahkan para pengkritiknya melihat agendanya sebagai ”neo-liberalisme” yang didaur ulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin karena tak bisa orang mengulang apa yang terjadi di dunia pada zaman Keynes hampir seabad lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Radical Philosophy (Mei/Juni 2009) Antonio Negri menunjukkan mengapa jalan Keynesian kini mustahil. Dulu jalan itu dapat ditempuh karena, antara lain, ada sebuah negara-bangsa yang mampu secara independen mengembangkan kebijakan ekonomi. Kini, pada abad ke-21, negara-bangsa diterobos oleh proses internasionalisasi di bidang produksi dan globalisasi finansial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pengalaman Indonesia, persoalannya bukanlah hanya karena terobosan itu. Jalan Keynesian bertolak dari keyakinan bahwa kekuatan yang bukan-pasar (Negara dan para teknokratnya) harus—dan bisa—memiliki ketahanan untuk mengembangkan nilai yang berbeda dari nilai yang berlaku di pasar. Adapun nilai yang berlaku di pasar adalah nilai yang mendorong maksimalisasi kepentingan privat, bukan kepentingan publik. Tapi bagaimana hal itu akan terjadi di sini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sini, institusi yang berkuasa tak dengan sendirinya jauh dari nilai yang mengutamakan yang publik. Korupsi adalah contohnya. Korupsi adalah privatisasi kekuasaan sebagai sebuah amanat publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agaknya itulah sebabnya tiap kebijakan yang mengandalkan intervensi Negara ke dalam perekonomian selalu disertai rasa waswas: kita tak tahu di mana Negara berada. Rasa waswas itu menyebabkan ada dorongan yang kuat—dari mana saja, juga dari pemerintah sendiri—untuk melucuti tangan birokrasi di pelbagai bidang. Ketika seorang politikus berteriak, ”awas neo-liberalisme dan pasar bebas”, sang politikus umumnya tak menunjukkan bagaimana menegakkan Negara di atas aparatnya yang tertular oleh perilaku berjual-beli di pasar bebas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Krisis negara-bangsa seperti itulah, krisis karena tubuhnya berlubang-lubang oleh korupsi, yang sebenarnya lebih merisaukan ketimbang gerakan separatis. Dalam krisis itu, orang akan menyerah ke sejenis laissez-faire—ke sebuah kondisi ”neo-liberal” yang tak disengaja. Sebab, hampir di tiap sektor, juga di kalangan birokrasi, ada semacam ”anarki” yang dicemaskan Keynes. Anarki, karena apa yang merupakan pegangan kebersamaan hampir-hampir tak ada lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi tak berarti bahwa negara-bangsa telah disisihkan. Justru sebaliknya: dalam keadaan ketika korupsi merajalela, ada sebuah kekuatan yang paradoksal yang bekerja di sekitar Negara. Di satu pihak, kekuatan itu cenderung mengaburkan posisi ”Negara” dalam mengelola pasar: semua keputusan bisa diatur dengan jual-beli kekuasaan. Di lain pihak, posisi ”Negara” justru diperkuat, agar ada kebutuhan untuk membeli kekuasaan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu sebabnya kita sebenarnya tak tahu persis, bagaimana mengatur ”kompromi Keynesian”, bagaimana mengelola sekaligus pasar yang terbuka dan Negara yang aktif. Tapi orang-orang masih terus berbicara tentang ”neo-liberalisme”. Ya, saya mendengar, tapi harus saya akui, saya sering kebingungan. Mungkin karena saya menanti lakon ”Negara &amp;amp; pasar” itu berakhir dengan Negara yang bersih dan pasar yang tak cemar. Sebuah happy ending.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~Majalah Tempo Edisi 04 Mei 2009~&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-2362617446727035392?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/2362617446727035392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=2362617446727035392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/2362617446727035392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/2362617446727035392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/05/neo-liberal.html' title='Neo-Liberal'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-8854286560600354912</id><published>2009-05-23T22:46:00.001+07:00</published><updated>2009-05-23T22:46:57.569+07:00</updated><title type='text'>Thersites</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Demokrasi dimulai dengan seorang buruk muka yang dipukul punggungnya. Namanya Thersites, tokoh yang tak banyak dikenal dalam puisi Iliad karya Homeros dari sekitar abad ke-9 Sebelum Masehi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kisah para raja dan pangeran yang membawa ribuan prajurit untuk berperang mengalahkan Kota Troya ini Thersites dilukiskan sebagai ”lelaki paling jelek” dalam pasukan. Kakinya lemah sebelah, pundaknya melengkung, rambutnya tinggal beberapa helai di ubun-ubun. Tapi yang menyebabkan ia dicatat dalam Iliad adalah ”lidahnya yang tak terkendali”. Ia mengecam mereka yang berkuasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu saat, setelah bertahun-tahun perang tak selesai, Thersites mendamprat Raja Agamemnon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Agamemnon,” teriaknya dengan suara melengking, ”sekarang apa yang membuat diri tuan rusuh, apa lagi yang tuan inginkan? Tenda tuan penuh dengan logam berharga dan perempuan jelita, sebab tiap kali kami taklukkan kota kami persembahkan jarahan itu kepada tuan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Thersites tampaknya adalah suara yang lelah perang—yang merasa bahwa orang bawahan macam dia hanya menanggungkan rasa sakit. Maka serunya pula kepada sang raja: ”Tuan tak berbuat baik, dengan membiarkan bangsa Achaea yang tuan perintah jadi sengsara.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Agamemnon tak menyahut, Thersites pun berseru kepada sejawatnya: ”Marilah kita berlayar pulang, dan tinggalkan orang ini di Troya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar itu, salah seorang sekutu Agamemnon, Odysseus, mendatanginya. Raja Ithaca ini marah. ”Jaga mulutmu, Thersites! Jangan kau ngoceh lebih jauh. Jangan kau cerca para pangeran bila tak ada yang mendukungmu….”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan Odysseus pun memukulkan tongkat keemasannya ke punggung Thersites. Laki-laki itu tersungkur, bengkak dan berdarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi orang-orang tak menolong Thersites; mereka malah menertawakannya ketika si mulut tajam itu menangis kesakitan….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarah demokrasi mendapatkan perumpamannya dalam kisah orang yang dipukul dan ditertawakan itu. ”Demokrasi,” kata Rancière dalam 10 tesisnya tentang politik, ”adalah istilah yang diciptakan oleh musuh-musuhnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata demos bermula sebagai ejekan bagi yang tak ”punya kualifikasi” memerintah. Menurut Rancière, dari tujuh axiomata atau syarat-syarat memerintah yang disusun Plato ada empat yang bersifat alamiah, semuanya berdasarkan kelahiran. Maka yang tua punya dasar untuk berkuasa atas yang muda, majikan atas hamba, bangsawan atas petani. Plato juga menyebut syarat kelima: kekuasaan yang kuat atas yang lemah, dan syarat keenam: kekuasaan mereka yang punya pengetahuan atas mereka yang tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang menarik ada axioma ketujuh dalam Plato: ”pilihan tuhan”. Lantaran dewa atau Tuhan tak bisa ditebak, kekuasaan yang disebut karena ”pilihan tuhan” datang melalui sejenis undian. Dalam demokrasi tak ada kualifikasi apa pun bagi yang memerintah, kecuali, dalam kata-kata Rancière, ”semata-mata kebetulan”. Tak ada prinsip yang sudah siap dalam mengalokasikan peran sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kata lain: demokrasi, bagi musuh-musuhnya, adalah kekuasaan yang awut-awutan, pemerintahan para Thersites yang bermuka buruk yang pantas dipukul dan ditertawakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlu ditambahkan di sini: mereka ini—setidaknya dalam kisah Yunani kuno—tak hanya yang berasal dari kelas sosial lebih rendah. Pada mulanya, kata demos memang mengacu ke ”mereka yang tak berpunya”. Tapi di satu bagian Buku XII Odysseus disebutkan bagaimana Polydamas mengeluh karena pendapatnya tak diacuhkan Hektor—meskipun keduanya pangeran Troya dan saudara sekandung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rakyat, atau demos, dengan demikian bukanlah himpunan tertentu satu kelompok penduduk. Rakyat adalah pelengkap penyerta justru dalam arti mereka tak bisa serta. Rakyat adalah siapa saja yang jadi bagian yang tak masuk bagian, himpunan yang tak masuk hitungan, le compte des incomptés.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada yang paradoksal di sini: di satu pihak, rakyat melengkapi bangunan kekuasaan; di lain pihak, rakyat ada di luarnya. Dalam paradoks itulah politik, sebagai perjuangan, lahir. Sebagai pelengkap, mereka yang tak masuk hitungan itu dibutuhkan. Tapi ketegangan terjadi ketika pada saat yang sama mereka ditampik dan pemisahan ditegakkan, ketika kekuasaan yang ada menentukan mana yang bisa didengar (atau dilihat) dan mana yang tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kekuasaan yang demikian tak mengakui bahwa selalu ada yang gerowong yang tak tercakup oleh garis pemisah yang diletakkan dari atas. Dari yang gerowong itulah semburan terjadi. Dari gerowong itulah politik bangkit. Thersites bersuara dan ia dipukul, ditertawakan, dan diabaikan—tapi bukankah dengan demikian kita tahu ada liang kosong dalam wibawa Agamemnon dan keutuhan bangsa Achaea, dan bahwa Odysseus tak ingin ditinggalkan sendiri di ambang Perang Troya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu, Thersites seorang diri; ia bukan subyek sebuah laku politik. Tapi gugatannya adalah gugatan yang wajar bagi siapa saja yang merasakan ketidakadilan dan aniaya. Politik sebagai perjuangan selalu menyerukan panggilan yang universal—dan itu sebabnya dari gerowong itu terjadi gerak kolektif yang bisa dahsyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka kini kita lebih dekat ke Thersites ketimbang ke Odysseus. Tapi ini juga karena kita (bersama Thersites) tak tahu apa sebenarnya yang hendak dicari orang macam Agamemnon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita hanya tahu, Perang Troya yang bertahun-tahun itu bermula karena istri sang raja melarikan diri ke pelukan orang lain. Pada mulanya adalah ego—yang akhirnya menentukan segalanya. Hanya dengan kebrutalan yang luar biasa proses itu bertahan. Dalam arti itu, kisah Homeros bukanlah sebuah epos; ia sebuah tragi-komedi: sebuah kisah kekuasaan yang gila dan ganjil, di mana seorang Thersites tak bisa serta, tak mau serta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~Majalah Tempo Edisi Senin, 11 Mei 2009~&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-8854286560600354912?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/8854286560600354912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=8854286560600354912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/8854286560600354912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/8854286560600354912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/05/thersites.html' title='Thersites'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-6844765569060408911</id><published>2009-05-23T01:55:00.002+07:00</published><updated>2009-05-23T02:05:35.424+07:00</updated><title type='text'>in Batam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3JVQ_hTI/AAAAAAAAAJ8/MGAbWac0Xpo/s1600-h/Image025.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3JVQ_hTI/AAAAAAAAAJ8/MGAbWac0Xpo/s400/Image025.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338726147993601330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3JNm6ihI/AAAAAAAAAJ0/Giegdp91M_Q/s1600-h/Image016.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3JNm6ihI/AAAAAAAAAJ0/Giegdp91M_Q/s400/Image016.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338726145938065938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3JNucYeI/AAAAAAAAAJs/V9CENqaS94E/s1600-h/Image027.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3JNucYeI/AAAAAAAAAJs/V9CENqaS94E/s400/Image027.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338726145969644002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3I7f-njI/AAAAAAAAAJk/P8Udb2mS7iE/s1600-h/Image014.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3I7f-njI/AAAAAAAAAJk/P8Udb2mS7iE/s400/Image014.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338726141077134898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3IopgLQI/AAAAAAAAAJc/FQXyTAarZRA/s1600-h/Dup%281%29Image012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3IopgLQI/AAAAAAAAAJc/FQXyTAarZRA/s400/Dup%281%29Image012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338726136016809218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum...&lt;br /&gt;tanggal 18 Mei kemaren ada kesempatan ke Batam (jadi juga ke kota ini) dalam rangka Orientasi Teknis Pendidikan Kesetaraan Bagi Penyelenggara....&lt;br /&gt;Berikut ada beberapa phota yang bisa diambil di Batam, ada Photo jembatan Barelang, photo sama cs, photo ladang pohon Naga orang dan lain-lain..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-6844765569060408911?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/6844765569060408911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=6844765569060408911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6844765569060408911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6844765569060408911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/05/in-batam.html' title='in Batam'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/Shb3JVQ_hTI/AAAAAAAAAJ8/MGAbWac0Xpo/s72-c/Image025.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-6443084544659125107</id><published>2009-05-09T08:21:00.000+07:00</published><updated>2009-05-09T08:22:10.693+07:00</updated><title type='text'>Estaba La Madre..</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; &lt;/em&gt;        &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;”Ibu itu di sana, berdiri, berkabung…”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Kesedihan terbesar mungkin bukan kesedih­an manusia karena Tuhan mati, tapi kesedihan seorang ibu yang anaknya menemui ajal dalam penyaliban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada zaman ini kesedihan besar itu tetap tak terban­dingkan. Tapi pada saat yang sama juga menyebar. Kini tak hanya satu ibu yang sedih, dan tak hanya satu anak yang disalibkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita ingat Argentina, 1976-1983. Negeri ini hidup di bawah titah pemerintahan militer yang menculik dan melenyapkan ribuan orang, termasuk anak-anak muda. Diperkirakan 30 ribu orang hilang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Renee Epelbaum, misalnya, seorang ibu, menemukan bahwa anak sulungnya, Luis, mahasiswa fakultas kedokteran, diculik. Tanpa sebab yang jelas. Itu 10 Agustus 1976. Takut nasib yang sama akan jatuh ke kedua anaknya yang lain, Lila dan Claudio, Renee pun mengirim mereka ke Uruguay. Tapi di sana mereka justru dikuntit sebuah mobil dengan nomor polisi Argentina—dan akhirnya, 4 November 1976, Lila dan Claudio juga lenyap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bertahun-tahun kemudian, seorang perwira angkat­an laut menceritakan apa yang dilakukannya terhadap anak-anak muda yang diculik itu. Pada suatu saat mere­ka akan dibius dan ditelanjangi. Para serdadu akan mengangkut mereka ke sebuah pesawat. Dari ketinggian 4.000 meter, tubuh mereka akan dilontarkan hidup-hidup ke laut Atlantik, satu demi satu….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Komponis Argentina, Luis Bacalov, pernah hendak mengingatkan orang lagi akan zaman yang buas itu. Ia menciptakan sebuah opera satu babak, Estaba la Madre. Saya tengok di YouTube: di adegan pertama, ketika perkusi dan piano mengisi kesunyian dan pentas gelap, tampak laut. Makam yang tak bertanda itu muncul seje­nak di layar. Kemudian: wajah, puluhan wajah. Di antara itu, sebuah paduan suara yang semakin menggemuruh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi bukan sang korban yang jadi fokus opera ini, melainkan sejumlah perempuan yang tak lazim. ”Inilah orang-orang gila itu,” begitu kita dengar di pembukaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ”orang gila”, umumnya separuh baya, berbaris di jalan, dengan kain menutupi rambut, dan duka menutup mulut. Tapi sebenarnya mereka tak diam. Estaba la Madre mengutip kisahnya dari sejarah: perempuan-perempuan itu ibu yang berdiri, yang berkabung, bertanya, menuntut, karena anak-anak mereka telah dihilangkan. Me­reka ”gila” karena di negeri yang ketakutan itu, mereka berani menggugat. Tiap Kamis mereka akan muncul di Plaza de Mayo, di seberang istana Presiden. Tiap Kamis, selama 20 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Saya tak bisa melupakan,” kata Renee Epelbaum. ”Saya tak bisa memaafkan.” Ia pun jadi salah satu pemula himpunan ibu orang-orang yang hilang itu, yang kemudian dikenal sebagai ”Para Ibu di Plaza de Mayo”—sebuah bentuk perlawanan yang tak disangka-sangka. Mula-mula, akhir April 1977, hanya 14 perempuan yang berani melawan larangan berkumpul. Berangsur-angsur, jumlah itu jadi 400.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak mengherankan bila kemudian para ibu pun jadi sebuah lambang yang lebih luas cakupannya ketimbang Plaza de Mayo. Ia menandai yang universal. Opera Estaba la Madre, misalnya, mengambil asal-usul pada Stabat Mater dalam C minor yang digubah Pergolesi, menjelang komponis ini meninggal dalam umur 26 tahun pada abad ke-18. Kata-katanya berasal dari lagu puja seorang rahib Fransiskan pada abad ke-13 tentang penderitaan di Golgotha: ”Stabat Mater dolorosa iuxta crucem lacrimosa dum pendebat Filius…”—”Ibu itu di sana, berdiri, berkabung, di sisi salib tempat sang anak tergantung.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ketika dua orang dari para ibu Argentina itu pekan lalu datang ke Indonesia, mereka pun menghubungkan kisah mereka dengan apa yang terjadi di sini, di antara keluarga Indonesia yang ”hilang”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu ada beda antara Sang Ibu dalam Stabat Mater dan para ibu di Plaza de Mayo: tak ada tubuh sang anak yang mati di Argentina. Dalam pentas Estaba la Madre, kita akan menemukan Sara, ibu Si Samuel. Ia dan suaminya menanti anaknya. ”Kamis, mereka menunggunya untuk makan malam di rumah,” demikianlah paduan ­suara meningkah. Tapi Samuel tak kembali.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;”Ini pukul sembilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini pukul 10.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tengah malam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fajar datang,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan ia tak pernah pulang.”&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Sampai hari ini orang masih bertanya, kenapa itu mesti terjadi. Mungkinkah sebuah kekuasaan yang dijaga ribuan tentara bisa begitu ketakutan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tak tahu jawabnya—meskipun saya menyaksikannya juga di Indonesia, di tahun di pertengahan 1990-an, ketika ”Tim Mawar” dibentuk untuk menculik dan menyiksa, mungkin sekali membunuh, sejumlah anak muda yang sebenarnya tak cukup kuat untuk menjatuhkan rezim Soeharto. Barangkali paranoia adalah bagian utama dari kekuasaan yang bertolak dari kebrutalan dan pembasmian—kekuasaan yang selamanya merasa tak yakin akan legitimasinya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin sekali para petinggi tentara itu tak bisa lagi membedakan khayalan dengan keinginan. Dalam Estaba la Madre ada adegan yang tak mudah dilupakan, baik di Argentina maupun di Indonesia: tiga jenderal muncul di pentas atas, suara mereka mengancam si lemah dan meng­ajukan dalih kebersamaan—hingga terdengar menggelikan:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Hidup kemerdekaan!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemerdekaan bicara dan membuat orang bicara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidup kemerdekaan mengaku dan membuat orang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;mengaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidup kemerdekaan menjerit dan membuat mereka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;menjerit.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Yang tak mereka sangka: yang menjerit tak akan bisu. Kekuasaan militer Argentina akhirnya runtuh. Dan di tembok jalan layang, di dinding kios koran, di pel­bagai sudut di Buenos Aires, kata-kata ini tertulis, bukan hanya dari Renee, tapi dari mana-mana yang dianiaya: ”Kami tak memaafkan. Kami tak melupakan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;~Majalah Tempo Edisi &lt;/span&gt;Senin, 20 April 2009~&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-6443084544659125107?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/6443084544659125107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=6443084544659125107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6443084544659125107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6443084544659125107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/05/estaba-la-madre.html' title='Estaba La Madre..'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-3198442370397702857</id><published>2009-05-09T08:19:00.000+07:00</published><updated>2009-05-09T08:20:13.593+07:00</updated><title type='text'>3 Nenek Sihir</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Tiga nenek sihir muncul di tepi jalan, ketika Jendral Macbeth dan Jendral Banquo melewati hutan yang gelap berkabut itu. Cuaca didera hujan dan guntur. Mereka dalam perjalanan pulang dari sebuah pertempuran yang berhasil. Setengah ketakutan setengah ingin tahu, mereka terpacak di depan ketiga makhluk aneh itu – tiga sosok yang mengelu-elukan Macbeth dengan gelar kebangsawanan yang tinggi, seperti bagian dari sebuah ramalan yang dahsyat: bahwa Macbeth kelak bahkan akan disebut sebagai sebagai raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada detik itu, bagi perwira tinggi Skotlandia itu, masa depan tiba-tiba tampak berubah. Raja? Tahta? Benarkah puncak itu akan tercapai, jika mengingat, bahwa Duncan, raja yang diabdinya dan dibelanya dalam perang yang baru saja usai, masih kukuh berkuasa? Sahkah keinginan mencapai posisi itu, berada di kedudukan milik baginda?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi saya, penting buat dicatat bahwa &lt;em&gt;Macbeth,&lt;/em&gt; lakon Shakespare yang termashur ini dimulai dengan adegan tiga nenek sihir itu. Tiga perempuan yang ganjil, yang hidup disisihkan dari tata sosial dan percaturan kekuasaan, ternyata tak bisa diabaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Justru mereka itulah yang pada akhirnya mengharu-biru tertib yang ada – dan tanpa melalui kekerasan. Di Skotlandia waktu itu tertib yang ada tak akan memungkinkan Macbeth bisa jadi raja. Adat yang berlaku tak membuka peluang bagi Macbeth untuk mengambil-alih tampuk. Tapi malam itu, di hutan berkabut itu, di bawah cuaca buruk itu, tertib, adat dan lambangnya guncang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi bukan salah para nenek sihir itu jika tertib itu akhirnya jadi keadaan yang dibangun dengan pembunuhan. Sebab Macbeth, begitu ia merasa nasib akan menjadikannya seorang raja, ia pun segera menyisihkan sang takdir. Ia tak sekedar pasif menunggu sampai keberuntungan itu datang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia bertindak menyingkirkan Duncan. Bukan karena petunjuk ketiga perempuan misterius di hutan itu bila ia membunuh sang Raja. Itu sepenuhnya inisiatifnya. Itu dorongan kehendaknya yang kian kuat. Ia bahkan tak perlu lagi dihasut isterinya untuk merebut kekuasaan. Ketika nujum mengatakan bahwa kelak yang akan menggantikannya sebagai penguasa adalah anak-cucu Jendral Banquo, Macbeth pun diam-diam (bahkan tanpa memberi tahu isterinya) menyuruh agar sahabatnya dalam perang itu dibunuh. Banquo mati. Dengan itu Macbeth berharap nujum, atau “takdir”, bisa dikalahkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi dengan itu semua terungkap bahwa manusia dan perbuatannya-lah yang akhirnya menentukan. Takdir tak ada artinya. Tertib yang semula ditaati oleh seluruh Skotlandia terbukti bukan tertib yang datang secara alamiah, bukan tatanan yang ditentukan oleh langit. Kedudukan raja bukanlah sesuatu yang secara &lt;em&gt;a priori ditetapkan.&lt;/em&gt; Ia seperti kursi kosong yang bisa diisi siapa saja yang bisa merebutnya. Tertib dan adat itu pada akhirnya dibentuk oleh ambisi, akal, dan antagonisme manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apalagi yang diucapkan nenek sihir itu bukan nubuat: mereka tak pernah dihormati sebagai para nabi. Wibawa mereka praktis tak ada. Ucapan mereka tak berdiri di atas (dan terlepas dari) tafsir subyektif Macbeth sendiri. Dalam adegan ke-3 Babak I sang jenderal secara tak langsung menunjukkan hal itu. Ia menyebut ketiga makhluk itu “&lt;em&gt;imperfect speakers” &lt;/em&gt;yang cuma sebentar bicara dan kemudian menghilang ke udara malam yang basah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu sebabnya &lt;em&gt;Macbeth&lt;/em&gt; bukan hanya sebuah cerita tentang ambisi. Drama ini juga bercerita tentang kekuasaan yang tak tahu di mana mesti berhenti – dalam arti berhenti menaklukkan yang lain. Kekuasaan itu jadi lingkaran setan karena ia dimulai dengan kekerasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum akhirnya kekerasan itu membinasakan manusia, pada mulanya ia berupa kekerasan terhadap misteri. Macbeth mencampakkan nujum tiga nenek sihir yang sebenarnya diutarakan dalam bentuk puisi yang remang-remang dan belum selesai; ia menggantikannya dengan tafsir dan rencana yang tegar; ia mengertikan kata-kata para nenek sihir dengan harfiah. Ketika ketiga perempuan setengah gaib itu meramal bahwa Macbeth hanya bisa dikalahkan oleh seseorang yang “tak dilahirkan oleh perempuan,” jenderal itu yakin tak akan ada manusia akan bisa merubuhkannya. Padahal ternyata ada kemungkinan arti lain dari kalimat itu: Macduff, orang yang akhirnya berhasil membunuh Macbeth, dulu tak dilahirkan dengan cara normal. Ia bayi yang direnggutkan keluar setelah perut ibunya dibedah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa malangnya Macbeth: ia ambisi yang lempang seperti tombak yang keras dan menakutkan. Ia tak tahu bahwa selalu ada lapis yang tak akan tertembus olehnya. Ketiga nenek sihir itu misalnya, yang tak pernah bisa diperintahkannya dan tak pernah bisa penuh dimaknainya. Juga hutan yang gelap itu. Juga guruh dan cuaca buruk itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga rasa bersalah yang tak bisa dilenyapkan. Isterinya merasa tangannya selalu berlumur darah; tak ada minyak yang bisa membersihkannya. Macbeth sendiri melihat hantu Banquo yang dibunuhnya datang malam-malam. Kian mengusik rasa bersalah itu, kian paranoid pula ia jadinya, dan makin buas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lakon &lt;em&gt;Macbeth&lt;/em&gt; akhirnya menunjukkan: betapa destruktifnya ambisi kekuasaan politik ketika ia berkali-kali ingin menembus apa yang tak tertembus, menaklukkan apa yang tak akan tertaklukkan, menghapuskan apa yang tak bisa terhapuskan, ketika ia menyangka dunia bisa dikuasai seperti dalam markas militer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka biarlah di sini saya memperingatkan: Tuan bisa menculik, menyiksa, menggertak – atau, sebaliknya membeli manusia dengan uang – tapi di balik kehidupan selalu tersembunyi nenek-nenek sihir. Kalau Tuan tak tahu kapan harus berhenti, Tuan akan bertaut dengan mala – yang buruk, yang busuk, yang keji, yang akhirnya akan mengenai Tuan sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~Majalah Tempo Edisi Senin, 27 April 2009~&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-3198442370397702857?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/3198442370397702857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=3198442370397702857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3198442370397702857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3198442370397702857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/05/3-nenek-sihir.html' title='3 Nenek Sihir'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-5806203460569964046</id><published>2009-05-09T00:56:00.005+07:00</published><updated>2009-05-09T07:54:33.312+07:00</updated><title type='text'>Bukittinggi.... what a nice city!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SgTUH1QxhCI/AAAAAAAAAJU/7wGe9DPkxu4/s1600-h/DSCI1718.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SgTUH1QxhCI/AAAAAAAAAJU/7wGe9DPkxu4/s400/DSCI1718.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333621089735115810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SgTUHqDDtqI/AAAAAAAAAJM/F0_VPyyeNyE/s1600-h/DSCI1716.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SgTUHqDDtqI/AAAAAAAAAJM/F0_VPyyeNyE/s400/DSCI1716.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333621086724798114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SgTUHHwNrNI/AAAAAAAAAJE/6jQaLGXwYeE/s1600-h/DSCI1704.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SgTUHHwNrNI/AAAAAAAAAJE/6jQaLGXwYeE/s400/DSCI1704.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333621077518953682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SgTUG501HaI/AAAAAAAAAI8/C28135edzFg/s1600-h/DSCI1644.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SgTUG501HaI/AAAAAAAAAI8/C28135edzFg/s400/DSCI1644.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333621073780219298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nih, ada gambar Jam Gadang, Ngarai Sianok dan Lobang Japang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-5806203460569964046?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/5806203460569964046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=5806203460569964046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5806203460569964046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5806203460569964046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/05/bukittinggi-what-nice-city.html' title='Bukittinggi.... what a nice city!'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SgTUH1QxhCI/AAAAAAAAAJU/7wGe9DPkxu4/s72-c/DSCI1718.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-906628868593111012</id><published>2009-04-23T19:13:00.000+07:00</published><updated>2009-04-23T19:14:07.029+07:00</updated><title type='text'>Karnivalesk</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Seorang pengamen, dengan rambut gondrong dan gigi gingsul, dengan jaket yang penuh ditempeli kancing bergambar, memainkan gitarnya di sebuah tepi jalan di Tangerang. Namanya Herdy Aswarudi. Dia calon legislator dari Partai Bulan Bintang. Menurut harian &lt;em&gt;The Jakarta Post&lt;/em&gt;, ia bukan sedang cari duit derma; ia, seorang pangamen,  sedang berkampanye.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di kota lain: satu sosok dengan kedua tangan siap bersarung tinju, dengan mata mengintai ke depan. Ia terpampang pada sebuah poster di tepi jalan di sebuah kota di sekitar Yogya. Sosok itu memang tak meyakinkan sebagai petarung: dada yang terbuka itu tampak empuk seperti bakpao, dan wajah itu tak ganas benar. Ia bukan pelawak. Ia seorang calon legislator, meskipun saya lupa dari partai apa. Ia menyatakan diri akan melawan korupsi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sosok lain:  berdiri tegak di samping sederet semboyan dengan kostum superhero yang terkenal.  &lt;em&gt;It is not a bird. It is not a plane. It is not Superman&lt;/em&gt;. It is…well, dia calon wakil rakyat, pembuat undang-undang. Sama dengan ambisi yang di tempat lain memperkenalkan diri dengan huruf-huruf besar sebagai “papinya si X” (nama penyanyi terkenal). Atau berpotret di sebelah potret besar Obama. Atau memasang wajah di samping gambar Beckman, pemain bola tersohor itu…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu apa yang harus kita katakan tentang Pemilihan Umum 2009?  Mungkin satu hal:  inilah sebuah pemilu tanpa tujuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada ratusan partai politik yang tak pernah jelas apa bedanya dengan partai lain, tak pernah jelas apa program dan ideologinya, bahkan tak pernah jelas (saking ruwetnya) tanda gambarnya. Pembuat logo itu pasti bukan pendesain yang berpengalaman dalam komunikasi massa; ia pasti seorang calon politikus yang terlalu banyak maunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga mungkin terlalu banyak pesaingnya. Ada ratusan nama aspiran anggota parlemen yang gambarnya dipasang jor-joran di sepanjang jalan – dengan hasil yang sama sekali tak memikat. Ada calon-calon presiden yang tak bakal punya kans tapi nekad, atau yang rapor masa-lalunya mengerikan tapi bicara sebagai bapak bangsa, atau seorang yang tak jelas kenapa gerangan ia maju: karena merasa diri mampu atau karena merasa diri keren?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah hiruk-pikuk itu, pejabat penyelenggara pemilihan bekerja seperti orang kebingungan. Dan di tengah kebingungan itu, birokrasi mendaftar nama pemilih dengan kebiasannya yang malas dan serampangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan-jangan, inilah sebuah pemilu yang diam-diam dianggap tak begitu perlu tapi ajaib. Saya katakan “tak begitu perlu” karena tampaknya orang tak antusias lagi ikut ramai-ramai berkampanye. Dugaan kuat: yang ikut pawai di jalan-jalan itu hanya tenaga bayaran. Dugaan kuat pula: mereka yang tak hendak memilih, “golongan putih” itu, akan lebih banyak ketimbang jumlah suara sang pemenang nanti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walhasil, kalau para pesaing sendiri tak begitu jelas kenapa ikut bersaing, bukankah sebenarnya lebih baik mereka memilih kesibukan lain – misalnya mendanai (dan ikut main) satu tim bola kasti, atau lomba andong, atau kompetisi jaipongan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi “ajaib”. Meskipun tak jelas benar tujuannya, toh bermilyar-milyar rupiah dibelanjakan untuk itu. Para peserta itu tak peduli bila hasilnya cuma sekedar masuk hitungan dalam daftar yang umurnya tak lebih tiga bulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kata “ajaib” mungkin tak sepenuhnya tepat. Kata yang lebih tepat mungkin “lucu”. Pemilihan Umum 2009 tampaknya jadi sebuah parodi atas diri sendiri: orang-orang membuat sebuah tiruan yang menggelikan atas sebuah proses demokrasi yang tengah mereka tempuh tapi diam-diam mereka cemooh. Demokrasi yang pernah diejek Sokrates di zaman Yunani Kuno sedang diejek para pesertanya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi mungkin lebih baik kita berhenti masgul dan mencibir. Ada satu sifat dalam pemilu 2009 ini yang agaknya bisa menghibur para pemerhati politik yang prihatin: bagi sang pengamen, sang “petinju”, sang “superman” dan lain-lain yang tak meyakinkan kita, ini sebuah karnaval, Bung!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keramaian yang “karnivalesk” (istilah ini saya pinjam dari Bakhtin, tentu) mengandung sesuatu yang kurang ajar, meriah, kacau, berlebihan, tapi bisa kreatif, menghibur, sama rata sama rasa, melibatkan semua orang, tak ada garis pemisah antara pemain dan penonton, dan sama sekali tak ingin produktif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah bentuk baru kehidupan sosial terbangun dalam karnaval: mereka yang datang dan ikut serta (kecuali para pengikut pawai bayaran) tak menganggap benda dan manusia sebagai komoditi. Ruang dan waktu tak dihitung untuk dipertukarkan, melainkan dikomunikasikan. Dalam saatnya yang paling menggugah, sebuah karnaval adalah saling merangkul pada pertemuan yang saling menghibur. Ia melawan monolog kebersungguh-sungguhan – termasuk kebersungguhan para analis politik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Humor sangat penting di sana. Dengan humor, sebuah parodi bisa terhindar dari sikap benci. Saya kira sebenarnya itulah yang tercapai oleh poster-poster yang ganjil itu: sebuah ekspresi menertawakan diri sendiri. Lihat, kami gila-gilaan, berjudi dengan nasib, menarik perhatian bapak dan ibu, dengan merendahkan diri sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka marilah kita jangan terlalu masgul: tak ada jeleknya orang buang uang (yang akan diserap anggota masyarakat lain) untuk secara sengaja atau tak sengaja jadi lucu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~Majalah Tempo Edisi Senin, 30 Maret 2009~&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-906628868593111012?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/906628868593111012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=906628868593111012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/906628868593111012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/906628868593111012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/04/karnivalesk.html' title='Karnivalesk'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7930201195925226216</id><published>2009-04-23T19:12:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T19:12:22.964+07:00</updated><title type='text'>Herman</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Potret itu dipajang berderet-deret, hampir di tiap pohon. Tapi di manakah Herman? Tiba-tiba saya ingat dia. Ia tak pernah kembali. Sepuluh tahun lebih, sejak ia hilang pada 12 Maret 1998. Orang banyak sudah lupa akan kejadian itu, orang mungkin bahkan lupa ada nama itu, nama seorang yang diculik, terutama karena Herman tak dikenal luas. Saya juga tak mengenalnya betul—dan memang tak harus mengenalnya betul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baru kemudian saya ketahui aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu, bernama lengkap Herman Hendarwan, lahir pada 29 Mei 1971 di Pangkal Pinang, Bangka. Selebihnya tak banyak lagi informasi. Wilson, aktivis PRD yang juga sejarawan, menulis kenangan tentang kawannya ini dan mengakui: ”Menulis… tentang Herman Hendarwan bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali aktivitas politiknya yang dilakukan secara rahasia dan tersembunyi….”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahasia dan tersembunyi: saya dan Herman bertemu dalam beberapa rapat seperti itu. Itu tahun 1998, pada hari-hari ketika tentara Soeharto menangkap dan memburu para anggota PRD, setelah rezim itu memenjarakan anggota-anggota AJI (Aliansi Jurnalis Independen), setelah orang-orangnya menduduki dengan kekerasan Kantor PDI-P…. Beberapa orang sudah dilenyapkan. Dan Herman salah satu buron, seperti halnya Andi Arif, Nezar Patria, Bimo Petrus, dan lain-lain….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari bangunan di Jalan Utan Kayu 68-H, saya dan teman-teman aktivis lain tahu kami dimata-matai. Di tempat yang kini dikenal sebagai ”Komunitas Utan Kayu”, kami belajar bagaimana mengamankan diri, setelah markas AJI, organisasi kami, digerebek polisi dan tiga anggota ditangkap. Satu tim dari kami—Irawan Saptono, Ging Ginanjar, Stanley Adi Prasetya, Tedjobayu—mengatur cara pengamanan itu, yang kadang membingungkan karena tiap kali diubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu tak bertambah gampang ketika kami harus berhubungan dengan lingkaran yang lebih luas. Tapi waktu itu kalangan pergerakan perlu membentuk jaringan, bahkan front bersama, secara pelan-pelan. Soeharto terlampau kuat, dan kami hanya sekelompok aktivis dengan jangkauan terbatas. Di luar pelbagai gerakan pro-demokrasi bergerak, diam-diam atau terbuka, dan kami saling mendukung, tapi tak ada front persatuan untuk perlawanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selebihnya gagu. Soeharto berhasil menundukkan Indonesia dengan cara yang efisien: menyebarkan ketakutan. Rezim itu punya modal teror yang amat cukup, setelah pada 1965-66 puluhan ribu orang dibunuh, dibui, dan dibuang. Dalam keadaan itu, membentuk kerja sama dengan kalangan lain dalam pergerakan pro-demokrasi perlu didahului dengan mematahkan teror itu. Dengan menjajal keberanian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PRD ada di garis depan keberanian itu. Saya mulai bekerja sama dengan mereka secara lebih dekat sejak saya mengetuai Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP)—sebuah langkah ke arah pembentukan front bersama dan sekaligus sebuah siasat untuk mendelegitimasi pemilihan umum Soeharto (”kami pura-pura memantau pemilu, karena rezim ini juga pura-pura mengadakan pemilu”). Harus saya katakan sekarang: para anggota PRD—mereka umumnya sadar arti gerakan politik, bersemangat, dan tak gentar—adalah sayap yang paling saya andalkan dalam KIPP.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi sebelum KIPP bekerja penuh, PRD digerebek. Pimpinan mereka, antara lain Budiman Sudjatmiko, kemudian tertangkap. Kami terpukul, tentu: seluruh daya harus dibagi. Sebagian untuk meningkatkan perlawan­an—”la lutta continua!”—dan sebagian menggagalkan usaha tentara Soeharto mematahkan bagian gerakan yang tersisa. Langkah baru harus diatur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak itu hubungan kami berlangsung makin berahasia, termasuk membangun kontak ke tempat tahanan. Dari Utan Kayu 68-H, operasi seperti ini, termasuk ope­rasi penyebaran informasi dan disinformasi, dikerjakan oleh yang kami sebut ”Tim Blok M”. Lewat jaringan yang dibentuk Irawan kami secara periodik bertemu dengan link PRD”: Andi Arif dan Bambang Ekalaya. Kemudian Herman—meskipun saya tak mengenalnya betul sebagaimana ia tak akan mengenal saya betul. Ada yang harus dijaga, karena bisa saja suatu hari kami tertangkap dan dipaksa buka mulut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan benar: pada Maret itu Herman tertangkap. Atau lebih tepat, diculik. Tak hanya dia; Andi Arief, Faisol Reza, Waluyo Jati, Mugianto, Nezar Patria, Aan Rusdianto—semua aktivis PRD yang diangkut dengan paksa, dalam mobil yang tertutup rapat, dengan mata yang diikat dan kepala yang diselubungi seibo, dan dimasukkan ke dalam yang oleh Nezar Patria disebut, dalam testimoninya kemudian, sebagai ”kuil penyiksaan Orde Baru”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian mereka kemudian dilepas. Tapi Herman tidak. Ia hilang. Juga dua nama lain Bimo Petrus dan Suyat. Wiji Thukul, yang untuk beberapa lama dapat disembu­nyikan satu tim teman-teman, juga kemudian lenyap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak ada alasan untuk tak menduga mereka dibunuh. Setidaknya mati dalam penyiksaan. Nezar pernah menggambarkan bagaimana tentara Soeharto menganiaya mereka: pada satu bagian dari interogasi, kepalanya dijungkirkan. Listrik pun menyengat dari paha sampai dada. ”Allahu akbar!” ia berteriak. Tapi mulutnya diinjak. Darah mengucur lagi. Satu setruman di dada membuat napasnya putus. Tersengal-sengal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya bayangkan Herman di ruang itu. Mungkin ia lelap selamanya setelah tersengal-sengal. Mungkin ia langsung dibunuh. Yang pasti, ia tak pernah pulang. Para pejuang dalam sajak Hr. Bandaharo berkata ”tak berniat pulang, walau mati menanti”. Dan Herman pernah menulis surat ke orang tuanya: ”Herman sudah memilih untuk hidup di gerakan”, sebab Indonesia, tanah airnya, membutuhkan itu. Tapi haruskah kekejian itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya memandang potret-potret pemilihan umum itu, ada orang-orang keji yang saya kenal. Tak ada Herman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~Majalah Tempo Edisi Senin, 06 April 2009~&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7930201195925226216?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7930201195925226216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7930201195925226216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7930201195925226216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7930201195925226216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/04/herman.html' title='Herman'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-653010896561150828</id><published>2009-04-23T19:10:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T19:10:44.459+07:00</updated><title type='text'>Politik-P</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;DI bilik suara itu aku tertegun: di sini aku sendiri, satu di antara jutaan suara lain, satu noktah di dalam arus 170 juta manusia, mungkin patahan bisik yang tak akan terdengar. Ini sebuah pemilihan umum; statusku: sebuah angka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di ruang yang sempit itu, beberapa menit aku menatap lembar-lembar kertas yang diberikan kepadaku. Sederet gambar. Sejumlah nama. 99% tak kukenal. Kalau ada yang kukenal, ia terasa berjarak dari diriku. Tak ada nama partai dan orang yang tercantum yang menggerakkan hati saya. Tak ada ada dorongan kesetiaan yang akan membuat aku dengan gigih memilih sambil berkata pelan tapi bangga, di bilik itu, “Partaiku, wakilku!”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku tertegun: apa aku, apa mereka? Partai-partai itu sehimpun penanda yang tampaknya tak berkaitan dengan yang ditandai; mungkin bahkan tak ada sama sekali yang mereka tandai. Yang jelas, mereka tak membuatku mati-matian ingin mengisikan makna, dengan seluruh keyakinan, ke dalam penanda kosong itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi aku mencontreng, aku memilih. Dengan demikian aku mengubah diriku jadi satu satuan numerik, sebuah unsur dalam sebuah ritus kolektif. Dan dengan demikian pula aku termasuk, tergabung, ke dalam sesuatu yang tak pernah, dan mungkin sekali tak akan, jadi bagian hidupku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan-jangan seluruh ritus ini, setidaknya di tahun 2009 ini, adalah sebuah alienasi. Aku bayangkan mungkin yang serupa terjadi di sebuah pabrik: seorang buruh mengerahkan seluruh tubuhnya dan mencucurkan keringatnya untuk sebilah gunting atau sepasang sepatu, dan pada saat itu juga berubah: ia hanya jadi tenaga-kerja-sebagai-komoditi; ia tak berkaitan lagi dengan buah tangannya sendiri. Ia terasing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku pun ke luar dari bilik suara, aku melangkah meninggalkan TPS, dan tak merasa amat peduli mana yang akan menang dan yang akan kalah dalam pertandingan lima tahun sekali ini. Ada jarak antara aku dan ritus itu. Saling tak kenal lagi, saling terasing. Mungkin inilah yang aku alami: politik yang telah mati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di rumah aku baca lagi bab-bab yang berat dari buku Kembalinya Politik, yang ditulis beberapa pemikir politik mutakhir Indonesia, dengan pengantar Rocky Gerung, sebuah buku yang dipersembahkan kepada A. Rahman Tolleng, seorang aktivis yang tak kunjung reda kesetiaannya kepada politik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi di sini, “politik” berarti politik-sebagai-perjuangan, “politik-P”. Bukan politik yang telah mati. Bukan politik-sebagai-ritus, “politik-R”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Politik-R” adalah politik yang tercetak dalam gambar-gambar di lembaran kartu suara 2009 itu. “Politik-R” datang karena ritus adalah repetisi yang diwajibkan dan disepakati. Repetisi bisa membawa daya magis, seperti mantra yang berkali-kali dirapal, tapi juga sebaliknya: bahkan sembahyang yang suatu ketika khusyuk juga bisa kehilangan rasa ketika dilakukan berulang-ulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita bisa juga mengatakan, “politik-R” adalah politik tanpa la passion du réel — untuk memakai kata-kata Alain Badiou, pemikir yang banyak dikutip dalam Kembalinya Politik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa passion, tak ada gairah. Tanpa gairah untuk bersua dan memasuki le réel, berarti tak ada tekad untuk membuka diri kepada yang paling tak terduga. Le réel ada dalam tubuh kita, di bawah-sadar kita, dalam relung gelap kebersamaan kita: wilayah Antah Berantah yang tak terjaring dalam “pengetahuan”, tak tercakup dalam bahasa, tak dapat diatur dalam tata simbolik. Di sanalah segala rencana dan doktrin terbentur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi justru sebab itu, politik adalah perjuangan. “Politik-P”, adalah laku yang militan, karena ada keberanian mempertaruhkan nasib, menabrak apa yang sudah pasti untuk sesuatu yang belum. Tapi perjuangan itu memanggil aku, melibatkan diriku, bahkan perjuangan itulah yang menjadikan aku sebagai subyek — bukan badan pasif yang datang ke kotak suara dan pergi dengan rasa asing kepada apa yang dilakukannya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Politik-P” itu pernah terjadi ketika Indonesia diproklamasikan merdeka, 17 Agustus 1945, atau ketika para pemuda melawan Tentara Sekutu di Surabaya, 10 November 1945, atau ketika para mahasiswa menantang rezim Orde Baru dan tanpa senjata menduduki Parlemen sampai Suharto terdesak mundur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu, kejadian itu jarang. Selalu datang “politik-R” menggantikannya. Tapi yang menyebabkan aku merasa terasing di tahun 2009 bukan semata-mata “politik-R” yang tak terelakkan. Di atas saya katakan, tanda gambar dan nama politisi itu tak menandai apa-apa - tapi mungkin saya keliru. Mereka sebenarnya sebuah simptom. Mereka gejala dua nihilisme yang bertentangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nihilisme pertama menampik politik sebagai proses kebenaran - karena kebenaran dianggap tak perlu. Hampir semua partai didirikan bukan karena ada satu subyek kolektif yang tergerak oleh keyakinan tentang yang benar dan yang tidak. Bahkan beberapa partai bukanlah “partai politik” (yang mengandung “kebersamaan”), melainkan “partai palangki”: dibuat hanya untuk jadi tempat mengusung sang pemimpin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nihilisme kedua juga menampik politik sebagai proses kebenaran. Tapi ia berbeda dari nihilisme pertama. Bagi para pelakunya, kebenaran ada, tapi bukan sebuah proses. Kebenaran sudah selesai. Tak ada pengakuan, apalagi gairah, akan le réel. Maka tak ada celah bagi yang baru, yang tak terduga-duga, yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sini pun sebenarnya yang terjadi hanya pengulangan. Sebab para pak turut dogma bukanlah orang yang berjuang. Perjuangan dalam arti sebenarya melawan kebekuan dan represi, juga dalam pikiran sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekian puluh tanda dan nama,  dua nihilisme…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah itu, bagaimana aku tak akan terasing? Bagaimana aku tak akan merasa diri hanya sebuah angka kurus di bilik suara, jari penyontreng yang sebentar lagi akan ditelan ritus 170 juta manusia?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~Majalah Tempo, Edisi Senin, 13 April 2009~&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-653010896561150828?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/653010896561150828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=653010896561150828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/653010896561150828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/653010896561150828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/04/politik-p.html' title='Politik-P'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-666265121651947589</id><published>2009-03-17T01:57:00.003+07:00</published><updated>2009-03-17T02:03:53.864+07:00</updated><title type='text'>Monogami by Slank (sumpah serapah buat yang poligami)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mana mungkin ku melupakan mu&lt;br /&gt;mana mungkin ku meninggalkan dirimu&lt;br /&gt;kau penyelemat ku&lt;br /&gt;kau penyemangat ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana mungkin ku menduakan kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana pernah ku menjauhi dirimu&lt;br /&gt;mana pernah ku membohongi dirimu&lt;br /&gt;kau satu-satunya&lt;br /&gt;kaulah segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana pernah ku menduakan kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akulah si burung merpati&lt;br /&gt;ribuan kilo mencari&lt;br /&gt;terbang tinggi hanya tuk&lt;br /&gt;kembali&lt;br /&gt;kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baju di hatiku hanyalah untuk dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana bisa ku menyakiti dirimu&lt;br /&gt;mana bisa menghianti kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;lagu ini buat my lovely wife to be (mmi, bi pasti monogami)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-666265121651947589?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/666265121651947589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=666265121651947589' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/666265121651947589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/666265121651947589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/03/monogami-by-slank-sumpah-serapah-buat.html' title='Monogami by Slank (sumpah serapah buat yang poligami)'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-319087933849062441</id><published>2009-02-25T02:28:00.001+07:00</published><updated>2009-02-25T02:33:39.885+07:00</updated><title type='text'>Popularitas</title><content type='html'>KEBAJIKAN yang sering diajarkan ialah: jangan mencari&lt;br /&gt;   popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Seorang paman yang jadi pemimpin daerah di pelosok sana&lt;br /&gt;   mendengar ajakan ini, dan ia mengangguk-angguk. Ia lalu&lt;br /&gt;   menuliskan dalam lubuk hatinya semboyan&lt;br /&gt;   "jangan-mencari-popularitas" itu. Ia bekerja tanpa pamrih,&lt;br /&gt;   begitu fikirnya (setengah memuji diri sendiri, tentu). Ia selalu&lt;br /&gt;   bilang kepada para wartawan setempat yang kadang-kadang&lt;br /&gt;   mendatanginya: "Saya tidak suka publikasi, dik" -- maksudnya,&lt;br /&gt;   tentulah, tidak suka publisitas. Dan ia mencurigai dirinya&lt;br /&gt;   sendiri bila ia sudah mulai ngomong dengan wartawan, sebagaimana&lt;br /&gt;   ia juga mencurigai koleganya bila mereka sudah mulai sering&lt;br /&gt;   dimuat di koran. Sementara itu ia memang takut jangan-jangan&lt;br /&gt;   atasannya menilai dia teramat banyak bicara, dan dengan begitu&lt;br /&gt;   menjadikan ia lebih menonjol ketimbang si atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Maka ia cuma berbicara seperlunya. Dan karena popularitas bukan&lt;br /&gt;   tumbuh lantaran koran saja, tapi juga lewat pergaulan luas&lt;br /&gt;   dengan masyarakat, paman ini juga membatasi diri ke situ. Ia&lt;br /&gt;   berhati-hati bersikap dalam kesempatan bertemu dengan orang&lt;br /&gt;   banyak. Ia tidak mau nampak terlalu hangat, teramat mendekat,&lt;br /&gt;   bergurau, berbantah ataupun menunjukkan rasa intim yang lain. Ia&lt;br /&gt;   bisa pura-pura tidak begitu kenal dengan orang yang sebenarnya&lt;br /&gt;   sudah dikenalnya. Dalam upacara, juga dalam pidato, ia&lt;br /&gt;   menunjukkan tidak ingin dikasih tepuk-tangan dan sambutan&lt;br /&gt;   meriah. Ia selalu berkata teguh: "Saya tidak ingin cari&lt;br /&gt;   popularitas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tapi pada suatu hari, tanda-tanda krisis mulai terasa di bawah&lt;br /&gt;   kursinya. Urusan yang harus dilakukan demikian banyak, tapi ia&lt;br /&gt;   tahu bahwa orang-orang yang menjadi anak-buahnya terbatas&lt;br /&gt;   jumlah, gaji dan pengalamannya. Ia sebenarnya membutuhkan elemen&lt;br /&gt;   lain dalam melaksanakan tugas jabatannya: elemen dari luar&lt;br /&gt;   birokrasinya. Ia membutuhkan "partisipasi masyarakat". Ia tahu&lt;br /&gt;   bahwa apa yang didengarnya dari Bapak Presiden benar: pentingnya&lt;br /&gt;   masyarakat melu handarbeni, "ikut memiliki". Tapi ia kini merasa&lt;br /&gt;   seperti dalam langkah yang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ia menjadi susah tidur -- terutama juga karena takut kalau&lt;br /&gt;   dicopot. Proyekproyek memang mulai berantakan. Ia berfikir bahwa&lt;br /&gt;   ia bisa saja mengadakan mobilisasi penduduk, dengan sedikit&lt;br /&gt;   paksaan di sana-sini, untuk mensukseskan program pembangunannya.&lt;br /&gt;   Tapi untuk itu pun ia tak begitu berani. Jangan-jangan ia bakal&lt;br /&gt;   dituduh menjadi "oknum". Ia tahu bahwa atasannya pasti tidak&lt;br /&gt;   suka jika ada kerusuhan, protes atau malah korban di daerahnya.&lt;br /&gt;   Atasannya tidak mau ada ribut-ribut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dan ia jadi berkeringat, resah. Sebagai apa dia ini sekarang?&lt;br /&gt;   Birokrat? Atau pemimpin? Kepada siapa ia harus menyandarkan&lt;br /&gt;   dirinya? Kepada atasan? Ah, atasan tidak selalu tahu keadaannya&lt;br /&gt;   yang sebenarnya. Ia tak pernah berhubungan dalam garis&lt;br /&gt;   "solidaritas" dengan dia. Ia cuma takut. Dan untuk bersandar&lt;br /&gt;   kepada masyarakat ...., dia mungkin tidak pernah dikenal. Atau&lt;br /&gt;   lebih tepat: dia cemas tidak akan dipercaya. Ia tidak pernah&lt;br /&gt;   bersentuhan dengan mereka, lewat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tiba-tiba ia jadi ragu: jangan-jangan kebajikan untuk&lt;br /&gt;   "tidak-mencari-popularitas", untuk posisinya, bukanlah kebajikan&lt;br /&gt;   yang tepat. Kebajikan itu mungkin cocok untuk seorang pekerja&lt;br /&gt;   laboratorium, seorang peneliti, atau seorang sekretaris. Tapi&lt;br /&gt;   untuk dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Esok paginya tiba-tiba ia merasa lega. Ia membaca satu kalimat&lt;br /&gt;   dari Ki Ageng Suryomentaram, putera Hamengkubuwono VII yang&lt;br /&gt;   meninggalkan kehidupan sebagai pangeran dan menjadi petani serta&lt;br /&gt;   filosof: "Apabila kepentingan kekuasaan itu landasannya salah,&lt;br /&gt;   maka ia akan merupakan hasrat menguasai orang lain. Padahal&lt;br /&gt;   orang berkuasa atau dipercaya, itu disebabkan karena ia&lt;br /&gt;   mengenakkan orang lain .... " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.tempointeraktif.com/hg/caping/1977/06/11/mbm.19770611.CTP74790.id.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-319087933849062441?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/319087933849062441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=319087933849062441' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/319087933849062441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/319087933849062441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/02/popularitas.html' title='Popularitas'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7791298877802992974</id><published>2009-02-20T01:08:00.002+07:00</published><updated>2009-02-20T01:09:01.573+07:00</updated><title type='text'>Darwin...</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Darwin, lelaki pemalu itu, tak ingin membunuh Tuhan. Ini agaknya yang sering dilupakan orang sampai hari ini, ketika dunia memperingati 200 tahun hari lahirnya, 12 Februari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjelang akhir hidupnya, ia hanya mengatakan bahwa ia ”harus puas untuk tetap jadi seorang agnostik.” Teori evolusinya yang mengguncangkan dunia pada akhirnya bukanlah penerang segala hal. Ketika ditanya mengapa manusia percaya kepada Tuhan, Darwin hanya mengata­kan, ”Misteri tentang awal dari semua hal tak dapat kita pecahkan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia sendiri pernah jadi seorang yang alim, setidaknya jika dilihat di awal perjalanannya mengarungi laut di atas kapal HMS Beagle dari tahun 1831 sampai 1836. Pemuda­ berumur 22 tahun itu, yang pernah dikirim ayahnya un­tuk­ jadi pastor (setelah gagal bersekolah dokter), dan di penjelajahan itu diajak sebagai pakar geologi, amat gemar­ me­ngutip Alkitab. Terutama untuk menasihati awak ka­pal yang berfiil ”buruk”. Selama belajar di Christ’s College di Cambridge, sebuah sekolah tua yang didirikan pada abad ke-15, Darwin memang terkesan kepada bu­ku seperti Eviden­c­es of Christia­nity karya William Paley, pemikir yang gigih membela ajar­an Kristen pada zaman ketika rasio­nalitas dan otonomi manusia dikukuhkan tiap hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi Darwin pelan-pelan berubah pan­dang­an. Otobiografinya mengatakan, ketika ia me­nulis karyanya yang termasyhur, On the Origin of Species, yang terbit pada 1859, ia masih seorang ”theis”. Sampai akhir ha­yatnya ia tak pernah jadi atheis. Namun, setelah lima tahun penjelajahan menelaah kehidupan satwa liar dan fosil, ditanggalkannya argumen Paley.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi seorang apologis, segala hal di alam semesta ada­lah hasil desain Tuhan yang mahasempurna. Tapi Darwin menemukan bahwa tak ada satu spesies pun yang bi­sa dikatakan dirancang ”sempurna”; makhluk itu ber­ubah dalam perjalanan waktu, menyesuaikan diri dengan kondisi tempatnya hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Darwin juga menemukan hal yang lain. Ia tak hanya me­nyiasati hidup alam di pantai Amerika Selatan dan ceruk Pulau Galapagos. Ia memandang juga ke dunia manusia di zamannya, dan bertanya: bagaimana desain Tuhan dikatakan sempurna bila ketidakadilan begitu menyakitkan hati? Darwin melihat kejamnya perbudakan. Ia, yang pernah bersahabat dengan seorang bekas budak dari Guyana yang mengajarinya teknik taksidermi ketika ia bersekolah kedokteran di Edinburgh, menganggap perbudakan sebagai ”skandal bagi bangsa-bangsa yang ber­agama Kristen”. Dalam perjalanan dengan HMS Beagle itu ia juga menyaksikan nestapanya manusia yang jadi pribumi Tierra del Fuego.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak bisa diterangkan dengan cara Paley mengapa Tuhan yang adil dan maha-penyayang menghasilkan desain yang melahirkan keadaan keji itu. Tentu ia bisa menemukan tema ini dalam kisah kesengsaraan Ayub dalam Alkitab, tapi bagaimana ”keadilan” Tuhan di situ bisa diterima seseorang yang berpikir kritis dan tak takut?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Darwin, apologia ala Paley gagal. Darwin tak me­lihat ada desain dalam keanekaragaman makhluk hidup dan kerja seleksi alamiah. Lingkungan hidup yang me­ngontrol nasib kehidupan di alam semesta bekerja tak konsisten dan tanpa tujuan. Alam memecahkan problemnya dengan cara yang berantakan dan tak optimal, dan tiap penyelesaian tergantung pada keadaan ketika itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mau tak mau, pandangan itu merisaukan. Darwinisme adalah bagian dari sejarah yang ikut menenggelamkan apa yang disebut penyair Yeats sebagai ”ceremony of innocence”—yang terutama dijunjung oleh lembaga agama. Di Amerika Serikat, lebih banyak orang tak percaya kepada teori evolusi. Di sana pula, para pengkritik Darwin mengibarkan teori tentang adanya ”desain yang pintar” di alam semesta. Mereka mengatakan, ada ”kecerdasan” yang datang dari luar alam yang campur ta­ngan ke kancah hidup di sini, hingga, misalnya, bakteria bisa berpusar pada flagellum yang strukturnya begitu rumit hingga tak teruraikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kaum penerus Darwin bisa menunjukkan ada ribuan jenis flagella yang terbangun dari protein yang sebagian besar berbeda, dan jejak evolusi tampak jelas di dalamnya. Sebagian besar komponen yang membentuk flagella diperkirakan sudah ada dalam bakteria sebelum struktur yang dikenal kini muncul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya, tak ada desain, kata para pe­nerus Darwin. Teori evolusi menunjukkan ketidaktetapan dan kontingensi: hal ihwal selamanya berubah, meskipun tak terus-menerus, dan perubahan itu bergantung pada konteks yang ada, dan konteks itu pun terbangun tanpa dirancang. Bahkan terjadi karena koinsidensi. Stephen Jay Gould mengiaskannya sebagai spandrel, satu bagian dari plengkung dalam gereja gothis yang tak dirancang oleh arsitek tapi terjadi secara kebe­tulan ketika, dan karena, plengkung yang direncanakan itu rampung dibangun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang dengan demikian tak ada lagi narasi besar. Ki­ta hidup dengan apa yang dalam bahasa program komputer disebut kluge, himpunan yang kacau dari macam-macam anasir yang terjadi dalam proses menyelesaikan satu masalah. Tak ada flow-chart yang bisa segalanya dan lengkap, tak ada resep yang akan siap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah sejarah: dibangun dari praxis, laku, keputus­an setelah meraba-raba, dan mungkin juga loncatan ke dalam gelap di depan. Tapi tak semuanya gagal. Alam pe­nuh dengan perabot yang ganjil dan awut-awutan, tapi makhluk hidup juga punya keterampilan dan kreativitas di tengah keserbamungkinan itu. ”Nature is as full of contraptions as it is if contrivance,” kata Darwin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin Tuhanlah yang menyiapkan itu, mungkin juga Ia tak ada. Mungkin tak ada apa pun sebelumnya. Bagi Dar­win itu bukan persoalan. Yang penting adalah mengakui pengetahuan kita yang guyah, rumus kita yang coba-coba, tapi pada saat yang sama kita bilang ”ya” kepada hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang beragama akan menyebutnya syukur. Juga ta­­wakal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~Majalah Tempo Edisi Senin, 16 Februari 2009~&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7791298877802992974?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7791298877802992974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7791298877802992974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7791298877802992974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7791298877802992974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/02/darwin.html' title='Darwin...'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-5479667195969855899</id><published>2009-02-20T00:10:00.003+07:00</published><updated>2009-02-20T00:19:25.926+07:00</updated><title type='text'>FK-LKM Kecamatan Lubuk Alung</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb...&lt;br /&gt;Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan, yang juga dilaksanakan di Kecamatan Lubuk Alung. PNPM Mandiri Perkotaan ini melibatkan 10 Korong yang ada di Kecamatan Lubuk Alung. Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) sebagai lembaga yang menjadi badan legislasi/representasi warga di tiap-tiap korong pelaksanaan PNPM membentuk sebuah forum sebagai media komunikasi antar LKM yang ada.&lt;br /&gt;Forum Komunikasi - Lembaga Keswadayaan Masyarkat (LK-FKM) Kecamatan Lubuk Alung beranggotakan para koordinator LKM yang ada di Kecamatan Lubuk Alung.&lt;br /&gt;Dan gw yang diberi amanah untuk menjadi koordinator forum ini melihat, para anggota forum cukup bersemangat. Di sela kesibukan para anggota yang nota bene memang mempunyai pekerjaan masing-masing, mereka masih bisa menyisakan waktu mereka untuk hadir dalam rapat-rapat FK-LKM ini. Memang samapai pada rapat yang ke-3 belum semua anggota forum yang bisa hadir, tapi semangat kerelaan mereka sudah terlihat. Semoga niat baik rekan-2 anggota forum ini bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak.&lt;br /&gt;Dan satu lagi hal yang menarik, para anggota forum berminat menjadikan forum ini sebagai sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat. Semoga (sekali lagi) niat baik ini bisa terwujud. Amiiii....nnn.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-5479667195969855899?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/5479667195969855899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=5479667195969855899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5479667195969855899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5479667195969855899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/02/fk-lkm-kecamatan-lubuk-alung.html' title='FK-LKM Kecamatan Lubuk Alung'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4370037638019410451</id><published>2009-02-18T23:17:00.003+07:00</published><updated>2009-02-18T23:24:04.107+07:00</updated><title type='text'>Thanks Friends....</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb...&lt;br /&gt;Malam ini sekitar jam 20.30 (setengah sembilan) gw kumpul ma temen-2 di RM. Lubuk Anai Raya di Batang Tapakis. Pertemuan ini digagas oleh 470, intinya buat konsolidasi gw untuk jadi caleg. Karena disadari bahwa untuk jadi caleg butuh dukungan dan dana. Nah yang terakhir ini gw nggak punya, tapi ajo coba yakinin bahwa dukungan dari temen-2 banyak dan bisa diandalkan.&lt;br /&gt;Bahkan diundanglah temen-2 untuk hadir.&lt;br /&gt;Dan Alhamdulillah, cukup banyak temen-2 yang hadir ada 470, andi, bang don, pepeng, anton, gval, marwan, mirza ajo amait, osman, TJ, adek, da Jas, Nas, da Buyung, Dedi, Cengeh. Dan kehadiran mereka adalah dukungan buat gw untuk maju terus menjadi anggota legislatif. Dan jujur dukungan mereka semua sungguh teramat berharga. Ditengah kemelut/cobaan yang menimpa diri ini yang sungguh berat, kayaknya dukungan temen-2 sangat berarti, gw jadi optimis bisa untuk maju terus jadi anggota legislatif.&lt;br /&gt;Sekali lagi, Thanks friends...&lt;br /&gt;wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4370037638019410451?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4370037638019410451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4370037638019410451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4370037638019410451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4370037638019410451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/02/thanks-friends.html' title='Thanks Friends....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4667977723369640622</id><published>2009-02-18T11:04:00.004+07:00</published><updated>2009-02-18T11:22:11.489+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SZuLmAsvAyI/AAAAAAAAAH0/qOM_JxwGGMI/s1600-h/Stiker+Hilman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 258px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SZuLmAsvAyI/AAAAAAAAAH0/qOM_JxwGGMI/s400/Stiker+Hilman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303986471297811234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SZuLmB6OslI/AAAAAAAAAHs/LqpHwBU3W1k/s1600-h/hilman+leflet+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 292px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SZuLmB6OslI/AAAAAAAAAHs/LqpHwBU3W1k/s400/hilman+leflet+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303986471622849106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SZuLlqtUkyI/AAAAAAAAAHk/M21IrTLHI_A/s1600-h/card+depan+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 245px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SZuLlqtUkyI/AAAAAAAAAHk/M21IrTLHI_A/s400/card+depan+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303986465394692898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SZuLlm7hX2I/AAAAAAAAAHc/cgY0cjM40cw/s1600-h/card+belakang+Hilman+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 245px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SZuLlm7hX2I/AAAAAAAAAHc/cgY0cjM40cw/s400/card+belakang+Hilman+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303986464380510050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum...&lt;br /&gt;Finally, niat untuk nyaleg pun udah bulat, berikut ini, kartu nama, leflet serta stiker yang Insya Allah akan menyebar di wilayah IV pemilihan DPRD Kabupaten Padang Pariaman....&lt;br /&gt;Mohon  Doa Restu dan Dukungannya..&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4667977723369640622?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4667977723369640622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4667977723369640622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4667977723369640622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4667977723369640622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/02/assalamualaikum.html' title=''/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SZuLmAsvAyI/AAAAAAAAAH0/qOM_JxwGGMI/s72-c/Stiker+Hilman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-912328274497771608</id><published>2009-02-16T10:26:00.000+07:00</published><updated>2009-02-16T10:27:27.110+07:00</updated><title type='text'>Potret</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;SEMOGA Tuhan menyelamatkan kita dari potret. Semoga Tuhan menyelamatkan pepohonan Indonesia, tiang listrik Indonesia, pagar desa dan tembok kota Indonesia, dan segala hal yang berdiri dengan sabar di Indonesia, dari gambar manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan karena membuat gambar manusia itu dikutuk Allah. Tapi….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaiknya lebih dulu perlu saya terangkan, terutama bagi para pembaca yang sedang tak di negeri ini, atau yang selama lima bulan belum keluar rumah: adapun gambar manusia itu adalah potret wajah para ”ca-leg”. Atau ”ca-bup”. Atau ”ca-wali”. Atau ”ca-gub”. Atau ”ca-pres”. Demokrasi telah marak di Indonesia, para pembaca yang budiman, juga kelatahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelatahan, mungkin juga konformisme. Kini hampir tiap orang yang mencalonkan diri untuk dipilih siap maju buat bersaing—sebuah tekad yang bagus sebetulnya. Tapi rupanya mekanisme persaingan politik kini mengandung sebuah paradoks.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di satu pihak, siapa yang ingin menang harus lebih menonjol ketimbang yang lain. Tapi, di lain pihak, sebagaimana tampak dalam potret-potret yang menempel atau bergelantungan di sepanjang tepi jalan itu, tak seorang pun tampak ingin berbeda dari yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya lihat potret M. Tongtongsot dari Partai Bulan Pecah terpasang berdampingan dengan gambar G. Gundulpringis dari Partai Bintang Bujel. Kedua-keduanya tampil berpeci, mengenakan jas dan dasi. Kedua-duanya memasang sederet huruf, maksudnya singkatan, di dekat nama mereka, dimaksudkan sebagai gelar yang diharapkan membuat diri gagah: ”H”, atau ”Drs”, atau ”MA”, atau ”MSc”. Kedua-duanya terpampang dengan muka lurus ke depan, dengan tatapan tanpa emosi, seperti foto ijazah kursus montir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kata lain, orang-orang itu memasarkan diri bukan sebagai pribadi, dengan watak yang tersendiri. Yang tampak di sana hanyalah sebuah tipe. Tipe itu menyatukan entah berapa banyak potret yang berderet-deret, hampir tanpa jarak, dengan nama-nama yang tak akan kita tangkap dengan jelas, apalagi kita ingat, ketika kita lewat di atas motor atau bus. Seorang kawan yang berpengalaman memilih foto wajah buat sampul majalah menyatakan penilaiannya kepada saya: ”92% dari deretan wajah itu tak menarik.” Ia mengatakannya dengan yakin: ”Saya telah berjalan dari ujung Jawa Timur sampai Banten untuk mengamati potret kampanye.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa gerangan yang hendak didapat para pemasang gambar? Jawabnya jelas: mereka ingin dipilih di antara ratusan orang lain. Potret mereka ingin direkam dalam ingatan orang pada menit-menit yang sunyi di depan kotak suara pada hari pemilihan nanti. Nama mereka ingin dihafal. Mereka keluarkan dana berjuta-juta untuk mencapai semua itu dengan memanfaatkan dan mengotori pohon, tembok, dan tiang listrik. Tapi belum saya dengar mereka pernah meneliti sejauh mana kampanye pasang-tampang itu tak sia-sia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Tapi saya tak mau ketinggalan,” agaknya demikianlah alasan mereka untuk memakai teknik kampanye ini. Tentu, alasan itu bisa diterima. Namun yang terjadi, yang bisa disebut sebagai kelatahan, justru akan menyebabkan mereka ketinggalan: mereka akan terpaku di tempat, sebagai repetisi, ketika waktu berjalan dan orang-orang jadi jenuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang ada yang mengatakan, menirukan keyakinan juru propaganda Partai Nazi, bahwa repetisi akan punya hasil positif; bahkan dusta yang terus-menerus diulang akan jadi kebenaran. Partai yang sering memasang iklan di televisi memang tercatat—oleh juru jajak pendapat—mulai menuai hasil: dikenal, dan kadang-kadang dikenal tanpa orang bilang, ”ah, tidak”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi yang berlangsung kini bukan cuma repetisi. Yang kita saksikan penyeragaman: perlombaan untuk memperlihatkan diri tapi ada saat yang sama takut tampak ”lain”. Maka yang akhirnya saya ingat dari deretan gambar di tepi jalan itu bukanlah wajah calon anggota DPR wilayah saya, melainkan tampang yang lain dari yang lain: tampang dalam iklan kartu telepon XL—muka monyet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab yang berulang-ulang datang kini bukanlah semboyan yang menggugah, dari retorika yang menggetarkan. Repetisi dalam politik hari ini adalah muka orang yang terpampang di bidang datar. Muka dua dimensi. Muka yang dengan gampang menyesuaikan diri dengan pola umum, ukuran yang lazim, dan bentuk persegi tertentu. Muka yang pada dasarnya menyerah tertempel, tanpa pesona.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kira pada mulanya adalah sebuah salah paham. Serbuan yang visual ke dunia pancaindra kita punya akar di sebuah premis tua bahwa ”melihat” sama dengan ”mengetahui”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesalahpahaman oculocentric ini sudah ada sejak Plato di Yunani Kuno memakai perumpamaan orang yang hidup dalam gua, yang dari kegelapan melihat terang. Tapi tak berhenti di situ. Orang Jawa abad ke-21 tetap memakai kata weruh (melihat) sebagai akar kata kawruh (pengetahuan atau ilmu). Kini televisi merupakan sumber ”pengetahuan” yang tak tertandingi. Kita pun menonton iklan di layar itu, atau melihat (biarpun dengan sekilas) potret-potret di pohon itu, seraya hampir lupa bahwa, seperti pernah ditulis oleh seorang buta, ”indra penglihatan adalah indra berjarak”. Indra lain—penghidu, pendengar, peraba, misalnya—berangkat untuk sesuatu yang dekat, bahkan akrab. Jauh sebelum Plato, dalam bahasa Aramaik, orang buta disebut sagi nahor, atau ”penglihatan yang hebat”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari-hari ini saya pun ingin bersikap sebagai sagi nahor. Saya ingin berdoa: semoga mata orang Indonesia tak akan membuat Indonesia tersesat. Demokrasi perlu dirindukan lagi sebagai tempat suara berseru dengan gema yang kuat, dengan keberanian berbeda—bukan konformisme yang menyerahkan apa yang berharga dalam pribadi ke dalam sebuah pasfoto. Potret itu tak bicara apa-apa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~Majalah Tempo Edisi Senin, 02 Februari 2009~&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-912328274497771608?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/912328274497771608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=912328274497771608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/912328274497771608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/912328274497771608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/02/potret.html' title='Potret'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-2631714832843289115</id><published>2009-01-22T16:38:00.001+07:00</published><updated>2009-01-22T16:41:55.563+07:00</updated><title type='text'>Congratulation... 4 70</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;Selamat buat ajo, yang tadi malam udah tunangan ama Uci, Insya Allah married tanggal 7 Maret taun ini, semoga bisa merangkai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, dan bisa menularkan hal ini pada teman-2 yang lain (specially 4 me!!)&lt;br /&gt;wassalam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-2631714832843289115?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/2631714832843289115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=2631714832843289115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/2631714832843289115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/2631714832843289115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/01/congratulation-4-70.html' title='Congratulation... 4 70'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4885275358485107491</id><published>2009-01-21T14:19:00.004+07:00</published><updated>2009-01-21T14:32:32.741+07:00</updated><title type='text'>Obama....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SXbPcbmVIII/AAAAAAAAAHQ/18qdGTnyjDc/s1600-h/Barack_Obama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 275px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SXbPcbmVIII/AAAAAAAAAHQ/18qdGTnyjDc/s400/Barack_Obama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293646499372408962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;Kemaren, 20 Januari 2009, &lt;b&gt;Barack Hussein Obama (&lt;/b&gt;pronounced &lt;span title="Pronunciation in the International Phonetic Alphabet (IPA)" class="IPA"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:IPA_for_English" title="Wikipedia:IPA for English"&gt;/bəˈrɑːk hʊˈseɪn oʊˈbɑːmə) &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;resmi diangkat menjadi Presiden USA yang ke-44. Kemeriahan pelantikan Presiden negara adidaya ini begitu terasa. Lebih dari 2 juta rakayat Amerika menghadiri langsung acara ini. Belum lagi yang mengikuti dari Media Televisi. Obama, demikian nama kerennya memang menjadi sebuah fenomena tersendiri, sejarah yang dicatatnya sebagai Presiden kulit hitam pertama yang dipilih oleh rakyat Amerika menjanjikan untuk mampu mencatat sejarah-2 lainnya dalam perjalanan kepresidenan beliau.&lt;br /&gt;Memang, di tengah situasi krisis ekonomi yang melanda dunia, Obama menjadi sebuah 'harapan'. Seperti icon dari kampanye nya. Obama yang pernah jadi anak Menteng ditenggarai mampu membawa USA keluar dari krisis ini.&lt;br /&gt;Indonesia, sebagai negara yang pernah membesarkannya, sebenarnya tidak bisa berharap banyak apalagi mengharapkan perhatian maupun bantuan dari USA. Karena diyakini, Obama akan disibukkan dengan perbaikan di Dalam Negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span title="Pronunciation in the International Phonetic Alphabet (IPA)" class="IPA"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:IPA_for_English" title="Wikipedia:IPA for English"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4885275358485107491?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4885275358485107491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4885275358485107491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4885275358485107491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4885275358485107491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2009/01/obama.html' title='Obama....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SXbPcbmVIII/AAAAAAAAAHQ/18qdGTnyjDc/s72-c/Barack_Obama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4291675352073605940</id><published>2009-01-01T10:31:00.000+07:00</published><updated>2009-01-01T10:34:57.356+07:00</updated><title type='text'>1-st Day in 2009</title><content type='html'>Assalamualaikum..&lt;br /&gt;Ini hari pertama di taun 2009, rada gerimis sih, semoga ujan nggak turun, pasti masih banyak orang yang masih molor, karena kecapekan, atau emang karena malas, kan tanggal merah (ari libur)&lt;br /&gt;Tapi gw ngarap, semoga awal taun ini jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;new starting point&lt;/span&gt; yang bagus buat gw, karena banyak hal yang mesti digapai di taun ini.&lt;br /&gt;Busyet, gw belom mandi, jadi mo mandi dulu, segitu aja dulu ntar-2 disambung lagi.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4291675352073605940?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4291675352073605940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4291675352073605940' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4291675352073605940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4291675352073605940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/12/1-st-day-in-2009.html' title='1-st Day in 2009'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-1912169522799070279</id><published>2008-12-31T20:41:00.000+07:00</published><updated>2008-12-31T20:57:49.963+07:00</updated><title type='text'>This Year End........</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb.......&lt;br /&gt;Malam ini, malam tahun baru, orang-orang pada pergi tuk sekedar ngabisin waktu di hari terakhir di tahun 2008. Ada yang jalan-jalan ma motor, ada yang pergi mendaki (jadi kangen nih...) dan banyak lainnya. Gw sih di Iqra' aja, Metek dan Awal lagi ke tempat Pak Win, emang ada rencana mo ngadain Bakar Ikan di Iqra' nanti.&lt;br /&gt;Tahun baru seyogyanya bisa memberikan semangat baru buat kita semua, just to make wishes, gw ngarap brapa hal di tahun 2009, 1-st, semoga di tahun 2009 gw bisa married (hehehe....) teman-2 gw udah pada married semua, nggak lucu lagi kalau lagi kumpul-2 tinggal gw sendiri yang ngejomblo. 2-nd, Gw bebas dari hutang! Maksudnya hutang uang, sekarang gw lagi ada ngutang sama Bank, sama orang, minimal menjelang married hutang-hutang tersebut bisa lunas, jadi Iqra' bisa gw nyebut punya gw,. 3-rd, Mesti ngafal Juz Amma, Niat ini sih udah lama banget, dan gw juga udah janji ma Lidia, gw kan jadi Imamnya kalau udah hafal Juz terakhir ni, Lagian target pribadi gw minimal hafal 10 Juz lah. Masak sih ketua Remesla Juz 30 aja nggak hafal.&lt;br /&gt;Pa lagi ya.... Pokoke yang baik-2 aja, mesti nya tahun 2009 lebih baik dari tahun 2008, doain aja ya!&lt;br /&gt;Di luar bunyi terompet yang ditiup udah semarak, jalan raya rame dengan kendaraan, kayaknya keramaian ini sampai jam 12-an lah. Semoga tahun 2009 membawa keberuntungan bagi semua.&lt;br /&gt;HAPPY NEW YEAR!!!!&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-1912169522799070279?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/1912169522799070279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=1912169522799070279' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/1912169522799070279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/1912169522799070279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/12/this-year-end.html' title='This Year End........'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-8822794529925779523</id><published>2008-12-07T18:47:00.001+07:00</published><updated>2008-12-07T18:47:57.374+07:00</updated><title type='text'>Gabung Yuk..</title><content type='html'>Oh ya, banyak yang nawarin bisnis di internet, kalo ada yang mo minta coba klik link ini &lt;strong&gt;http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=27823&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-8822794529925779523?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/8822794529925779523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=8822794529925779523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/8822794529925779523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/8822794529925779523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/12/gabung-yuk.html' title='Gabung Yuk..'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4657296495899649931</id><published>2008-11-21T20:03:00.000+07:00</published><updated>2008-11-21T20:04:39.519+07:00</updated><title type='text'>Rakus</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Tiap kali ”kapitalisme” tampak guncang dan buruk, tiap kali Wall Street terbentur, orang jadi Oliver Stone. Dalam Wall Street, sutradara yang bakat utamanya membuat protes sosial dengan cara menyederhanakan soal, menampilkan dahsyatnya keserakahan manusia. Di sana Gekko, diperankan Michael Douglas, menegaskan dalilnya: rakus itu bagus. ”Rakus itu benar. Rakus itu membawa hasil. Rakus itu… menandai gerak maju manusia.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi rakus adalah fiil pribadi-pribadi, sementara ”kapitalisme” tak cukup bisa dikoreksi dengan membuat orang insaf. Rakus juga bisa lahir di luar Wall Street. Ia tak hanya melahirkan ”kapitalisme”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang ada sesuatu yang amat rumit hari-hari ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti mantra, seperti makian, kata ”kapitalisme” kini meyakinkan hanya karena dampaknya bagi pendengar, bukan karena definisinya yang persis. Juga kata ”sosialisme”. Juga kata ”pasar”, ”Negara”, dan lain-lain yang tak berseliweran di antara kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita sering tak menyimak, pengertian itu sekarang pada retak, nyaris rontok. Setidaknya sejak Juli yang lalu. Majalah The Economist melukiskan adegan dramatik yang terjadi di pusat kekuasaan Amerika Serikat, negara kapitalis papan atas itu: ”Pada 13 Juli, Hank Paulson, Menteri Keuangan Amerika, berdiri di tangga departemennya seakan-akan ia menteri sebuah negara dengan ekonomi pasar yang baru timbul….”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari itu Paulson, pembantu Presiden Bush, mengungkapkan rencana daruratnya buat menyelamatkan Fannie Mae dan Freddie Mac, dua bisnis raksasa dalam bidang pendanaan hipotek yang tak mampu lagi membayar kewajibannya US$ 5,2 triliun. Pemerintah memakai kata ”conservatorship”. Artinya, dewan direksi dicopot, pemegang saham praktis disingkirkan, tapi perusahaan itu akan terus bekerja dengan Pemerintah jadi penyangga utangnya. Pendek kata: Pemerintah AS mengambil alih perusahaan itu—kata lain dari ”nasionalisasi”, sebuah langkah yang mirip apa yang pernah dilakukan di Indonesia dan akhir-akhir ini di Venezuela.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi ini terjadi di suatu masa, di suatu tempat, di mana ”pasar” dianggap punya daya memecahkan persoalannya sendiri. Ini terjadi di sebuah era yang masih meneruskan fatwa Milton Friedman bahwa ”penyelesaian oleh Pemerintah terhadap satu soal biasanya sama buruk dengan soal itu sendiri”. Ini terjadi di sebuah perekonomian—disebut ”kapitalisme”—yang prinsipnya adalah siapa yang mau ambil untung harus berani menerima kemungkinan jatuh. Jika para direksi dan pemegang saham siap menyepak ke sana-kemari meraih laba di pasar, kenapa kini mereka harus dilindungi ketika tangan itu patah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di situlah ”kapitalisme” meninggalkan prinsipnya sendiri. Tapi tak berarti ”kapitalisme” di Amerika berhenti sejenak. Memang tindakan nasionalisasi di sana—terakhir dilakukan terhadap perusahaan asuransi raksasa AIG (American International Group)—menunjukkan kian besarnya peran ”Negara” dalam perekonomian Bush.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun kita perlu lebih saksama. Sebab yang terjadi sebenarnya sebuah simbiosis yang tak selamanya diakui antara ”Negara” dan ”pasar”. ”Nasionalisasi” terhadap Fannie dan Freddie berarti sebuah langkah menyelamatkan sejumlah pemain pasar dengan dana yang dipungut dari pajak rakyat. Dengan kata lain: yang dilakukan Pemerintah Bush adalah sebuah ”pemerataan” kerugian, bukan ”pemerataan” hak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hubungan simbiosis antara kedua perusahaan itu dan ”Negara” juga bisa dilihat dari segi lain: menurut laporan CNN, selama 10 tahun, Fannie dan Freddie mengeluarkan US$ 174 juta untuk melobi para politikus, untuk membangun ”iklim politik” yang ramah kepada mereka—termasuk ketika tanda-tanda keambrukan sudah terasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi jika ”Negara” dan ”kapital”, ”pemerintah” dan ”pasar” ternyata tak sepenuhnya lagi bisa dipisahkan dengan jelas, apa yang luar biasa? Bukankah sejak abad ke-19 Marx menunjukkan bahwa ”Negara” selamanya adalah sebuah kekuasaan yang memihak kelas yang berkuasa? Dikatakan secara lain, bukankah ”Negara” tak hanya terdiri atas ”apa”, melainkan ”siapa”?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi persoalan tak selesai hanya dengan satu tesis Marx. Sejarah politik makin tak mudah menentukan bagaimana sebuah kelas sosial merumuskan identitasnya—terutama ketika kaum pekerja bisa tampil lebih ”kolot” ketimbang kelompok sosial yang lain, dan ”ketidakadilan” tak hanya menyangkut ketimpangan dalam memiliki alat produksi. Mau tak mau, para analis dan pakar teori harus berhenti seperti beo yang pintar, dan berhenti memakai mantra dan makian ketika ”kapitalisme” dan ”sosialisme” begitu gampang dikatakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu tak berarti api awal yang dulu membakar perang purba itu, perang yang melahirkan mantra dan makian itu, telah sirna. Selama ketidakadilan menandai rasa sakit sejarah, api itu masih akan membakar dan perang masih akan berlangsung. Selama sejarah belum berakhir dalam mengisi pengertian yang disebut Etienne Balibar sebagai égaliberté, paduan antara ”keadilan” dan ”kebebasan”, perang tak akan padam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perang itu, tak selamanya dengan darah dan besi, adalah perjuangan politik. Ketidakadilan tak bisa hanya bisa diselesaikan dengan administrasi, karena administrasi ”Negara” selamanya akan terbatas dan terdorong ke arah pola yang cepat jadi aus. Ketidakadilan juga tak akan bisa diselesaikan dengan perbaikan budi pekerti, dengan mengubah atau mengalahkan orang macam Gekko.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apalagi pergulatan ke arah keadilan dan kebebasan tak hanya terbatas dengan mengutuk Wall Street. Kita tak cukup jadi Oliver Stone.&lt;br /&gt;~Majalah Tempo Edisi &lt;span&gt;&lt;span style="font-family: Geneva,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: xx-small;"&gt;31/XXXVII 22 September 2008~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4657296495899649931?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4657296495899649931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4657296495899649931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4657296495899649931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4657296495899649931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/11/rakus.html' title='Rakus'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7820366572287369614</id><published>2008-11-18T14:06:00.000+07:00</published><updated>2008-11-18T14:23:22.101+07:00</updated><title type='text'>Lidia's Milad</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb..&lt;br /&gt;Finally, dapat juga waktu buat postingan lagi, ampir dua bulan, ruang ini dibiarkan 'kosong', nggak ada yang baru, nggak da yang berubah. Emang, mood lagi nulis yang udah berkurang, kegiatan lain, kesibukan serta pelbagai alasan lain yang membetot waktu ini sehigga tuk sekedar postingan lagi nggak sempat.&lt;br /&gt;Bertepatan dengan miladnya Lidia (my wife to be,...... Amin) terbersit keinginan tuk nulis lagi. Dan kebenaran postingan terakhir juga berisi tentang Milad gw. Lidia lahir tanggal 17 November 1985, it means she's 23 years old, udah bisa tu mmi! Semoga di usia yang nambah dewasa, kebaikan, kebahagiaan selalu menyertai.&lt;br /&gt;Pas jam 00:00 tanggal 17 November alarm di HP berbunyi (karena emang udah di set di agenda HP), Nelpon ummi and say Happy B'day, walau lagi ngantuk, ternyata Lidia masih ingat ultahnya.&lt;br /&gt;Emang nggak da yang spesial yang bisa diberikan, tapi waktu ditanya mo kado apa, si ummi jawab My All. Don't worry i'll give my all for you, only. (bahkan dengan cermin pun ku enggan berbagi!)&lt;br /&gt;Ngomong tentang Lidia, kayaknya banyak hal yang tak terungkapkan, rasanya kata-kata tak cukup memadai tuk ekspresikan perasaan ini,&lt;br /&gt;busyet ada tamu udahan dulu, ntar-2 disambung lagi, Anyway, Happy Birthda Lidia, just make your e'one proud of u!&lt;br /&gt;wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7820366572287369614?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7820366572287369614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7820366572287369614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7820366572287369614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7820366572287369614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/11/lidias-milad.html' title='Lidia&apos;s Milad'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7546793746198970955</id><published>2008-08-26T07:41:00.000+07:00</published><updated>2008-08-26T07:52:22.642+07:00</updated><title type='text'>My Milad...</title><content type='html'>Assalamualaikum...&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hari ini aku udah 31 thn. Syukur tak terpemanai ku ucapkan kepada Allah, sampai hari ini, di milad yang ke-31 ini Allah SWT masih memberikan nikmat yang tak terhingga, nikmat kesehatan, nikmat kehidupan, sehingga masih ada kesempatan untuk berikhtiar menjalankan tugas-2 yang masih terbengkalai.&lt;br /&gt;Sebagai wish-nya ari ini ku cuma berharap semoga ke depan, hidup akan lebih baik, lebih bisa kerja lebih keras lagi, terutama lebih bisa menjalani hidup sesuai dengan tuntunan agama, n satu lagi bisa nikah di usia 31 tahun (udah telat benar sih!)&lt;br /&gt;Oh ya, i ought to say thank's buat Lidia (my Gal) buat ucapan happy b'day nya (u're the 1-st) A' akan ingat wish-nya. Buat ayang yang juga ngucapin selamat pagi ini, ntar yang bang hil beliin Connellonya.&lt;br /&gt;Akhirnya aku cuma berdoa semoga Allah selalu memberkahi umur yang diberikannya ini, Amiinn.&lt;br /&gt;Wass.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7546793746198970955?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7546793746198970955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7546793746198970955' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7546793746198970955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7546793746198970955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/08/my-milad.html' title='My Milad...'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-8033190315980862000</id><published>2008-08-25T23:38:00.000+07:00</published><updated>2008-08-25T23:40:52.581+07:00</updated><title type='text'>Tan Malaka....</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://caping.wordpress.com/2008/08/11/tan-malaka-sejak-agustus-itu/" title="Permalink for : Tan Malaka, Sejak Agustus Itu"&gt;Tan Malaka, Sejak Agustus Itu&lt;/a&gt;  &lt;em&gt;Agustus 11, 2008&lt;/em&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;em class="info"&gt;Posted by anick in &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/all-posts/" title="Lihat seluruh tulisan dalam All Posts" rel="category tag"&gt;All Posts&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/indonesia/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Indonesia" rel="category tag"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/sejarah/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Sejarah" rel="category tag"&gt;Sejarah&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/tokoh/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Tokoh" rel="category tag"&gt;Tokoh&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://caping.wordpress.com/2008/08/11/tan-malaka-sejak-agustus-itu/#comments" class="comments" title="Komentar pada Tan Malaka, Sejak Agustus Itu"&gt;8 comments&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;        &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;SAYA bisa bayangkan pagi hari 17 Agustus 1945 itu, di halaman sebuah rumah di Jalan Pegangsaan, Jakarta: menjelang pukul 09:00, semua yang hadir tahu, mereka akan melakukan sesuatu yang luar biasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari itu memang ada yang menerobos dan ada yang runtuh. Yang runtuh bukan sebuah kekuasaan politik; Hindia Belanda sudah tak ada, otoritas pendudukan Jepang yang menggantikannya baru saja kalah. Yang ambruk sebuah wacana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah wacana adalah sebuah bangunan perumusan. Tapi yang berfungsi di sini bukan sekadar bahasa dan lambang. Sebuah wacana dibangun dan ditopang kekuasaan, dan sebaliknya membangun serta menopang kekuasaan itu. Ia mencengkeram. Kita takluk dan bahkan takzim kepadanya. Sebelum 17 Agustus 1945, ia membuat ribuan manusia tak mampu menyebut diri dengan suara penuh, ”kami, bangsa Indonesia”–apalagi sebuah ”kami” yang bisa ”menyatakan kemerdekaan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agustus itu memang sebuah revolusi, jika revolusi, seperti kata Bung Karno, adalah ”menjebol dan membangun”. Wacana kolonial yang menguasai penghuni wilayah yang disebut ”Hindia Belanda” jebol, berantakan. Dan ”kami, bangsa Indonesia” kian menegaskan diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebulan kemudian, 19 September 1945, dari pelbagai penjuru orang mara berduyun menghendaki satu rapat akbar untuk menegaskan ”kemerdekaan” mereka, ”Indonesia” mereka. Bahkan penguasa militer Jepang tak berdaya menahan pernyataan politik orang ramai di Lapangan Ikada itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua tahun kemudian, meletus pertempuran yang nekat, sengit, dan penuh korban, ketika ratusan pemuda melawan kekuatan militer Belanda yang hendak membuat negeri ini ”Hindia Belanda” kembali. Dari medan perang itu Pramoedya Ananta Toer mencatat dalam Di Tepi Kali Bekasi: sebuah revolusi besar sedang terjadi, ”revolusi jiwa—dari jiwa jajahan dan hamba menjadi jiwa merdeka….”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walhasil, sebuah subyek (”jiwa merdeka”) lahir. Agaknya itulah makna dari mereka yang gugur, terbaring, tinggal jadi ”tulang yang berserakan, antara Krawang dan Bekasi”, seperti disebut dalam sajak Chairil Anwar yang semua kita hafal. Subyek lahir sebagai sebuah laku yang ”sekali berarti/sudah itu mati”, untuk memakai kata-kata Chairil lagi dari sajak yang lain. Sebab subyek dalam revolusi adalah sebuah tindakan heroik, bukan seorang hero.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hal ini Tan Malaka benar: ”Revolusi bukanlah suatu pendapatan otak yang luar biasa, bukan hasil persediaan yang jempolan dan bukan lahir atas perintah seorang manusia yang luar biasa.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tan Malaka menulis kalimat itu dalam Aksi Massa yang terbit pada 1926. Dua puluh tahun kemudian memang terbukti bahwa, seperti dikatakannya pula, ”Revolusi timbul dengan sendirinya sebagai hasil dari berbagai keadaan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah Revolusi Agustus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kemudian tampak betapa tak mudahnya memisahkan perbuatan yang heroik dari sang X yang berbuat, yang terkadang disambut sebagai ”hero” atau ”pelopor”. Sebab tiap revolusi digerakkan oleh sebuah atau sederet pilihan + keputusan, dan tiap keputusan selalu diambil oleh satu orang atau lebih. Dan ketika revolusi hendak jadi perubahan yang berkelanjutan, ia butuh ditentukan oleh satu agenda. Ia juga akan dibentuk oleh satu pusat yang mengarahkan proses untuk melaksanakan agenda itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar seperempat abad setelah 1945, Bung Karno, yang ingin menegaskan bahwa Revolusi Agustus ”belum selesai”, mengutarakan sebuah rumus. Ia sebut ”Re-So-Pim”: Revolusi-Sosialisme-Pimpinan. Bagi Bung Karno, revolusi Indonesia mesti punya arah, punya ”teori”, yakni sosialisme, dan arah itu ditentukan oleh pimpinan, yakni ”Pemimpin Besar Revolusi”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tan Malaka tak punya rumus seperti itu. Tapi ia tetap seorang Marxis-Leninis yang yakin akan perlunya ”satu partai yang revolusioner”, yang bila berhubungan baik dengan rakyat banyak akan punya peran ”pimpinan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahwa ia percaya kepada revolusi yang ”timbul dengan sendirinya”, hasil dari ”berbagai keadaan”, menunjukkan bagaimana ia, seperti hampir tiap Marxis-Leninis, berada di antara dua sisi dialektika: di satu sisi, perlunya ”teori” atau ”kesadaran” tentang revolusi sosialis; di sisi lain, perlunya (dalam kata-kata Tan Malaka) ”pengupasan yang cocok betul atas masyarakat Indonesia”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di situ, ada ambiguitas. Tapi ambiguitas itu agaknya selalu menghantui agenda perubahan yang radikal ke arah pembebasan Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;l l l&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TAK begitu jelas, apa yang dikerjakan Tan Malaka pada Agustus 1945. Yang bisa saya ikuti adalah yang terjadi sejak proklamasi kemerdekaan bergaung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa pekan setelah 17 Agustus 1945, di Serang, wilayah Banten, Tan Malaka bertemu dengan Sjahrir. Mungkin itulah buat pertama kalinya tokoh kiri radikal di bawah tanah itu berembug dengan sang tokoh sosial demokrat. Tan Malaka dan Sjahrir secara ideologis berseberangan; seperti halnya tiap Marxis-Leninis, Tan Malaka menganggap seorang sosial-demokrat sejenis Yudas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi seperti dituturkan kembali oleh Abu Bakar Lubis —orang yang menyatakan pernah dapat perintah Presiden Soekarno untuk menangkap Tan Malaka—dalam pertemuan di Serang itu Tan Malaka mengajak Sjahrir untuk bersama-sama menyingkirkan Soekarno sebagai pemimpin revolusi. Menurut cerita yang diperoleh A.B. Lubis pula, Sjahrir menjawab: jika Tan Malaka bisa menunjukkan pengaruhnya sebesar 5 persen saja dari pengaruh Soekarno di kalangan rakyat, Sjahrir akan ikut bersekutu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sikap meremehkan dalam kata-kata Sjahrir itu. Konon ia juga menasihati agar Tan Malaka berkeliling Jawa untuk melihat keadaan lebih dulu sebelum ambil sikap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika benar penuturan A.B. Lubis (saya baca dalam versi Inggris, dalam jurnal Indonesia, April 1992), pertemuan di Serang itu lebih berupa sebuah perselisihan: sang ”radikal” tak cocok dengan sang ”pragmatis”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tan Malaka tampaknya hendak menjalankan tesis Trotsky tentang ”revolusi terus-menerus”. Bagi Trotsky, di sebuah negeri seperti Rusia dan Indonesia—yang tak punya kelas borjuasi yang kuat—revolusi sosialis harus berlangsung tanpa jeda. Trotsky tak setuju dengan teori bahwa dalam masyarakat seperti Rusia dan Indonesia revolusi berlangsung dalam dua tahap: pertama, tahap ”borjuis” dan ”demokratis”; kedua, baru setelah itu, ”tahap sosialis”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Trotsky, di negeri yang ”setengah-feodal dan setengah-kolonial”, kaum borjuis terlampau lemah untuk menyelesaikan agenda revolusi tahap pertama: membangun demokrasi, mereformasi pemilikan tanah, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi. Maka kaum proletarlah yang harus melaksanakan revolusi itu. Begitu tercapai tujuannya, kelas buruh melanjutkan revolusi tahap kedua, ”tahap sosialis”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini tentu sebuah pandangan yang terlampau radikal—bahkan bagi Rusia pada tahun 1920-an, di suatu masa ketika Lenin terpaksa harus melonggarkan kendali Negara atas kegiatan ekonomi, dan kelas borjuis muncul bersama pertumbuhan yang lebih pesat. Di Indonesia agenda Trotskyis itu bisa seperti garis yang setia kepada gairah 1945. Dilihat dari sini, niat Tan Malaka tak salah: ia, yang melihat dirinya wakil proletariat, harus menggantikan Soekarno, wakil kelas borjuis yang lemah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi Sjahrir, sang ”pragmatis”, juga benar: pengaruh Tan Malaka di kalangan rakyat tak sebanding dengan pengaruh Bung Karno. Dunia memang alot. Di sini ”pragmatisme” Sjahrir (yang juga seorang Marxis), sebenarnya tak jauh dari tesis Tan Malaka sendiri. Kita ingat tesis pengarang Madilog ini: revolusi lahir karena ”berbagai keadaan”, bukan karena adanya pemimpin dengan ”otak yang luar biasa”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi haruskah seorang revolusioner hanya mengikuti ”berbagai keadaan” di luar dirinya? György Lukács, pemikir Marxis yang oleh Partai Komunis pernah dianggap menyeleweng itu, membela dirinya dalam sebuah risalah yang dalam versi Jerman disebut Chvostismus und Dialektik, dan baru diterbitkan di Hungaria pada 1996, setelah 70 tahun dipendam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sana kita tahu, Lukács pada dasarnya dengan setia mengikuti Lenin. Ia mengecam ”chvostismus”. Kata ini pernah dipakai Lenin untuk menunjukkan salahnya mereka yang hanya ”mengekor” keadaan obyektif untuk menggerakkan revolusi. Bagi Lenin dan bagi Lukács, revolusi harus punya komponen subyektif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu, ada baku pengaruh antara dunia subyektif dan dunia obyektif; ada interaksi antara niat dan kesadaran seorang revolusioner dan ”berbagai keadaan” di luar dirinya. Tapi, kata Lukács, di saat krisis, kesadaran revolusioner itulah yang memberi arah. Penubuhannya adalah Partai Komunis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi seberapa bebaskah ”kesadaran revolusioner” itu dari wacana yang dibangun Partai itu sendiri? Saktikah Partai Komunis hingga bisa jadi subyek yang tanpa cela, sesosok hero?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata, sejarah Indonesia menunjukkan PKI juga punya batas. Partai ini harus mengakui kenyataan bahwa ia hidup di tengah ”lautan borjuis kecil”. Agar revolusi menang, ia harus bekerja sama dengan partai yang mewakili ”borjuis kecil” itu. Ia tak akan berangan-angan seperti Tan Malaka yang hendak merebut kepemimpinan Bung Karno. Di bawah Aidit, PKI bahkan akhirnya meletakkan diri di bawah wibawa Presiden itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 1965 terbukti strategi ini gagal. PKI begitu besar tapi kehilangan kemandirian dan militansinya. Ia tak melawan pada saat yang menentukan, tatkala militer dan partai ”borjuasi kecil” yang selama ini jadi sekutunya menghantamnya. PKI terbawa patuh mengikuti jalan Bung Karno, sang Pemimpin Besar Revolusi, yang mementingkan persatuan nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkurung di bawah wacana ”persatuan nasional”, agenda radikal tersisih dan sunyi. Terutama dari sebuah Partai yang mewakili sebuah minoritas—yakni proletariat di sebuah negeri yang tak punya mayoritas kaum buruh. Tan Malaka sendiri mencoba mengelakkan ketersisihan itu dengan tak hendak mengikuti garis Moskow, ketika pada 1922 ia menganjurkan perlunya Partai Komunis menerima kaum ”Pan-Islamis”—yang bagi kaum komunis adalah bagian dari ”borjuasi”—guna mengalahkan imperialisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi ia juga akhirnya sendirian. Sang radikal, yang ingin mengubah dunia tanpa jeda tanpa kompromi, bergerak antara tampak dan tidak. Ia muncul menghilang bagaikan titisan dewa. Sejak Agustus 1945, Tan Malaka adalah makhluk legenda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah legenda memang memikat. Tapi dalam pembebasan mereka yang terhina dan lapar, sang pahlawan sebaiknya mati. Revolusi tak pernah sama dengan dongeng yang sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jakarta, 7 Agustus 2008.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~Majalah Tempo Edisi. 25/XXXVII/11 - 17 Agustus 2008~&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-8033190315980862000?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/8033190315980862000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=8033190315980862000' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/8033190315980862000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/8033190315980862000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/08/tan-malaka.html' title='Tan Malaka....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-3464062561841613036</id><published>2008-08-21T12:54:00.000+07:00</published><updated>2008-08-21T17:51:38.423+07:00</updated><title type='text'>Merdeka lo liak!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SK0KK8ou7QI/AAAAAAAAAGA/o8AMFocxqzw/s1600-h/PIC_0254.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SK0KK8ou7QI/AAAAAAAAAGA/o8AMFocxqzw/s400/PIC_0254.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236853124893699330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SK0KLLyw6yI/AAAAAAAAAGI/ZnEl38VmHdY/s1600-h/PIC_0225.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SK0KLLyw6yI/AAAAAAAAAGI/ZnEl38VmHdY/s400/PIC_0225.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236853128962304802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SK0KLj58XDI/AAAAAAAAAGQ/KAwyK1JklsE/s1600-h/55.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SK0KLj58XDI/AAAAAAAAAGQ/KAwyK1JklsE/s400/55.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236853135434865714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass.&lt;br /&gt;These are other pictures...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-3464062561841613036?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/3464062561841613036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=3464062561841613036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3464062561841613036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3464062561841613036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/08/merdeka-lo-liak.html' title='Merdeka lo liak!!!'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SK0KK8ou7QI/AAAAAAAAAGA/o8AMFocxqzw/s72-c/PIC_0254.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-8081838813376614812</id><published>2008-08-21T12:16:00.000+07:00</published><updated>2008-08-21T12:52:49.617+07:00</updated><title type='text'>Merdeka !!!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKz_Fo_899I/AAAAAAAAAFg/_ZEXvyWDQWk/s1600-h/PIC_0253.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKz_Fo_899I/AAAAAAAAAFg/_ZEXvyWDQWk/s400/PIC_0253.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236840939095128018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKz_GOb5z9I/AAAAAAAAAFo/UGmtQ5yqRsQ/s1600-h/PIC_0264.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKz_GOb5z9I/AAAAAAAAAFo/UGmtQ5yqRsQ/s400/PIC_0264.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236840949144473554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKz_GSyTaEI/AAAAAAAAAFw/toS13ojbOg4/s1600-h/PIC_0229.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKz_GSyTaEI/AAAAAAAAAFw/toS13ojbOg4/s400/PIC_0229.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236840950312167490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKz_G2Za9fI/AAAAAAAAAF4/bxv_Ftwn-BQ/s1600-h/PIC_0259.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKz_G2Za9fI/AAAAAAAAAF4/bxv_Ftwn-BQ/s400/PIC_0259.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236840959871481330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merdeka!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ini lah sebagian kemeriahan acara memperingati HUT RI ke63/2008&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-8081838813376614812?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/8081838813376614812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=8081838813376614812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/8081838813376614812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/8081838813376614812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/08/merdeka.html' title='Merdeka !!!!!'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKz_Fo_899I/AAAAAAAAAFg/_ZEXvyWDQWk/s72-c/PIC_0253.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-540561248099513273</id><published>2008-08-16T12:52:00.000+07:00</published><updated>2008-08-16T12:53:57.284+07:00</updated><title type='text'>Indonesia..4  Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="entrybody"&gt;&lt;p align="justify"&gt;100 tahun yang lalu, orang-orang paling pintar, cerdas, dan pemilik semangat yang luar biasa tinggi, sudah mencanangkan bahwa Indonesia harus merdeka. Merdeka yang berarti bebas dari cengkeraman penjajah, bebas dari kemiskinan dan kebodohan. Bukan hanya itu, mereka juga punya cita-cita. Bahwa bangsa ini harus menjadi bangsa yang besar, dan memang, mereka semua berambisi untuk mewujudkan mimpi itu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sekedar mengingatkan, 20 Mei 1908 dideklarasikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional berkat didirikannya organisasi Budi Utomo, organisasi pemuda pertama yang tidak berlandaskan etnis dan kedaerahan. Budi Utomo. Budi Utomo pun menjadi organisasi pelopor, pionir, yang menggugah masyarakat untuk mendirikan organisasi serupa daripada menyerah pada nasib: kesengsaraan, kemiskinan dan penyiksaan akibat imperalisme.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Empat tahun kemudian, didirikanlah Indische Partij oleh tiga serangkai Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), Douwes Dekker dan Dr. Cipto Mangunkusumo. Indische Partij menjadi organisasi pertama yang misi utamanya adalah mewujudkan Indonesia merdeka. Di buku yang saya baca ditulis, â€œTujuan partai ini benar-benar revolusioner, karena ingin mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia.â€ Ini berarti, Indische Partij sejak awal sudah berencana membawa massa menuju paradigma bahwa perbedaan adalah suatu hal yang indah, serta merupakan aset yang sudah sepatutnya dijaga oleh pemiliknya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lalu, apa yang ingin saya sampaikan dari tulisan ini? Indische Partij memiliki semboyan &lt;em&gt;Hindia for Hindia, &lt;/em&gt;yang berarti â€œIndonesia untuk Indonesiaâ€â€”sebab saat itu Indonesia masih dinamakan Hindia. Artinya, Indonesia hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang menetap dan bertempat tinggal di Indonesia tanpa terkecuali, dan tanpa memandang apapun jenis bangsanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jika hendak menafsir secara bebas, &lt;em&gt;Hindia for Hindia &lt;/em&gt;juga bisa dijadikan suatu gerakan di mana kita, sebagai bangsa Indonesia, memperjuangkan keutuhan bangsa kita sendiri. &lt;em&gt;Hindia for Hindia &lt;/em&gt;mengajak kita untuk menjaga apa yang kita miliki, yaitu tanah air Indonesia. Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk memakai produk-produk yang dibuat oleh penduduk lokal, karena apa yang diproduksi bangsa ini, bukankah pada awalnya dibuat untuk saudara sebangsanya?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://untukindonesia.blogwae.com/files/2007/12/nfa02_cas-10108-4.jpg" alt="Mohammad Hatta" height="481" width="463" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Segenap tumpah darah Indonesia diciptakan Tuhan sebagai saudara. Pendahulu kita sudah menyadari hal itu. Ketika Mohammad Hatta ditangkap karena dituduh memiliki andil dalam pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI), beliau memberikan pidato pembelaan yang cemerlang berjudul â€œIndonesia Merdekaâ€. Ketika Soekarno juga ditangkap oleh Belanda pada tahun 1930 sebagai anggota Partai Nasional Indonesia (PNI), beliau pun mengumandangkan pidato pembelaan dengan judul â€œIndonesia Menggugatâ€. Mereka berdua akhirnya menjadi proklamator Indonesia, sampai-sampai disebut dwitunggal karena keduanya sama-sama bijaksana, cerdas dan nasionalis. Tapi yang paling penting, Bung Karno dan Bung Hatta sama-sama berjuang untuk Indonesia. Ketika mereka berdua dihadapkan pada pengadilan, mereka sama-sama membela Indonesia, berjuang atas nama Indonesia, bukannya membela diri sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada titik itu, 1908, rakyat bersatu di bawah satu nama: Indonesia. Tidak ada lagi orang-orang yang mengatasnamakan daerah dan etnisnya, apalagi atas nama dirinya sendiri. Meskipun faham yang dimiliki berbeda-beda, dari nasionalis, demokratis, sampai komunis, semuanya berjuang dengan satu kata: Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jadi, mengapa sekarang harus menghapus apa yang sudah para pahlawan bina? Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya? Kita harus menunjukkan bahwa kita benar-benar menghormati jasa-jasa beliau semua. Telah satu abad berlalu, sekarang Indonesia justru terpecah belah lagi. Terlalu banyak orang yang ingin memisahkan diri dari Indonesia, dan terlalu banyak republik-republik yang telah berdiri kendati tidak secara resmi. Padahal, Indonesia adalah satu bangsa yang kaya, dan sudah seharusnya kita jaga semaksimal mungkin.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kembali pada semboyan &lt;em&gt;Hindia for Hindia, &lt;/em&gt;apakah kamu sudah memberi kontribusi untuk Indonesia? Selama ini, semua orang selalu saja mengeluh, betapa miskin negara ini, betapa tidak teratur negara ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Coba buka lemari bajumu. Apakah kamu memiliki kebaya, ataupun pakaian berbahan batik? Seberapa sering kamu memakainya? Apakah kamu malu memakainya ketika pergi bersama teman-temanmu? Mengapa harus malu? Orang India bahkan bisa pergi ke mana-mana menggunakan &lt;em&gt;sari. &lt;/em&gt;Apakah ada kaus I â™¥ DC? I â™¥ NY? Mengapa kamu tidak membuat kaus I â™¥ Indonesia? Bukankah itu negaramu?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bacalah koran yang datang hari ini. Apakah kamu masih kesal karena Malaysia mengklaim lagu â€œRasa Sayangeâ€ sebagai lagu nasional mereka? Mengapa? Apakah kamu hafal liriknya? Apakah kamu kesal angklung pun dicap sebagai milik mereka? Berapa kali kamu pernah memainkan angklung seumur hidupmu? Kamu marah karena tempe dipatenkan oleh Jepang? Kenapa? Bukankah selama ini kamu malu jika teman-temanmu datang ke rumah dan pembantumu hanya menyediakan tempe dan tahu?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pergilah ke mal. Makanan apa yang kamu pilih? Di restoran mana? Sate Khas Senayan? Sari Ratu? Atau malah Sushi Tei? Bandingkan seberapa sering kamu makan di restoran mancanegara dibandingkan menyantap nasi uduk yang jauh lebih &lt;em&gt;tasty &lt;/em&gt;dan sangat disukai turis. Pernahkah kamu membeli CD lokal yang bajakan? Kalau selalu begitu, kapan negara kita akan kaya? Kapan terakhir kali kamu berharap bisa mengunjungi Candi Borobudur? Kapan terakhir kali kamu menyeberang di &lt;em&gt;zebra cross?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Apakah kamu sudah menelaah bagaimana cara kamu hidup, sebelum mulai menyalahkan orang lain dan pemerintah? Mari resapi semboyan &lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; untuk Indonesia&lt;/strong&gt;, dan lakukan sesuatu untuk melanjutkan perjuangan mereka semua: para pahlawan kita.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;source:  http://untukindonesia.blogwae.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-540561248099513273?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/540561248099513273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=540561248099513273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/540561248099513273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/540561248099513273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/08/indonesia4-indonesia.html' title='Indonesia..4  Indonesia'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-3007154369745839413</id><published>2008-08-16T12:40:00.000+07:00</published><updated>2008-08-16T12:41:30.530+07:00</updated><title type='text'>gerakan mahasiswa tempo doeloe</title><content type='html'>&lt;div id="content"&gt; &lt;!-- end header --&gt;   &lt;h2&gt;March 3, 2008&lt;/h2&gt; &lt;div class="post hentry category-militer category-soeharto tag-gerakan-78 tag-mahasiswa tag-soeharto" id="post-53"&gt;   &lt;h3 class="storytitle"&gt;&lt;a href="http://ceritaindonesia.wordpress.com/2008/03/03/gerakan-mahasiswa-itb-1978/" rel="bookmark"&gt;Gerakan Mahasiswa ITB 1978&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;div class="meta"&gt;Filed under:  &lt;a href="http://wordpress.com/tag/militer/" title="View all posts in MILITER" rel="category tag"&gt;MILITER&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://wordpress.com/tag/soeharto/" title="View all posts in SOEHARTO" rel="category tag"&gt;SOEHARTO&lt;/a&gt; — kapucino @ 8:21 pm&lt;br /&gt;Tags: &lt;a href="http://wordpress.com/tag/gerakan-78/" rel="tag"&gt;gerakan 78&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://wordpress.com/tag/mahasiswa/" rel="tag"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://wordpress.com/tag/soeharto/" rel="tag"&gt;SOEHARTO&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div class="storycontent"&gt;   &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;“Hanya Tuhan yang boleh tindas kami, itupun kalau Ia mau” &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin mahasiswa ITB zaman sekarang sudah tidak mengenal lagi cerita ini. Dan mungkin juga mahasiswa-mahasiswa kampus lainnya, ketika almameter mereka mengalami tindakan represif yang sama. Tetapi gambar adalah bukti otentik bahwa benar kampus-kampus mereka pernah mencatat sejarah yang pahit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v197/68/23/661293665/n661293665_422829_3620.jpg" alt="Penolakan Soeharto di ITB tahun 1978" height="269" width="400" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penolakan Soeharto sebagai Presiden kembali di ITB, 16 Januari 1978. Dan ini berbuntut panjang pada agresi aparat keamanan masuk ke dalam kampus ITB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://photos-d.ak.facebook.com/photos-ak-sctm/v204/68/23/661293665/n661293665_422811_7361.jpg" alt="Agresi Aparat masuk kampus dari gerbang" height="263" width="400" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di gambar ini adalah Boulevard - jalan yang membelah kampus ITB. Terlihat tentara berada di pintu gerbang utama kampus, siap merangsek ke dalam kampus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://photos-e.ak.facebook.com/photos-ak-sctm/v204/68/23/661293665/n661293665_422812_7792.jpg" alt="Pemeriksaan KTM oleh aparat" height="267" width="400" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Digambar ini, mahasiswa di pagar betis dan dilakukan pemeriksaan KTM.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://photos-g.ak.facebook.com/photos-ak-sctm/v204/68/23/661293665/n661293665_422814_8738.jpg" alt="Penjagaan gerbang-gerbang" height="267" width="400" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penjagaan gerbang-gerbang kampus sejak suksesnya invasi aparat ke dalam kampus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://photos-d.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v197/68/23/661293665/n661293665_422827_3215.jpg" alt="Pemeriksaan massal" height="259" width="400" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemeriksaan massal yang berujung pada penahanan beberapa mahasiswa.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penolakan Soeharto : 16 Januari 1978&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agresi Militer Pertama : 1 Februari 1978&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agresi Militer Kedua : 2 - 9 februari 1978&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Sebagian orang masih mengingat kasus NKK - BKK di era 70-an ini, dikenal dengan nama Normalisasi Kehidupan Kampus. Awal dari infiltrasi kekuatan politik penguasa Orde Baru dalam struktur kehidupan kampus. Dimana adanya bentukan Senat-senat di dalam kampus oleh pemerintah untuk mengontrol kehidupan mahasiswa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Photo lainnya dari era-70-an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://photos-g.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v197/68/23/661293665/n661293665_422830_3823.jpg" alt="Prosesi pemakaman salah satu korban" height="218" width="400" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prosesi pemakaman Rene Conrad, korban penembakan karena gesekan mahasiswa dengan militer di tahun 1970,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://photos-a.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v197/68/23/661293665/n661293665_422832_6513.jpg" alt="Ibu Rene Conrad dan Kapolri" height="400" width="385" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibu dari Rene Conrad menunjuk Awaludin Jamin, Kapolri saat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber Photo : http://gerakanmahasiswa78.blogspot.com (&lt;a href="http://gerakanmahasiswa78.blogspot.com/" title="Gerakan Mahasiswa 78" target="_blank"&gt;lebih lengkap dalam blog tersebut&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-3007154369745839413?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/3007154369745839413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=3007154369745839413' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3007154369745839413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3007154369745839413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/08/gerakan-mahasiswa-tempo-doeloe.html' title='gerakan mahasiswa tempo doeloe'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-9100956051294233035</id><published>2008-08-14T16:47:00.000+07:00</published><updated>2008-08-14T17:12:30.942+07:00</updated><title type='text'>Ngarai Sianok.... (Sianok Canyon)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEtsmApXI/AAAAAAAAAEg/MDvkOPVlG74/s1600-h/ngarai.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEtsmApXI/AAAAAAAAAEg/MDvkOPVlG74/s400/ngarai.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234313850022569330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEt2JijpI/AAAAAAAAAEo/KpS93rtWO8M/s1600-h/ngarai1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEt2JijpI/AAAAAAAAAEo/KpS93rtWO8M/s400/ngarai1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234313852587511442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEuN_lXwI/AAAAAAAAAEw/SqHg7mHHGqI/s1600-h/ngarai2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEuN_lXwI/AAAAAAAAAEw/SqHg7mHHGqI/s400/ngarai2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234313858988203778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEubnwJRI/AAAAAAAAAE4/tf1GHqtd7Kc/s1600-h/ngarai+3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEubnwJRI/AAAAAAAAAE4/tf1GHqtd7Kc/s400/ngarai+3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234313862646342930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEujyjznI/AAAAAAAAAFA/dKOERsk3QRw/s1600-h/ngarai+4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEujyjznI/AAAAAAAAAFA/dKOERsk3QRw/s400/ngarai+4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234313864839155314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass.&lt;br /&gt;Pernah dengar Nagari Sianok (Sianok Canyon)?&lt;br /&gt;Salah satu objek wisata di Kota Bukittinggi, ini lho sebagian gambarnya, sempat-2 in datang ya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-9100956051294233035?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/9100956051294233035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=9100956051294233035' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/9100956051294233035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/9100956051294233035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/08/ngarai-sianok-sianok-canyon.html' title='Ngarai Sianok.... (Sianok Canyon)'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKQEtsmApXI/AAAAAAAAAEg/MDvkOPVlG74/s72-c/ngarai.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-2010837851602337804</id><published>2008-08-14T10:56:00.000+07:00</published><updated>2008-08-14T11:37:19.571+07:00</updated><title type='text'>Imagine Day Study Tour</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKO05PxLGZI/AAAAAAAAAEI/aboOkNE9sQU/s1600-h/PIC_0169.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKO05PxLGZI/AAAAAAAAAEI/aboOkNE9sQU/s400/PIC_0169.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234226087512971666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKO05ZPnKEI/AAAAAAAAAEQ/VPnrb2HnSIk/s1600-h/PIC_0141.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKO05ZPnKEI/AAAAAAAAAEQ/VPnrb2HnSIk/s400/PIC_0141.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234226090056558658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKO05otHfgI/AAAAAAAAAEY/Er3G8-Tr3OE/s1600-h/PIC_0118.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKO05otHfgI/AAAAAAAAAEY/Er3G8-Tr3OE/s400/PIC_0118.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234226094206844418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass. Ari Minggu kemaren tanggal 10 Agustus kami keluarga besar LPK SIEC ikut study tour ke Bukittinggi, ini sebagian fotonya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-2010837851602337804?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/2010837851602337804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=2010837851602337804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/2010837851602337804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/2010837851602337804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/08/imagine-day-study-tour.html' title='Imagine Day Study Tour'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SKO05PxLGZI/AAAAAAAAAEI/aboOkNE9sQU/s72-c/PIC_0169.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-6738833054169132809</id><published>2008-07-21T00:21:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T00:28:18.222+07:00</updated><title type='text'>barakallaahu...... 4 ipank</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;barakallaahu laka&lt;br /&gt;wa baraka 'alaika&lt;br /&gt;wa jama'a bainakuma fii khair...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ass.&lt;br /&gt;Malam ini, baru balek dari tempat ipank. Hari ini pesta pernikahannya dengan Desy. Sekali lagi doa diatas dipanjatkan semoga Allah memberkahi kedua penganten dan mendapat kebaikan sampai akhir, menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Amiin.&lt;br /&gt;Satu lagi salah seorang anggota di komunitas Iqra' melepas masa lajangnya. Maaf kalau nggak sempat jadi urang mudo malam ini ndo (i ought to use this call 4 him, karena dia emang mando gw)&lt;br /&gt;Semoga juga ini jadi motivasi buat semua jomblo yang ada di Iqra' Amiinn.&lt;br /&gt;Wass.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-6738833054169132809?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/6738833054169132809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=6738833054169132809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6738833054169132809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6738833054169132809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/barakallaahu-4-ipank.html' title='barakallaahu...... 4 ipank'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7864264552216789707</id><published>2008-07-19T23:42:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T15:20:07.870+07:00</updated><title type='text'>others pics of FC SIEC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SIL-zW470eI/AAAAAAAAADg/lx74Ea7TNCs/s1600-h/DSCI0040.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SIL-zW470eI/AAAAAAAAADg/lx74Ea7TNCs/s400/DSCI0040.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225018675974361570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SIL-zofDOmI/AAAAAAAAADo/bP88weJJw6Q/s1600-h/DSCI0030.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SIL-zofDOmI/AAAAAAAAADo/bP88weJJw6Q/s400/DSCI0030.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225018680697633378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass.&lt;br /&gt;Gbr diatas waktu bibie ngangkat Piala, dan dibawah our hero kamek yang tampil bagus bangget waktu pertandingan mesti diselesaikan dengan adu penalti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wass&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7864264552216789707?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7864264552216789707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7864264552216789707' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7864264552216789707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7864264552216789707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/others-pics-of-fc-siec.html' title='others pics of FC SIEC'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SIL-zW470eI/AAAAAAAAADg/lx74Ea7TNCs/s72-c/DSCI0040.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-111451491846418241</id><published>2008-07-17T18:53:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T15:20:07.977+07:00</updated><title type='text'>here we are.... FC SIEC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SH82MZmNXLI/AAAAAAAAADY/C9G_CSGfNSE/s1600-h/DSCI0052.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SH82MZmNXLI/AAAAAAAAADY/C9G_CSGfNSE/s320/DSCI0052.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223953679430540466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass.&lt;br /&gt;Ini lho pemain FC SIEC&lt;br /&gt;Berdiri (ki-ka) : Ajo (manajer), Kamek, Ibnu, twenti, Ir, bibie, master&lt;br /&gt;Duduk (ki-ka) : Valent, Ad, Da Sal, Awal, Da Ad, Nanang&lt;br /&gt;Wass.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-111451491846418241?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/111451491846418241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=111451491846418241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/111451491846418241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/111451491846418241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/here-we-are-fc-siec.html' title='here we are.... FC SIEC'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SH82MZmNXLI/AAAAAAAAADY/C9G_CSGfNSE/s72-c/DSCI0052.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-1035804580346471990</id><published>2008-07-16T20:12:00.000+07:00</published><updated>2008-07-16T20:21:14.575+07:00</updated><title type='text'>FC SIEC.....</title><content type='html'>Ass.&lt;br /&gt;FC SIEC tu sebenarnya bukan nama klub profesional, itu hanya nama imajiner buat klub kami. Klub sepakbola ini berawal dari teman-teman yang ngumpul di Iqra', yang punya hobby maen bola, tapi lapangan bola yang represesntatif di LA cuman ada satu, dan rata-2 yang ngumpul di Iqra' udah nggak kuat lagi maen di lapangan yang besar, jadinya kami main 'futsal-2 an' di depan SD 01 LA,&lt;br /&gt;Enak juga main futsal-2 an tersebut (maksimalnya cuma ada 6 pemain 1 tim) sekedar ngeluarin keringat disore hari, kian hari peminatnya kian banyak, terkadang terpaksa dilakukan sistem siapa kalah keluar, artinya jika terjadi gol, tim yang kemasukan terpaksa digantikan dengan pemain yang nunggu antrian.&lt;br /&gt;Berangkat dari hal tersebut, terkadang kita ikut/diundang oleh kejuaraan kecil-2 an di sekitar LA. Dari sekian sering kejuaraan yang diikuti, baru-2 ini FC SIEC berhasil jadi juara di daerah Koto Buruk. Jadi di Iqra' udah ada Piala stand by satu, hasil dari perjuangan rekan-2 di Iqra'. Sayangnya kali ini nggak bisa postingin foto-2nya, ntarlah diposting lagi.&lt;br /&gt;Jadi kalau ada tim yang mo latih tanding, atau yang ngada in kejuaraan Bola boleh ngundang tim kami, just contact me,&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-1035804580346471990?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/1035804580346471990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=1035804580346471990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/1035804580346471990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/1035804580346471990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/fc-siec.html' title='FC SIEC.....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-1426187863187010062</id><published>2008-07-12T00:23:00.001+07:00</published><updated>2008-07-12T00:23:39.246+07:00</updated><title type='text'>IRISH by: GOO GOO DOLLS</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Kartika; font-size:16pt'&gt;&lt;span style='color:red'&gt;And I'd give up forever to touch you&lt;br/&gt;'Cause I know that you feel me somehow&lt;br/&gt;You're the closest to heaven that I'll ever be&lt;br/&gt;And I don't want to go home right now&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Kartika; font-size:16pt'&gt;&lt;span style='color:red'&gt;And all I can taste is this moment&lt;br/&gt;And all I can breathe is your life&lt;br/&gt;'Cause sooner or later it's over&lt;br/&gt;I just don't want to miss you tonight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Kartika; font-size:16pt'&gt;&lt;span style='color:green'&gt;And I don't want the world to see me&lt;br/&gt;'Cause I don't think that they'd understand&lt;br/&gt;When everything's made to be broken&lt;br/&gt;I just want you to know who I am&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Kartika; font-size:16pt'&gt;&lt;span style='color:red'&gt;And you can't fight the tears that ain't coming&lt;br/&gt;Or the moment of truth in your lies&lt;br/&gt;When everything feels like the movies&lt;br/&gt;And you bleed just to know you're alive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Kartika; font-size:16pt'&gt;&lt;span style='color:green'&gt;And I don't want the world to see me&lt;br/&gt;'Cause I don't think that they'd understand&lt;br/&gt;When everything's made to be broken&lt;br/&gt;I just want you to know who I am&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Kartika; font-size:16pt'&gt;(break and solo)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Kartika; font-size:16pt'&gt;&lt;span style='color:green'&gt;And I don't want the world to see me&lt;br/&gt;'Cause I don't think that they'd understand&lt;br/&gt;When everything's made to be broken&lt;br/&gt;I just want you to know who I am&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Kartika; font-size:16pt'&gt;&lt;span style='color:green'&gt;And I don't want the world to see me&lt;br/&gt;'Cause I don't think that they'd understand&lt;br/&gt;When everything's made to be broken&lt;br/&gt;I just want you to know who I am&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Kartika; font-size:16pt'&gt;&lt;span style='color:green'&gt;I just want you to know who I am&lt;br/&gt;I just want you to know who I am&lt;br/&gt;I just want you to know who I am&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-1426187863187010062?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/1426187863187010062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=1426187863187010062' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/1426187863187010062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/1426187863187010062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/irish-by-goo-goo-dolls.html' title='IRISH by: GOO GOO DOLLS'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-5203695895086203910</id><published>2008-07-09T13:51:00.000+07:00</published><updated>2008-07-09T14:07:01.081+07:00</updated><title type='text'>PLN,1 more....</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What a hot day&lt;/span&gt;, padahal mo k padang, ngambil monitor, dvd-rw, mouse, meja, keyboard, etc. Tapi ari asli panas banget! moga-2 bentar lagi bisa lebih sejuk.&lt;br /&gt;Oh, ya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;just now&lt;/span&gt;, barusan diskusi sama Pak Yos. we &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talk manything&lt;/span&gt;, ternyata asyik juga ngomong-2 ama pak yos. Mungkin karena telah balik dari negara Amerika, dia lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;open mind&lt;/span&gt;, lebih egaliter dan demokratis melihat segala sesuatunya.&lt;br /&gt;Sampai kita diskusi tentang PLN (ye... kok nggak enak banget dengar nama tu ya). Semalam lampu mati sampai jam 12-an, pagi-2 banget tadi udah mati, ntar jam berapa ya?&lt;br /&gt;Kemaren ada beberapa orang di Iqra' punya ide, gmana kalau bulan ini kita sepakat nggak bayar rekening listrik. Kira-2 ada nggak peminatnya ya? Gw yakin kalau kita nunggak pasti PLN bakal marah banget. Tapi yang gw tanya ada nggak PLN ngasih kompensasi kepada pelanggan yang dirugikan karena kehilangan pemasukan/omset karena listrik ngadat, ada nggak PLN ngganti rugi barang elektronik rusak, karena pemadaman yang mendadak, PLN berempati nggak kalau pelanggan mesti bertengkar kustomernya karena terganggu aliran listrik yang macet, Ada nggak???????&lt;br /&gt;Kata Pak yos di negara Amerika, hal demikian diatur, konsumen bukan hanya dituntu membayar kewajiban, tapi mereka punya hak yang bisa ditagih, Di Indonesia???&lt;br /&gt;Kalaulah seandainya krisis listrik ini berlangsung sampai 3 bulan, trus PLN nggak ngasih kompensasi sedikit pun, gw doain semoga para Direksi PLN, yang mengatur tentang kebijakan listrik di negara/propinsi ini, yang korup pada PLN (karena ini salah satu faktor utamanya nih) bisa masyuk syurga............................., Amii....nnnn!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wass.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-5203695895086203910?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/5203695895086203910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=5203695895086203910' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5203695895086203910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5203695895086203910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/pln1-more.html' title='PLN,1 more....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-6281267149185857237</id><published>2008-07-08T00:12:00.000+07:00</published><updated>2008-07-08T00:18:37.094+07:00</updated><title type='text'>PLN kapan profesional nya nih?</title><content type='html'>Ass.&lt;br /&gt;Sumatera Krisis listrik. Pemadaman bergilir jadi solusi yang diberikan PLN (Perusahaan Listrik Negara) kepada para konsumennya. Nah, rela nggak rela para penikmat listrik di Sumbar mesti dapat giliran pemadaman listrik, lamanya sih lumayan, untuk ari ni aja di tempat gw matinya ada 6 jam.&lt;br /&gt;6 jam itu sama dengan 1/4 hari. Di tengah zaman seperti ini, kebayang nggak kalau idup nggak pake listrik? Ntahlah sampai kapan kejadian ini berlangsung. Padahal di Sumbar nih punya Pembangkit listrik sendiri, yang katanya didistrubiskan pula ke daerah-2 tetangga. Gimana bisa berbagi listrik dengan orang-2 kalau ternyata buat daerah sendiri tak terentaskan.&lt;br /&gt;Sayangnya kompensasi untuk para pelanggan tidak pernah ada. PLN kalau ada gangguan (yang sekarang nih alasan nya itu) hanya cukup dengan pemberitahuan tanpa ada kompensasi sedikitpun. Jujur aja duit yang melayang karena kehilangan listrik selama 6 jam itu cukup lumayan, bisa lah bayar rekening listrik 1 bulan. Pernah nggak ya PLN mikirin itu?&lt;br /&gt;Gw cuman berarap, krisis ini cepat berlalu. Trus PLN meningkat profesionalitasnya. Amiin.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-6281267149185857237?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/6281267149185857237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=6281267149185857237' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6281267149185857237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6281267149185857237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/pln-kapan-profesional-nya-nih.html' title='PLN kapan profesional nya nih?'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7854014443369645897</id><published>2008-07-06T09:49:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T15:20:08.143+07:00</updated><title type='text'>Sunday Morning....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SHA0AqIrwwI/AAAAAAAAACc/tyI9pK1eBvs/s1600-h/Foto%2813%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SHA0AqIrwwI/AAAAAAAAACc/tyI9pK1eBvs/s320/Foto%2813%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219729154037760770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass.&lt;br /&gt;Pagi nih cerah banget, sun is shining, bird is singing, tadi pagi udah kencing....&lt;br /&gt;Ari ni di depan komputer nih ada Trio LIngua, masih ingat kan, tapi anggota nya sekarang udah beda,&lt;br /&gt;Trio Lingua LA tu anggotanya: Bang Donk (the most handsome man here!), Iyha imuut, dan Iqra'&lt;br /&gt;Tampangnya oke-2 kok:&lt;br /&gt;Tapi kalo mo nanggap Lingua LA, cukup hubungi aja bang Donk, dia leader kita kok!&lt;br /&gt;CP: 0751 8232367, 081363568007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7854014443369645897?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7854014443369645897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7854014443369645897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7854014443369645897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7854014443369645897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/sunday-morning.html' title='Sunday Morning....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SHA0AqIrwwI/AAAAAAAAACc/tyI9pK1eBvs/s72-c/Foto%2813%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-3909201456428409617</id><published>2008-07-06T09:30:00.001+07:00</published><updated>2008-07-06T09:33:40.328+07:00</updated><title type='text'>be wisdom.....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Semakin panjang usia kita, semakin panjang pula catatan pengalaman hidup kita. bagi mereka yang mau memetik pelajaran dan pengalamannya, maka pengalaman jadi kekayaan yang unik baginya. usia membawanya pada kebajikan. sedangkan bagi mereka yang acuh, pengalaman tak lebih dari goresan diatas pasir pantai. usia tak menjamin apa apa selain ketuaan belaka baginya.&lt;br /&gt;meski kita sama sama di naungi oleh langit yang sama, meski kita sama sama diterangi oleh cahaya mentari yang sama, meski kita sama sama digelapi malam yang sama, namun kita tak pernah sama dalam mencerap semua itu. kita melihat cakrawala dari ketinggian yang berbeda. kita melangkah dijalan setapak dengan bobot yang berbeda.&lt;/div&gt;kita mengisi ruang dan waktu dengan besar tubuh yang berbeda pula. maka, meski kita lahir di bumi yang satu, namun kita hidup didunia yang berbeda beda. kita mempunyai sidik dunia pikiran yang tak sama bagi seiap orang. keunikan itu takkan banyak berarti bila tak menjadi kekayaan bagi kita, dan kekayaan itu tak banyak bermakna bila tak membuat diri kita semakin bijak bestari.....&lt;br /&gt;wass&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: http://www.betamedialink.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-3909201456428409617?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/3909201456428409617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=3909201456428409617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3909201456428409617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3909201456428409617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/be-wisdom.html' title='be wisdom.....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-5835140128198810632</id><published>2008-07-05T22:25:00.000+07:00</published><updated>2008-07-13T07:13:46.385+07:00</updated><title type='text'>barakallaahu....</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;barakallaahu laka&lt;br /&gt;wa baraka 'alaika&lt;br /&gt;wa jama'a bainakuma fii khair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ass.&lt;br /&gt;Doa diatas biasa diucapkan untuk mendoakan penganten yang merayakan pernikahan/perkawinan mereka, intinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt; mendoakan semoga Allah memberkahi pernikahan mereka. Doa diatas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gw &lt;/span&gt;ucapkan kepada ante. Malam ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gw&lt;/span&gt; pergi ke tempat pesta pernikahan ante (Sri Dewi Lona, A. Md) dengan Satria Baja Hitam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;eh&lt;/span&gt; Satria Doni. Waktu tuh lampu lagi mati, tapi ternyata tidak mengurangi kemeriahan pesta mereka. Kedua mempelai tampak cantik dan gagah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bangget&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lha iya lah &lt;/span&gt;mereka kan jadi Raja dan Ratu sehari (atau dua ari kali!)&lt;br /&gt;Oh ya, gw arus nulis ini karena emang si ante pernah jadi yang istimewa, walau ternyata ketetapan Tuhan menggariskan dia emang bukan jodoh gw. Dan jujur aja, gw udah niat untuk ngasih kado bagi ante, setelah gw cerita ama Lidia, dia nyarankan untuk ngasih kado buku Kado Perkawinan karangan siapa ya, forget deh. Tapi setelah dipikir-2, diminta pendapat ama orang-2 (specially my lovely beauty sister, ayang 'n ira), dan pemikiran ulang Lidia, kado tersebut nggak jadi dikasihkan, takutnya nanti terjadi fitnah, salah apresiasi dan lain-2.&lt;br /&gt;Oh ya gw kesana bersama Dodit (one of Ante's classmates), awalnya sih udah ngajak Lidia, tapi ternyata dianya nggak mau (dan ini ternyata jadi suatu hikmah bagi gw tentang 'wanita') &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I ought to say thank's to Dodit&lt;/span&gt;, kalau gw sendiri kesana kayaknya nggak deh.&lt;br /&gt;Finally, however gw arus ucapin selamat ama Ante, semoga ante bisa jadi istri yang shalehah, bisa tercipta keluarga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sakinah, mawaddah wa rahmah, Ami...inn.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Wassalam.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-5835140128198810632?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/5835140128198810632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=5835140128198810632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5835140128198810632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5835140128198810632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/barakallaahu.html' title='barakallaahu....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-6193790721666970810</id><published>2008-07-02T07:41:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T15:20:08.413+07:00</updated><title type='text'>Finally, Espana...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SGrRVS2wRCI/AAAAAAAAACU/jrspkdAph-g/s1600-h/juara2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SGrRVS2wRCI/AAAAAAAAACU/jrspkdAph-g/s320/juara2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218213282031092770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum...&lt;br /&gt;Euro 2008 telah berakhir, para seniman lapangan bola  benua biru tersebut telah berakhir menampilkan kepiawaiannya. Telah banyak drama, kejutan serta keharuan yang terlahir disana.&lt;br /&gt;Bagaimanapun Sepakbola kaya'nya jadi magnet yang sangat luar biasa, tak kurang seluruh  lapisan masyarakat yang terbius demamnya, dari Raja,  Kanselir, MEnteri, Tentara, PNS bahkan rakyat kecil pun harus terseret biusnya. Dan satu lagi terbukti olah raga bola sepak ini juga digandrungi para kaum hawa, bisa kita lihat di TV, banyak banget suppoerter dari kaum ini, bahkan Kanselir Jerman  yang cewek tuh, terlihat sangat atunsias sekali menyaksikan/supoort tim Panser.&lt;br /&gt;Finally, drama yang ampir 1 bulan ini dimenangi oleh Tim Matador. Viva Spanyol!&lt;br /&gt;TErbukti tim racikan opa Aragones berhasil mengatasi tekanan Euro 2008&lt;br /&gt;sekali lagi VIVA ESPANA!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-6193790721666970810?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/6193790721666970810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=6193790721666970810' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6193790721666970810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6193790721666970810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/07/finally-espana.html' title='Finally, Espana...'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SGrRVS2wRCI/AAAAAAAAACU/jrspkdAph-g/s72-c/juara2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7041940543661499085</id><published>2008-06-26T11:23:00.000+07:00</published><updated>2008-06-26T12:53:10.898+07:00</updated><title type='text'>getting Paket (Paket C taw Paket B nih..)</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;Hi, Pagi ini gw mo nulis tentang paket, bukan sembarang paket sih, tapi tentang Paket B dan Paket C (kalau Paket B tu, setara SLTP kalau C setara SLTA), cerita nya gini. Secara, gw yang mempunyai Lembaga Pendidikan berhak untuk mengajukan proposal untuk penyelenggaraan Paket Belajar baik yang A (kalau ini setingkat SD), B dan C. Jadi LPK SIEC Padang Pariaman mengajukan usul untuk penyelenggaraan kegiatan ini.&lt;br /&gt;Actually gw ngusulin untuk penyelenggaraan Paket C, karena hemat gw, di daerah gw masih banyak orang yang tidak menamatkan SLTA atau tidak mempunyai ijazah SLTA, nah dalam rangka urug serta dalam pengentasan ini, maka LPK SIEC Padang Pariaman mengajukan usul penyelenggaraan Paket C Persiapan Ujian kepada Dinas Pendidikan Nasional. Proposal ini gw ajukan langsung ke tingkat pusat, jadi eksekutornya nanti adalah pihak pusat, mungkin dananya diambil dari APBN kali.&lt;br /&gt;Proposal gw berikan melalui perantara yang mempunai koneksi ke Jakarta (ari gini kalo nggak ada koneksi emang bisa), dan menurut perantara itu kayaknya proposal mendapat apresiasi yang cukup lumayan, jadi boleh dibilang proposal gw approved, tapi sayangnya, ada perubahan dikit, proposal gw tu diminta untuk jadi menyelenggarakan program Paket B, jadi bingung juga nih, kalau menyelenggarakan Paket B berarti arus mencari warga belajar lagi. tapi kalau nggak diterima nggak enak juga. Tapi finally, gw terima, Insya Allah besok penandatanganan MoU nya, karena menurut perantara gw tuh, Paket C bisa diselenggarakan tinggal bikin berita acaranya aja,&lt;br /&gt;Semoga paket B ini bermanfaat....&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7041940543661499085?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7041940543661499085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7041940543661499085' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7041940543661499085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7041940543661499085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/06/getting-paket-paket-c-taw-paket-b-nih.html' title='getting Paket (Paket C taw Paket B nih..)'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-6567459098395656640</id><published>2008-06-26T00:11:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T15:20:08.556+07:00</updated><title type='text'>My Nephews</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SGJ_dp09s6I/AAAAAAAAACM/L1qmnCl1eaU/s1600-h/DSCI0210.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SGJ_dp09s6I/AAAAAAAAACM/L1qmnCl1eaU/s320/DSCI0210.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215871465869390754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass.&lt;br /&gt;hi, ini lah mereka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-6567459098395656640?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/6567459098395656640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=6567459098395656640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6567459098395656640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6567459098395656640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/06/my-nephews.html' title='My Nephews'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SGJ_dp09s6I/AAAAAAAAACM/L1qmnCl1eaU/s72-c/DSCI0210.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-6625535113933149800</id><published>2008-06-24T20:09:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T15:20:08.688+07:00</updated><title type='text'>RAPIMNAS HIPKI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SGD3dty2WWI/AAAAAAAAABQ/OBg-7fNuAJQ/s1600-h/DSCI0255.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SGD3dty2WWI/AAAAAAAAABQ/OBg-7fNuAJQ/s320/DSCI0255.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215440458376173922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;Pada tanggal 14 - 15 Juni 2008 kemaren, saya berkesempatan untuk mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Himpunan Penyelenggara Pelatihan &amp;amp; Kursus Indonesia (HIPKI) di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih Jakarta. Berdua dengan Bapak Tasrial (utusan Lembaga TTC Kayu Tanam) kami menjadi bagian rombongan dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sumatera Barat. Menilik dari jumlah rombongan DPD-DPD yang datang rombongan dari Sumatera Barat cukup besar ada 18 orang, mungkin karena Ketua Umumnya (Bpk. Drs. Dasril Y Rangkuti) dari Sumbar kali, mungkin yang terbanyak kali.&lt;br /&gt;Banyak kegiatan yang dilakukan, dimulai dari acara Kartini Award (penyerahan penghargaan kepada Pimpinan Kursus dari Kaum Perempuan yang berprestasi, sayangnya 'Kartono' Award nggak ada), Bedah buku Bapak Ketum (oh ya tiap peserta dikasih buku gratis lho, saya dapat 3 malah) sampai acara sidang-2 pleno (yang jujur aja bosenin).&lt;br /&gt;Acara ini dibuka secara resmi oleh Bapak Dirjen Binsus dan Kelembagaan, seyogianya Bapak Menteri yang akan membuka, karena satu dan lain hal maka Bapak Menteri diwakili oleh Bapak Dirjen.&lt;br /&gt;Secara Umum acaranya sih seremonial banget, nggak banyak hal yang menarik, cuman yang menarik kali, bahwa kita bisa bertemu dengan rekan-rekan DPD se Indonesia, dari Aceh sampai ke Papua. Sebagai seorang pengamat orang, ciee.... menarik juga berinteraksi dengan orang-2 yang berlainan secara kultural dan karakter. Kebetulan kami satu kamar ber-4, (saya, Pak Tasrial, Bapak Sugeng dari Jateng dan Bapak Syahrial dari Cianjur), dan ternyata asyik juga sekamar dengan orang Jawa. Mereka ramah-2, baik-2, telaten, dan disiplin. terbukti mereka paling nyinyir kalau kita terlambat masuk aula pertemuan.&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang menarik, pada kesempatan itu, saya bertemu dengan para pendekar-2 kursus. orang-2 yang berhasil dalam membesarkan kursus, Mulai dari Bapak Syahrial Yusuf (bossnya LP3I), Bapak Bagia (juragannya Teknos), Bapak Ali Badaruddin (Ownernya LPIA) serta Bapak Bapak Nasrullah Yusuf (komandannya Teknokrat). Tapi jujur aja saya salut sama dua nama terakhir bukan karena Bapak Ali Badaruddin sebagai Ketua Panitia, Atau Bapak Nasrullah Yusuf menjabat juga sebagai Ketua DPP HISPPI (Himpunan Seluruh Pengajar dan Penguji Indonesia) tapi memang sosok beliau berdua sungguh memikat. Sebagai Pimpinan Kursus mereka telah tergolong sukses, bahkan dengan rekan dari DPD saya coba-2 menghitung pendapatan Bapak Nasrullah tidak kurang dari 300 jt per bulan, sedangkan Bapak Ali Badaruddin lembaganya telah menjadi lembaga yang mempunyai cabang di banyak propinsi. Tapi mereka tetap menjadi pribadi yang low profile, pribadi yang tawadhu', saya tahu persis Bapak Ali Badaruddin tu, shalatnya khusyu' banget. Tidak terkesan sombong, atau jumawa dalam tutur katanya.&lt;br /&gt;Kayaknya, mesti banyak belajar dari tokoh-2 tersebut nih.&lt;br /&gt;Oh ya, Acara HIPKI ditutup dengan memberikan rekomendasi kepada DPP HIPKI, antara lain untuk tetap terus berjuang, sebagai wadah dari pengelola Kursus se Indonesia dalam memperjuangkan aspirasinya terutama terhadap kebijakan-2 Pemerintah yang memang terkadang tidak seirama dengan dunia pendidikan Luar Sekolah. Karena Pendidikan Non Formal sesuai dengan yang diamanahkan UU Sisdiknas mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dengan Pendidikan Formal.&lt;br /&gt;Juga Rapimnas merekomendasikan kepada seluruh DPD untuk tetap meningkatnya kompetensi para penyelenggara Kursus sehingga Kursus dapat memberikan satu pencerahan di dalam carut marut dunia pendidikan kita.&lt;br /&gt;Acara ini ditutup dengan Photo bersama dan ditutup secara resmi oleh Bapak Drs. Dasril Y Rangkuti selaku Ketua Umum HIPKI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-6625535113933149800?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/6625535113933149800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=6625535113933149800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6625535113933149800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/6625535113933149800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/06/rapimnas-hip.html' title='RAPIMNAS HIPKI'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SGD3dty2WWI/AAAAAAAAABQ/OBg-7fNuAJQ/s72-c/DSCI0255.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-1477183277446718490</id><published>2008-06-11T19:38:00.000+07:00</published><updated>2008-06-11T19:41:17.891+07:00</updated><title type='text'>Welcome Euro 2008</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;Finally, Euro 2008 akhirnya datang juga, artinya musim begadang mesti dilewatin lagi, artinya malam-2 di Iqra' Computer akan lebih ramai. Ayo, sapa jagoannya, Gw sih dari dulu tetap Belanda, semoga anak asuhan Marco Van Basten bisa jawara kali ini, jadi memori 20 tahun ini bisa diulang,&lt;br /&gt;Wass&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-1477183277446718490?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/1477183277446718490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=1477183277446718490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/1477183277446718490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/1477183277446718490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/06/welcome-euro-2008.html' title='Welcome Euro 2008'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7638839280932744118</id><published>2008-05-31T22:47:00.000+07:00</published><updated>2008-05-31T23:38:47.765+07:00</updated><title type='text'>this Saturday Night......</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;This Saturday Night!&lt;/span&gt; Ini kan Malam Minggu, gitu kira-2 bahasa kita, artinya besok ari Minggu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you know &lt;/span&gt;lah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I hate Sunday&lt;/span&gt;.... Tapi malam ini gw aman-2 aja kok, Oh ya kemaren komputer buat Iwa-k udah datang, gimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bro&lt;/span&gt;, kita installin lagi?,  smoga usahanya ntar baek-2 aja,&lt;br /&gt;Oh ya yadi sore si Apit nelpon, asli &lt;span style="font-style: italic;"&gt;suprised&lt;/span&gt; bangget, (kemana aja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diak&lt;/span&gt;, kok nggak ada kabar), pertamanya sih dia sms, berhubung karena nomornya udah nggak ada di memori hp gw, jadi nggak tau dari sapa? katanya dia mimpi kalau gw sama ajo lagi coba nahan oto di tepi jurang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;what a dream!&lt;/span&gt;) jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feel&lt;/span&gt;nya macam-macam, jadi dia nelpon (ternyata masih ada nomor dahil ya pit)&lt;br /&gt;Karena gw penasaran gw telpon balik, ternyata emang si Apit, dan berhubung udah lama..aaa... bangggee...tt nggak ngomong, jadi ngomongnya agak panjang deh, nanya-2 gimana kabar, kabar anaknya (berhubung dia udah punya anak, sapa ya nama anaknya, kalau nggak salah si Zidane), kabar amak, and &lt;span style="font-style: italic;"&gt;all her family&lt;/span&gt;, yah semua baik-2 aja. Gw juga nanya, napa sih kok nggak pernah ke SIEC lagi, dan satu lagi ternyata dia salah seorang pengajar di TCC (lembaganya Bu Sophie) Kayu Tanam, tapi kok nggak pernah ikut-ikut acara-acara HIPKI, atau HISPPI.&lt;br /&gt;cerita punya cerita............ternyata emang dia ada masalah, sayangnya hal tersebut gak bisa dijelasin di blog ini, gw cuma berarap masalah si Apit cepat selesai, semoga keluarganya menjadi tentram, bahagia, bisa membesarkan anak-anak dengan baik sehingga jadi anak yang saleh dan salehah! amiii..nn.&lt;br /&gt;Oh, ya si Lidia... (cie...kalau nulis ini jadi semangat nih) kemaren ada acara lagi di Payakumbuh, kayaknya lanjutan acara kemaren-kemaren, acaranya sih wawancara doang di daerah Situjuh. Sayang, Dia nya nggak singgah di monumen Situjuh, padahal itu salah satu monumen, perlambang perlawanan rakyat Situjuh, Payakumbuh terhadap pendudukan Belanda. Acaranya ada dua hari, Rabu ama Kamis, perginya sih bersama si Rahmi (kalian dwi tunggal kali!) dan Alhamdulillah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;everything's OK&lt;/span&gt;, sampai Lidianya nyampe di rumah. Yang mo gw nulis, dan ini jadi salah satu hal lagi yang bikin gw yakin banget terhadap pilihan gw,&lt;br /&gt;yaitu...&lt;br /&gt;ketika mo balik dari Payakumbuh, gw ampir 'menemani' nya sepanjang perjalanan pulangnya, kira-2 ada satu jam an lah kita telp.-2an, maksud gw biar Dia nggak bete aja, dia kan pulang sendirian karena si Rahmi udah balik ke Solok, dan Dia kan nggak tahanan kalo naik mobil, kebiasaan mual (dan mabok trus muntah) lumayan juga lah, jadi biar rame gw utus suara gw nemanin. Dan udah nyampe di rumahnya, Dia ngomong tepatnya sih ngingatin gw (sebenarnya kita) kalau kita mesti membatasin  percakapan, karena emang takutnya kita udah nyampe pada batas-2 yang belum dibolehkan. Jadi masuk mawadah nantinya, kita kan mesti mempertanggungjawakan segala hal nantinya kepada Sang Khalik, dengan bahasa yang tepat Dia coba ngingatin kita, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;absolutely&lt;/span&gt; gw setuju &lt;span style="font-style: italic;"&gt;a hundred percent&lt;/span&gt;. Karena emang kita udah komitmen, kita harus jaga hubungan ini dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;border&lt;/span&gt; yang tepat, Ya nggak, Pokoke Aa' setuju Dia, sekali lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thank's, 4 remind us&lt;/span&gt;!!! semoga selalu terjagalah hubungan ini.&lt;br /&gt;Busyet, satu lagi nih, ceritain nggak ya... ceritain aja ya. Gini Bapak Drs. Rosman our &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Big Boss &lt;/span&gt;sayangnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;my respect (n friends)&lt;/span&gt; udah banyak banget berkurang karena kasus Poligaminya, punya maksud, maksudnya sih baik dan gw arus ngucapin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thank's so much&lt;/span&gt;, yaitu menjodohkan gw dengan adiknya Bang Buyung (angus), tapi gimana ya, seharusnya dia udah tahu tuh kalo gw nggak suka n nrima, apa harus dengan penjelasan verbal, kali ya? Dan tadi siang Dia ngasihkan foto si cewek, Tapi gimana ya, sekali lagi gw sih bukannya nolak, tapi dalam hal ini, rasanya sih gw masih punya hak untuk nyari sendiri, merangkai sendiri, emang beberapa kali gw coba untuk nyari, ngerangkai dan emang belum ada yang sampai ke tujuan, tapi gw yakin itu karena Sang Pengatur belum memberikan, dan sekarang ini gw udah punya pilihan, dan dalam proses merangkai, dan ampir di setiap doa gw, gw arap ini adalah pilihan terakhir, Amin. jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Please&lt;/span&gt; deh Pak, mungkin tuh cewek bisa dapetin yang lebih baik dari gw. Oh ya, gitu aja dulu deh, ntar-2 disambung lagi...&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7638839280932744118?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7638839280932744118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7638839280932744118' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7638839280932744118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7638839280932744118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/this-saturday-night.html' title='this Saturday Night......'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-9192675993627639749</id><published>2008-05-26T22:01:00.000+07:00</published><updated>2008-05-26T22:10:36.839+07:00</updated><title type='text'>so...what?</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb....&lt;br /&gt;Lama banget rasanya, tidak menulis di blog ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt; kali ini ada kesempatan untuk nulis, abis bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Price List &lt;/span&gt;komputer dan Laptop (untuang-2 laku, Amii...nn) jadi kepengen nulis lagi.&lt;br /&gt;Banyak hal sebenarnya yang pengen ditulis, jadi nggak tau mo mulai dari mana.&lt;br /&gt;Ari ini gw lumayan sibuk, meskipun nggak ada yang istimewa, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;just routine activities&lt;/span&gt;. Tapi tadi sore sempat main futsal, wuiih, asli capek bangget, karena udah lama banget nggak main, jadi pas main tadi kerasa banget capeknya. Semoga ari-2 ke depan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan. Badan enak aja rasanya kalau sore ari bisa olahraga.&lt;br /&gt;Oh ya, Mr Iwa-K udah mulai siap warnetnya (udah 80% lah),  dan gw udah ngorder barang pada si Mul di Mangga Dua buat warnetnya Iwa-K, semoga sukses aja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bro!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ye.., ada tamu gw nih, segini aja dulu ya&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-9192675993627639749?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/9192675993627639749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=9192675993627639749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/9192675993627639749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/9192675993627639749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/sowhat.html' title='so...what?'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7432900432801714921</id><published>2008-05-18T09:58:00.000+07:00</published><updated>2008-05-19T20:19:28.365+07:00</updated><title type='text'>may, this' a nice Sunday</title><content type='html'>Assalamualaikum....&lt;br /&gt;Hari ni hari Minggu, udah jam 10:00, gw belum mandi, lagi sendirian di Iqra' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;e'body's gone...&lt;/span&gt;) dan nggak tau mo ngapa, Gini deh kalau ari Minggu. Kadang berharap ada yang ngajak kemana kek, atau ngapain kek yang penting &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I get activities...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi ari ini sebenarnya gw juga ada acara pi ntar siang... Pergi baralek ke tempat Pak Irwan Kinun, ye..... mesti make baju batik juga nih. Nggak pa-2 deh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;atleast&lt;/span&gt; ari ini gw ada acara, oh ya buat semua semoga ari minggu kali ini cerah, secerah Mentari di luar...&lt;br /&gt;wassalam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7432900432801714921?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7432900432801714921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7432900432801714921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7432900432801714921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7432900432801714921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/may-this-nice-sunday.html' title='may, this&apos; a nice Sunday'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-7408643159306616012</id><published>2008-05-17T00:21:00.000+07:00</published><updated>2008-05-17T01:29:17.789+07:00</updated><title type='text'>whadda..?</title><content type='html'>Assalamualaikum..&lt;br /&gt;Terbukti kan kalau ternyata memang untuk bisa nulis tiap ari di blog ini nggak juga bisa-bisa, padahal niatan awalnya memang mesti tiap ari, nggak tau napa, mungkin inkonsistensi niat, atau waktu nya yang nggak pernah pas....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;whatever&lt;/span&gt; lah yang pasti kali gw nulis lagi di blog ini...&lt;br /&gt;mesti nulis dari mana ya,? Oh ya senja tadi gw nonton pertandingan Piala Thomas antara Tim Indonesia VS Korea, sayangnya Tim Indonesia mesti ngalah 3-0, (Sony, Markus/Hendrawan dan Taufik Hidayat mesti keok sama jagoan Korea) padahal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moment&lt;/span&gt; Piala Thomas dan Uber kali ini udah bagus, bertepatan dengan 100 tahun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Our National Awakening&lt;/span&gt;. Tapi mo apa dikata, kalah ya kalah semoga tahun-2 ke depan prestasi olahraga kebanggaan negeri ini bisa bangkit. Oh ya besok ada pertandingan Final Piala Uber, antara Indonesia VS China, bisa nggak Pia Zubadiah dkk bikin kejutan, karena di atas kertas tim dari Tirai Bambu ini menang dari Merah Putih, kali aja Susi Susanti yang dipercayai memanajeri Tim Uber kita kali ini punya racikan khusus buat nundukin Srikandi-2 negeri Tiongkok tersebut, semoga.... sehingga kekecewaan yang didapati dari hasil Piala Thomas dapat terobati, Ami..n.&lt;br /&gt;Tulis apa lagi ya..? Oh ya mungkin tentang Lidia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;my wife to be...&lt;/span&gt;) ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lho my great inspiration &lt;/span&gt;saat ini. Sebenarnya menurut gw &lt;span style="font-style: italic;"&gt;progress &lt;/span&gt;hubungan kami udah bagus, artinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;we've know each other &lt;/span&gt;(terutama tentang perasaan), ada satu sms paling indah yang gw terima dari Dia kalau nggak salah redaksinya... dengan Basmalah Dia terima aa' jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;my husband to be&lt;/span&gt;......... cie... gak tau berapa kali ya gw baca sms itu. Tapi mudah-2 an ni awal yang baik buat rencana besar gw (dan mudah-2an Dia juga) ke depan, smoga selalu dibingkai dengan Ridho Allah (coba', Dia nrima gw  sbagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;her&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;husband to be&lt;/span&gt; aja dengan Basmallah), yang jelas Do'a gw ba'da shalat udah nambah satu, he..he...he...&lt;br /&gt;Oh ya kemaren juga Dia nulis... (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I like u'r style 2 express ....&lt;/span&gt;), gw kira sih tentang pengalamannya di Payakumbuh (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;i asked it!&lt;/span&gt;) ternyata tentang .... Dia dan perasaannya. Dan gw baca tulisan yang berjudul sekilas info (kok kaya acara tv ya?) mungkin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;udah hundred times,&lt;/span&gt; Isinya sih tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia's experiences&lt;/span&gt; (yg kaya'nya gak usah ditulis disini nih), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feel n others &lt;/span&gt;dan tentunya buat gw (cie..) tapi yang paling gw suka tu yang ini nih..&lt;span style=""&gt; mungkin apa yang Aa’ rasa dan yang Aa’ inginkan ga jauh beda ma keinginan ana,... dan ......&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Makasi atas pengertian Aa’&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;and &lt;b style=""&gt;I HOPE ALLAH MAKE OUR DREAM COME TRUE….AMIN.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Jujur aja inilah yang mungkin buat hubungan gw dengan Lidia ini kerasa beda, Dia selalu membingkainya dengan bingkai yang tepat, bingkai Ridho dari Sang Kuasa, Sang Penguasa Hati. Ini yang buat motivasi diri menjadi lebih. Karena gw ngedapetin kekuatan untuk bisa jadi insan yang lebih baik, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;try to better each day&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dan dari komunikasi kita, gw tau kalau Dia lagi mendalamin perasaannya, ngumpulin keyakinan dan meng-azzam-kan (kok jadi ingat Ketika Cinta Bertasbihnya Kang Abik ya?) niat dalam merangkai sebuah biduk keluarga yang sakinah.&lt;br /&gt;Mau nggak mau gw mesti banyak berubah, banyak hal yang mesti dipenuhi tentunya untuk jadi seorang Imam buat Lidia. Karena memang banyak hal juga yang belum gw bisa, kadang penyakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;loss motivation, blank idea, low confidence &lt;/span&gt;dan sifat-2 nggak baik masih banyak melekat di diri ini. Semoga, sekali lagi mudah-2 an Allah Ridho, dan memberikan kekuatan kepada gw dan Lidia untuk selalu berikhtiar dalam perbaikan diri sehingga pada waktunya (jgn lama-2 ya..) kami siap untuk jadi pasangan yang saling melengkapi (yang jelas salah satu syarat untuk menggenapkan agama masing-2 udah terlaksana... ) terutama dalam jalan Da'wah sebagai misi utama insan di muka bumi ini. Amiii...nn (yg sempat baca blog ini doa'in juga ya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thanks b4...&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I think that's all 4 2day&lt;/span&gt;, semoga ari-2 lain gw bisa lebih kreatif dalam nulis di blog ini.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-7408643159306616012?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/7408643159306616012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=7408643159306616012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7408643159306616012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/7408643159306616012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/whadda.html' title='whadda..?'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-3132732868023744476</id><published>2008-05-12T00:08:00.000+07:00</published><updated>2008-05-12T00:44:29.334+07:00</updated><title type='text'>udah cukup larut</title><content type='html'>Ass.&lt;br /&gt;Hari udah jam 12:09, pi belum juga tidur, emang belum bisa, lagian gi ada pekerjaan dikit lagi. Komputer kantor camat yang diserang 'virus' &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Godham&lt;/span&gt; (sapa sih yang ciptain virus mematikan ini?) mesti diselesaikan (coki lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update AVG&lt;/span&gt;, semoga dengan cara ini bisa teratasi, pi jgn lupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scan&lt;/span&gt; dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;safe mode&lt;/span&gt;), kalau nggak selesai, bisa-2 kantor camatnya ngadat.....&lt;br /&gt;Ari ini cukup banyak juga kegiatan, mulai dari ngantarin komputer yang dibeli ni Rina, pergi baralek t4 bu Mar (urang juo baru lai..... kapan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;man?&lt;/span&gt;) sampai sekarang mesti nyelesaian komputer kantor Camat, lelah juga deh, pi gimana lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;this' my job!&lt;/span&gt;, ya nggak?.&lt;br /&gt;Oh ya gw ada berita bagus nih, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;1-st&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;finally&lt;/span&gt; MU jadi juara di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;English Premierle League&lt;/span&gt;, jadi para pendukung Chelsea mesti nrima kenyataan bahwa klub kesayangannya mesti finish urutan 2, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bravo MU!&lt;/span&gt;, dari awal emang prediksi gw pasukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fergie's babes&lt;/span&gt; bakalan jadi jawara Liga Inggris  meskipun kepastiannya arus nunggu sampai pekan terakhir. Gol Christiano Ronaldo dan Ryan Giggs memastikan gelar ini kembali ke Old Trafford, semoga anak-anak Mancherster ini juga bisa bawa Piala Champions ke ranah Inggris di pertandingan Final di Stadion Luzhny Moskow tanggal 22 Mei 2008, yang sekali lagi mesti ngelawan pasukan Chelsea, prediksi gw nih MU bakal menang lagi, skornya terserah lah.....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2-nd&lt;/span&gt;, pasukan Thomas Indonesia akhirnya walau dengan susah payah bisa ngatasin tim Thailand dengan skor 3-2, walau arus ketinggalan 1-0, dan 2-1. Nggak tau, kenapa Tunggal-tunggal Indonesia (Sonny ama Taufik bisa kalah ama pemain Thailand) penampilannya bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;down&lt;/span&gt;,  untung Ada Simon Santoso yang jadi pahlawan malam ini, mungkin lagi demam panggung, pi jangan terulang lagilah.... nggak kebayang kalau Indonesia bisa kalah dari Thailand di cabang Badminton, Apa kata dunia??&lt;br /&gt;Anyway coki udah siap nge-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;update AVG&lt;/span&gt; nya, gw mesti kerja lagi, gw udah janji ma Pak Camat, komputernya mesti kelar malam ini, semoga bisa dapat istirahat lah, lagian besok kan mesti ndampingin Lidia 'privat' komputer. Dan yang ini nggak boleh ketinggalan nih, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I always wait for these moments (beside u Dia...)&lt;/span&gt; Gini aja dulu ya..&lt;br /&gt;Wass.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-3132732868023744476?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/3132732868023744476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=3132732868023744476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3132732868023744476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/3132732868023744476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/udah-cukup-larut.html' title='udah cukup larut'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-5587648162962125043</id><published>2008-05-09T01:03:00.000+07:00</published><updated>2008-05-09T01:48:01.052+07:00</updated><title type='text'>sms merah, sms merah muda, sms santet,..... bbm mo naik</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamualaikum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Habis makan nasi goreng sama pak Os dan Anggai, nggak tau nih perut terasa lapar aja, padahal udah mo tidur tadi, sambil baca Laskar Pelangi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;finally&lt;/span&gt;, bisa juga baca buku ini, kabarnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the most powerful novel&lt;/span&gt; yang pernah ada di Indonesia) baru baca 1/4 nya aja udah terkesima....&lt;br /&gt;Karena baru sudah makan, jadi belum bisa tidur, jadi dari pada nganggur, baiknya nulis, lagian dalam satu hari ini ada berita menarik tentang sms merah, atau telpon masuk yang berwarna merah yang bisa bikin orang langsung meninggal, dahsyat kan? Lebih-2 tadi sekitar jam 10-an nelpon Lidia (cie.....) ternyata Dia sedang berada di RS Ibnu Sina Payakumbuh, melihat salah seorang korban sms merah tersebut (kabarnya...). Mau nggak mau jadi menarik juga ceritanya, padahal waktu siang Lia, Ulya dan masyarakat di Iqra' udah ngomongin ini, dan jujur aja malas aja nanggapin nya. Hanya membetot waktu dan pikiran, percuma....&lt;br /&gt;Tapi, menurut Lidia, fenomena ini cukup membuat khawatir, bahkan di RS Ibnu Sina&lt;span style="font-style: italic;"&gt; tuh&lt;/span&gt;, sampai-2 ada anggota Dewan yang melihat (mudah-2an dia kesana untuk menentramkan warga), Menurut hemat gw, kalau emang udah meresahkan sebagian warga (terbukti Lidia juga cukup khawatir, bahkan Dia mo ngomongin gw, Aa'nya ini untuk hati-2, thank's!) pihak pemerintah, penegak hukum, atau semua pihak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kudu&lt;/span&gt; ambil tindakan, tentunya untuk menentramkan warga, yang paling kasian sih nantinya warga yang bergerak di bisnis HP, pasti deh omzetnya menurun. Penilaian gw tentang ini sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Fenomena ini menurut gw, murni perbuatan iseng, meski perbuatan ini akhirnya membuat ekses yang tidak baik, atau memang ada niatan orang yang memang bikin orang rusuh. Masalahnya tadi tuh, Ipang liat berita di TV kasus ini di Riau udah terungkap (kabarnya bermula dari daerah ini) tukang kirim sms ini hanya iseng, dan terinspirasi dari film kartun Red Angle atau apa judulnya, lupa! dan udah bikin pengakuan. Mudah-an  kalau benar ada pengakuan seharusnya juga disebarkan seperti layaknya penyebaran kabar iseng ini, biar masyarakat tentram..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau memang isi sms nya bewarna merah, atau telponnya berwarna merah (abis gw belum pernah nrima sih, jadi nggak tau!) mungkin aja bentuk aplikasi dari HPnya atau dari operator, atau mereka memakai fasilitas&lt;span style="font-style: italic;"&gt; infra red&lt;/span&gt;, jadi tentu aja warnanya merah, trus kenapa mesti ada korban? yang ini nih, mesti ada pendalaman, apa benar karena sms nya, atau karena penyebab lain? soal yang di Payakumbuh tu, bukannya gak mo membenarkan apa yang dibilang Lidia, tapi sekali lagi mesti ada pendalaman, kata Lidia sih, orang nya gak bisa ngaku A', dan lagi HP ama nomornya udah dibuang, jadi untuk pengusutan kaya'nya sulit jadinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau diliat di internet, pendapat para netter sih ampir seragam gak ada yang percaya, yang rada ngasih komen kontreversial hanya Ki Gendeng Pamungkas, yang membenarkan kalau bisa nyantet orang via sms, tapi untuk tokoh satu ini, gw sih nggak pernah nanggap, abis dari namanya aja udah ketahuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Soal sms merah, yang paling asyik tuh sms merah muda, pernah dengar istilah ini nggak, sms merah muda tuh, sms dari seseorang yang disayangi, biasanya isi nya tentang motivasi, ungkapan rasa sayang atau ucapan selamat, kalau yang ini sih gak ada bahayanya kecuali sih kalau sampai membuat orang kehilangan kesadaran, atau udah masuh wilayah mawadah yang udah kelewat deviasinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tapi ada satu lagi nih, jangan-2 isu ini hanya larian dari isyu yang lebih penting, yaitu tentang rencana kenaikan BBM, kalau benar naik nih, asli bangget gw kecewa pada SBY dan melalui blog gw ngajak sapa saja, jangan dipilih lagi beliau untuk jadi Presiden untuk ke-2 kalinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Oh ya, di Detik Com ada berita tentang kedatangan Bill Gates ama Craig R Barret (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tau kan mereka&lt;/span&gt;, yang satu Bos Microsoft, satu Lagi Bos Intel) ke Indonesia, menurut gw ini baru berita penting, semoga kunjungan dua Tuan Terhormat ini membawa kabar baik, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mana tau&lt;/span&gt; Mr Bill mo ngasih Software Windows gratis buat warga Indonesia, atau ngeluarin kebijakan Windows jadi Open Source atau apa aja deh yang nguntungin msyarakat perkomputeran di Indonesia, kalau benar tambah salut pada orang yang jadi nomor tiga terkaya di jagad ini.&lt;br /&gt;Semoga aja ya, kedatangannya ke sini bawa berita baik, Amii...n&lt;br /&gt;Yeee... nggak terasa udah ngantuk sekian aja dulu,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wassalam...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-5587648162962125043?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/5587648162962125043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=5587648162962125043' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5587648162962125043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5587648162962125043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/sms-merah-sms-merah-muda-sms-santet-bbm.html' title='sms merah, sms merah muda, sms santet,..... bbm mo naik'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4681258976137915182</id><published>2008-05-07T23:33:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T23:46:11.784+07:00</updated><title type='text'>mo tidur</title><content type='html'>Ass.&lt;br /&gt;nggak terasa jam udah 11:33 di laptop gw, dan mata ini actually udah ngantuk, mo tidur, tapi tadi udah ada niat buat nulis di blog ini, terpaksa diusahain juga, biar tulisan nya dikit aja....&lt;br /&gt;Abis Isya... dan gw berdoa (oh ya tadi Lidia.....jadi kan Dia? juga nitip doa, padahal nggak dititip pun gw kan doain juga Dia...!) semoga besok bisa lebih cerah, lebih baik, lebih banyak manfaat yang bisa dikerjakan)&lt;br /&gt;Apa lagi ya? sebenarnya mo nulis tentang apa saja yang 'kita' omongin dengan Lidia tadi, Di telpon banyak hal yang kita omongin, nggak tau' napa kalau nelpon Dia, selalu berada dalam gradasi semangat yang cukup tinggi (kaya'nya bener-2 nih kala gw udah jatuh cinta, mau kan Dia?). Cukup panjang sih pembicaraanya, tapi.... konklusinya aja yang gw tulis ya, pokoknya gw udah punya niat yang baik, tulus dan ikhlas, ngajak Dia untuk mau membina sebuah bahtera yang sakinah, mawadah (ni nih... kata orang-2 yang bisa jadi semangat idup...) wa rahmah, dan menrut gw (mudah-2an jgn karena ke ge er an aja) Dia, juga punya niat yang sama, meski kita mesti butuh waktu dikit lagi, (semoga Allah Ridho....).&lt;br /&gt;Busyet kayaknya mata nggak mo diajak kompromi lagi, cukup sekian aja dulu.&lt;br /&gt;4x4 = 16&lt;br /&gt;sempat gak sempat ntar diperjelas....he.he...&lt;br /&gt;Wass.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4681258976137915182?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4681258976137915182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4681258976137915182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4681258976137915182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4681258976137915182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/mo-tidur.html' title='mo tidur'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4837229791560912176</id><published>2008-05-05T12:54:00.001+07:00</published><updated>2008-05-05T13:00:04.990+07:00</updated><title type='text'>after lunch.....</title><content type='html'>Ass.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, udah kenyang, we got big lunch,da telor dadar nupiak yang ternyata sampai ari ini masih enak....  gi nungguin si Ir beli samsu, tau kan gmana rasanya abis makan nggak dapat rokok? nggak tau ya? gak pa2 deh, Here're Lia n Yulia, (Iqra Computer's girls), dari wajah mereka sih kekenyangan juga, terliat mereka nggak bisa berdiri, dan mereka udah duduk ampir 10 menit lo, makanya seperti kata Rasul, makan tu sebelum lapar dan brentinya sebelum kenyang....&lt;br /&gt;Finalliy, si Ir dah datang gw ngerokok lagi, Lia dan Ulya pun telah berdiri.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4837229791560912176?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4837229791560912176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4837229791560912176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4837229791560912176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4837229791560912176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/after-lunch.html' title='after lunch.....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-2833811626408174610</id><published>2008-05-04T20:12:00.000+07:00</published><updated>2008-05-04T20:14:30.142+07:00</updated><title type='text'>Tererojing....</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr Wb,&lt;br /&gt;Tererojing maksudnya disamping ada si ajo lagi gitar sekaligus mainin giriang-2, sayang nggak bisa diviualisasikan sih, ebaa...t jo, Keep going guy!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-2833811626408174610?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/2833811626408174610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=2833811626408174610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/2833811626408174610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/2833811626408174610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/tererojing.html' title='Tererojing....'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-5079785454132821842</id><published>2008-05-04T16:39:00.000+07:00</published><updated>2008-05-04T20:10:40.165+07:00</updated><title type='text'>nulis sambil ngopiin cd si zal</title><content type='html'>&lt;em&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Alhamdulillah selesai juga rapat Evaluasi dan Koordinasi Instruktur Bahasa Inggris di lingkungan LPK SIEC Padang Pariaman, walau nggak semuanya adir (rina pergi ujian Akta IV n Reni sang koordinator ikut seminar, tapi kok nggak diberitahu dari awal sih Ren?) tapi jalannya rapat aman-2 aja, walau sebentar terinterupsi dengan kedatangan Mr. Ruswan Tanjung yang nyutuh isi bio data anggota FKPM (bukankah dulu sudah ada bro?). Banyak hal yang bisa dipetik dari rapat yang berisi lebih banyak tentang curahan hati para instruktur. Asyik juga, karena sekali lagi gw dapat kesempatan untuk lebih bisa mengenal orang. Gw jadi lebih faham ternyata penting bangget untuk lebih mengontrol diri untuk bersikap terhadap orang lain, karena ternyata yang jadi masalah diantara mereka (&lt;em&gt;all instructors&lt;/em&gt;) lebih terhadap cara berkomunikasi yang kurang baik (gw tampaknya arus lebih banyak belajar lagi nih), dan untungnya keadaan tersebut sudah agak lebih cair, semoga ke depan keadaan akan lebih baik, amiiin.&lt;br /&gt;Oh ya, karena rapat tadi tu, terpaksa ngopy-in cd si zal jadi terlambat, nih lagi ngetik nih sedang ngopying cd nya si apauak, sorry ya bro!.&lt;br /&gt;Oh ya, gw pengen nulis dikit tentang Lidia, Ari ini my wife to be (Amiii...nn) lagi ikut penataran di Payakumbuh (di Hotel Bundo Kanduang), terakhir posisinya di simpang Jl ke Batusangkar, lagi mo makan di rumah temannya, makan yang banyak Dia, A' disini udah kenyang kalau Dia udah kenyang juga. take care aja disana Dia, jangan lupa, anything happens just call me!&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-5079785454132821842?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/5079785454132821842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=5079785454132821842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5079785454132821842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5079785454132821842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/nulis-sambil-ngopiin-cd-si-zal.html' title='nulis sambil ngopiin cd si zal'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-5167051371104251438</id><published>2008-05-04T08:17:00.001+07:00</published><updated>2008-05-04T16:39:48.647+07:00</updated><title type='text'>I Hate Sunday (inspired by BIP)</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;matahari menyambut pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;sinari hari ini yang indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;tak ada hujan cerah sekali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;tapi aku tak suka hari Minggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;BIP&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, Minggu datang lagi, dan ari minggu kali ini cerah banget, kayaknya mentari ramah banget ama bumi, seakan pengen menyemangati manusia di bumi ini dalam menjalani aktivitas.&lt;br /&gt;Lia dan Ulya udah datang, udah bersih-bersih (&lt;em&gt;thank's girls&lt;/em&gt;!), gw belum mandi, pagi-2 buka my blog, gw buat blog ini jadi default pada Mozila server ini, biar orang-2 bisa baca n kasih comment, biar tambah rame nantinya.&lt;br /&gt;Gw cuma berharap ari Minggu kali ini lebih meriah, untung gw ada acara ntar siang jam 13.30 WIB. Rapat Evaluasi dan Koordinasi para Instruktur Bahasa Inggris (&lt;em&gt;C'mon Bro n sisters, u all should Ishlah ya!&lt;/em&gt;, ngapain diam-2 kaya' kucing sakit gigi, tu!). Oh ya dalam undangan yang gw tandatanganin itu disebutin untuk datang ontime bangett. it means gw nya yang gak boleh terlambat, coba kalau terlambat, apa kata dunia?&lt;br /&gt;Oh ya mungkin ari minggu kali ini, i gett a lof of activities, semoga aja bisa meriah!&lt;br /&gt;Mau be'ol nih segini aja dulu Ya, Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-5167051371104251438?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/5167051371104251438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=5167051371104251438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5167051371104251438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/5167051371104251438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/i-hate-sunday-inspired-by-bip.html' title='I Hate Sunday (inspired by BIP)'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4780260825848551140</id><published>2008-05-04T00:36:00.000+07:00</published><updated>2008-05-04T08:17:06.074+07:00</updated><title type='text'>Alur Cinta (some texts taken from Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim, Salim A. Fillah)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta adalah putera dari kecocokan jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan jikalau itu tiada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta takkan tercipta, dalam hitungan tahun, bahkan millenia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kahlil Gibran&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahlil Gibran, seorang penulis kelahiran Lebanon, sudah terkenal sekali piawai dalam menulis tentang cinta, bahasanya yang mendayu, metamor yang digunakan serta kemampuan dalam menyentuh 'jiwa' membuat penulis ini jadi rujukan, bahkan tak sedikit para penulis lirik lagu terinspirasi (jikalau tidak mengadopsi) tulisan penyair yang juga sekaligus pelukis ini.&lt;br /&gt;Sebagai pembuka tulisan dari Alur cinta ini, tulisan Kahlil bisa jadi rujukan, kenapa? Karena memang terkadang terciptanya Cinta antara sepasang kekasih masih menjadi debatable, ada banyak teori mengenai ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trus&lt;/span&gt; gimana sebenarnya alur cinta ini seharusnya?&lt;br /&gt;Perlu diperjelas, bahwa alur yang penulis maksud disini adalah, bagaimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt; seharusnya kronologis perjalanan cinta yang dijalani sesorang dilakukan sampai mereka membina sebuah rumah tangga.&lt;br /&gt;Setelah ditelisik lebih jauh, ada satu referensi yang sepantasnya menjadi acuan mutlak, yakni Alqur'an. Allah bersabda pada Surat &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ar Ruum ayat 21,&lt;/span&gt; sebagaimana yang sering kita lihat dalam undangan walimahan,&lt;br /&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian dari &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;anfus &lt;/span&gt;(jiwa-jiwa) kalian sendiri, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;azwaaj &lt;/span&gt;(pasangan hidup), supaya kalian ber-&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;sakinah &lt;/span&gt;kepadada-Nya dan dijadikan-Nya diantara kalian &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;rahmah&lt;/span&gt;, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, inilah yang kita punya. Inilah manhaj yang seharusnya kita jadikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;plot&lt;/span&gt; (alur) dalam menjalani/merayakan cinta. Sedihnya, kebanyakan  mereka yang mencantumkan dengan tinta emas di atas undangan mewah tak menghayati maknanya. Ringkasnya, ada beberapa kata kunci yang saya tangkap dari ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Min anfusikum&lt;/span&gt;, Dari jiwa-jiwa kalian. Artinya, hal pertama yang dibicarakan Al Quran tentang pernikahan dua manusia adalah kesejiwaan. Ruh itu, kata Nabi seperti tentara. Jika kode sama, sandinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyambung&lt;/span&gt;, meskipun belum saling melihat mereka pasti bersepakat. Jika tidak, ya tembak dulu, urusan belakangan. Kodenya saja sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggak nyambung sih&lt;/span&gt;. Nah, apa sih kode dan sandi untuk ruh? Komitmen kepada Allah dan agama-Nya. Itu saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Azwaajun&lt;/span&gt;. Pasangan hidup. Tak berlama-lama, sesudah kesesuaian jiwa, Al Qur'an segera mengatakan bahwa mereka menjadi suami istri. Saya tergelitik dengan pesan Dave (seorang laki-laki yang ikut dalam acara pemilihan pasangan yang dipanitiai seorang psikolog di Amerika, yang disiarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;live&lt;/span&gt; di Amerika, Dave baru mengetahui pasangannya 1 menit menjelang pernikahannya) yang mengisyaratkan kuatnya komitmen mengalahkan kekanak-kanakan jiwa, "Orang selalu berfikir", kata Dave, "Bahwa kita harus mencari pasangan yang tepat, maka hubungan akan berhasil. Aku ingin katakan, berhentilah mencari orang yang tepat, dan jadikanlah orang disamping anda yang memang hebat itu menjadi orang yang tepat!" Dave mengajari kita menjadi manusia yang lebih tinggi, manusia yang 'menjadikan', bukan sekedar 'mencari'. Dan Dave benar. Ada dua hal di dunia ini. Menikahi orang yang dicintai atau mencintai orang yang dinikahi. Yang pertama hanyalah kemungkinan. Sedangkan yang kedua adalah kewajiban.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Litaskunuu ilaihaa.&lt;/span&gt; Supaya kalian tenteram, tenang, padanya. Unik sekali. Kata hubung yang dipakai adalah huruf &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lam (li)&lt;/span&gt; yang menunjukan otomatis. Kata Allah, kalau pernikahan dimulai dari kesejiwaan, maka otomatis seorang suami akan merasakan ketentraman pada istrinya, dan seorang isteri akan merasakan ketentraman pada suaminya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lhoh, kok &lt;/span&gt;banyak rumah tangga tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sakinah&lt;/span&gt;? Mungkin karena tidak dimulai dari kesejiwaan sehingga untuk tenteram saja ikhtiarnya harus luar biasa keras. Apa sih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sakinah&lt;/span&gt; itu? Sederhananya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sakinah&lt;/span&gt; inilah yang menyebabkan pernikahan disebut separuh agama sesorang. Dengannya seorang insan bisa mengoptimalkan potensinya untuk menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Abdullah&lt;/span&gt; (hamba Allah), dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khalifah&lt;/span&gt; (pengelola nikmat-nikmatNya untuk kemaslahatan alam semesta). Tenteram karena gejolak syahwat telah menemukan saluran yang halal dan thayyib, tenang karena ada sahabat lekat yang siap mendukung perjuangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa ja'ala bainakum mawaddatan&lt;/span&gt;. Kemudian ada yang harus diproses, diupayakan, yakni &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah.&lt;/span&gt; Apa itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt;? Wah, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memang kekurangan kosakata untuk cinta. Hanya cinta dan love. Padahal bahasa Arab punya empat belas. Nah, saya membandingkan pemaknaan Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terhadap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt; dalam buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Raudhatul Muhibin &lt;/span&gt;dengan salah satu jenis cinta yang disebut Erich Fromm dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Art of Loving&lt;/span&gt; sebagai cinta yang erotis-romantis. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nah&lt;/span&gt;, ternyata bisa disejajarkan. Jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt; adalah cinta yang erotis-romantis. Bentuknya bisa ekspresi yang paling bathin sampai paling zhahir, dari yang sifatnya emosional hingga seksual. Inilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa (ja'ala bainakum) rahmatun.&lt;/span&gt; Yang harus diusahakan bukan cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt; tapi juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahmah&lt;/span&gt;. Ini juga cinta lho, bukan sekedar kasih sayang. Cinta yang bagaimana? Cinta yang seperti lagu, kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. He..he.., jadi ingat waktu TK. Inilah cinta yang memberi - bukan meminta, berkorban bukan menuntut, berinisiatif bukan menunggu, dan bersedia bukan berharap-harap. Erich Fromm menyebutnya cinta keibuan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nah,&lt;/span&gt; sekilas inilah alur perjalanan/perayaan cinta yang dituntunkan Al Qur'an. Jika kita kita mendesaian perayaan cinta dengan plot ini, tanpa bermaksud lancang pada Allah, saya berani menjamin bahwa pernikah kita bisa menemukan Bahagianya Merayakan Cinta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nah,&lt;/span&gt; kok banyak pernikahan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;error? &lt;/span&gt;Biasanya karena plotnya kacau. Pernikahan tidak dimulai dengan kesejiwaan tapi justru dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt;. Sebelum menikah sudah menikmati cinta yang erotis-romantis. Entah apa namanya. Pacaran, TTM, HTS. Semuanya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt;. Tanpa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sakinah&lt;/span&gt; apalagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahmah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Perhatian, kado, bunga, coklat, kedekatan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khalwat&lt;/span&gt;, bersentuhan, pandangan. itu semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt;. bahkan sms berisi "Bertaqwalah kepada Allah", &lt;span style="font-style: italic;"&gt;missedcall&lt;/span&gt; tahajjud, hadiah buku&amp;amp;kaset nasyid yang berjudul Jagalah Hati, dan seterusnya, itu juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt;. Bentuknya saja yang berbeda. Yang satu bunga dan coklat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;valentine&lt;/span&gt;, Yang lain buku dan kaset dakwah. tetapi sensasi yang dirasakan oleh pemberi dan penerima sebenarnya sama : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt;. Demi Allah, silahkan pasang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ECG (electro Cardiograph)&lt;/span&gt; dijantungnya dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;EEG (electro Encephalograph)&lt;/span&gt; di otaknya. Sinyal yang dihasilkan persis. Artinya sensasi yang dirasakan sama.&lt;br /&gt;Nah, hati-hatilah dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt;. Meskipun memulai dengan kesejiwaan, coba-coba mencicipi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt; sebelum dihalalkan akan mengaburkan kesejiwaan itu dan membuat segalanya berantakan. Celakalah mereka yang menikmati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt; sebelum waktunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itualah sebagian kutipan dari Salim A. Fillah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;actually&lt;/span&gt;, membaca tulisannya serasa ditampar muka ini. Di usia yang udah lewat kepala tiga ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gw&lt;/span&gt; masih aja mencari, "Ya Allah cukupkanlah pencarian ini, dan ampunilah dosa, karena sudah terlanjur mencicipi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawaddah&lt;/span&gt; (meskipun pada taraf yang ringan) belum pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;NB: Lidia, gimana udah dapat jawabannya, bersedia kan, untuk menjadi yang halal bagiku??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4780260825848551140?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4780260825848551140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4780260825848551140' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4780260825848551140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4780260825848551140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/allur-cinta-some-texts-taken-from.html' title='Alur Cinta (some texts taken from Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim, Salim A. Fillah)'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-4383357367496626346</id><published>2008-05-01T22:48:00.000+07:00</published><updated>2008-05-01T23:36:31.266+07:00</updated><title type='text'>May Day</title><content type='html'>Assalamualaikum...&lt;br /&gt;Hari ini 1 May 2008, ada kejadian menarik sih, semalam kita nonton bareng Chelsea VS Liverpool (Leg 2 Semifinal Liga Champions) di Iqra' Computer. Banyak juga yang nonton sih, sehingga seluruh bangku dan kursi yang ada di Iqra' Computer terisi penuh... sayangnya gw sih nonton cuma sampai babak I (kedudukan 1-0 buat Chelsea, sebuah gol cantik Didier Drogba mengubah skor) dan ternyata mata gak bisa diajak kompromi jadi gw putusin untuk tidu..r. Hasil akhirnya nya sih Chelsea menundukkan Liverpool dengan skor 3-2, sayang padahal gw ngejagoin Liverpool. Actually sebenarnya bukan itu yang mo gw bahas pada posting kali ini.&lt;br /&gt;Pas bangun pagi, abis subuh tidur lagi sih, gak terasa jam 8.30-an lah dan ternyata si Lia (oh ya dia itu TU di Iqra' Computer n LPK SIEC Padang Pariaman) belum datang, tanpa ada kabar, kemana sih?! dan ternyata ari ini emang Hari Libur Nasional, hal itu gw tahu setelah nanya-2 ama orangg, emang ari libur apa ya pas tanggal 1 May. Yang gw tahu 1 May itu hari May Day atau Hari Buruh Internasional, dan setahu gw lagi May Day belum ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional... setelah liat kalender ternyata Liburnya karena bertepatan dengan Hari Kenaikan Isa Almasih... Ooo..&lt;br /&gt;Gw mau bahas tentang May Day ini, berikut ada kutipan sedikit dari Wikipedia Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hari Buruh&lt;/b&gt; pada umumnya dirayakan pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Mei" title="1 Mei"&gt;1 Mei&lt;/a&gt;, dan dikenal dengan sebutan &lt;b&gt;May Day&lt;/b&gt;. Hari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buruh" title="Buruh"&gt;buruh&lt;/a&gt; ini adalah sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hari_libur&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hari libur (belum dibuat)"&gt;hari libur&lt;/a&gt; (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serikat_buruh&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Serikat buruh (belum dibuat)"&gt;serikat buruh&lt;/a&gt; untuk merayakan keberhasilan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi" title="Ekonomi"&gt;ekonomi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosial" title="Sosial"&gt;sosial&lt;/a&gt; para &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buruh" title="Buruh"&gt;buruh&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme" title="Kapitalisme"&gt;kapitalisme&lt;/a&gt; industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt;. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1806" title="1806"&gt;1806&lt;/a&gt; oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peter_McGuire&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Peter McGuire (belum dibuat)"&gt;Peter McGuire&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Matthew_Maguire&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Matthew Maguire (belum dibuat)"&gt;Matthew Maguire&lt;/a&gt;, seorang pekerja mesin dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paterson&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Paterson (belum dibuat)"&gt;Paterson&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_Jersey" title="New Jersey"&gt;New Jersey&lt;/a&gt;. Pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1872" title="1872"&gt;1872&lt;/a&gt;, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1881" title="1881"&gt;1881&lt;/a&gt;, McGuire pindah ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/St._Louis" class="mw-redirect" title="St. Louis"&gt;St. Louis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Missouri" title="Missouri"&gt;Missouri&lt;/a&gt; dan memulai untuk mengorganisasi para &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tukang_kayu&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tukang kayu (belum dibuat)"&gt;tukang kayu&lt;/a&gt;. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chicago" title="Chicago"&gt;Chicago&lt;/a&gt;, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America". Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senin" title="Senin"&gt;Senin&lt;/a&gt; Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/5_September" title="5 September"&gt;5 September&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1882" title="1882"&gt;1882&lt;/a&gt;, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_York" title="New York"&gt;New York&lt;/a&gt; dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1887" title="1887"&gt;1887&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oregon" title="Oregon"&gt;Oregon&lt;/a&gt; menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1894" title="1894"&gt;1894&lt;/a&gt;. Presider &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Grover_Cleveland" title="Grover Cleveland"&gt;Grover Cleveland&lt;/a&gt; menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/September" title="September"&gt;September&lt;/a&gt; hari libur umum resmi nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1866" title="1866"&gt;1866&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jenewa" title="Jenewa"&gt;Jenewa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Swiss" title="Swiss"&gt;Swiss&lt;/a&gt;, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres merubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1884" title="1884"&gt;1884&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Federation_of_Organized_Trades_and_Labor_Unions&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Federation of Organized Trades and Labor Unions (belum dibuat)"&gt;Federation of Organized Trades and Labor Unions&lt;/a&gt;, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanada" title="Kanada"&gt;Kanada&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1872" title="1872"&gt;1872&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.nupge.ca/news_2003/n01se03a.htm" class="external autonumber" title="http://www.nupge.ca/news_2003/n01se03a.htm" rel="nofollow"&gt;[1]&lt;/a&gt;, menuntut delapan jam kerja di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; dan diberlakukan mulai 1 Mei &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1886" title="1886"&gt;1886&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Peristiwa Haymarket&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Artikel utama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerusuhan_Haymarket" title="Kerusuhan Haymarket"&gt;Kerusuhan Haymarket&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;div class="thumb tleft"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 301px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Haymarketstation.jpg" class="image" title="Peristiwa Haymarket, Polisi menembaki para demonstran disusul dengan perlawanan dari kaum buruh."&gt;&lt;img alt="Peristiwa Haymarket, Polisi menembaki para demonstran disusul dengan perlawanan dari kaum buruh." src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/19/Haymarketstation.jpg" class="thumbimage" border="0" height="242" width="299" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Haymarketstation.jpg" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Peristiwa Haymarket, Polisi menembaki para demonstran disusul dengan perlawanan dari kaum buruh.&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Mei" title="1 Mei"&gt;1 Mei&lt;/a&gt; tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1886" title="1886"&gt;1886&lt;/a&gt;, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/4_Mei" title="4 Mei"&gt;4 Mei&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1886" title="1886"&gt;1886&lt;/a&gt;. Para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polisi" title="Polisi"&gt;Polisi&lt;/a&gt; Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati, para buruh yang meninggal dikenal sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Martir" class="mw-redirect" title="Martir"&gt;martir&lt;/a&gt;. Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai negara, juga terjadi pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Kongres_Sosialis_Dunia" id="Kongres_Sosialis_Dunia"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hari_Buruh&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" title="Sunting bagian: Kongres Sosialis Dunia"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Kongres Sosialis Dunia&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pada bulan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Juli" title="Juli"&gt;Juli&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1889" title="1889"&gt;1889&lt;/a&gt;, Kongres &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialis" class="mw-redirect" title="Sosialis"&gt;Sosialis&lt;/a&gt; Dunia yang diselenggarakan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris" title="Paris"&gt;Paris&lt;/a&gt; menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis" title="Perancis"&gt;Perancis&lt;/a&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1890" title="1890"&gt;1890&lt;/a&gt;, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan &lt;b&gt;May Day&lt;/b&gt;, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Hari_buruh_di_Indonesia" id="Hari_buruh_di_Indonesia"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hari_Buruh&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=4" title="Sunting bagian: Hari buruh di Indonesia"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Hari buruh di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 302px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mayday01a.JPG" class="image" title="Pawai Hari Buruh 1 Mei 2007 di Jakarta"&gt;&lt;img alt="Pawai Hari Buruh 1 Mei 2007 di Jakarta" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/5/5a/Mayday01a.JPG/300px-Mayday01a.JPG" class="thumbimage" border="0" height="225" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mayday01a.JPG" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Pawai Hari Buruh 1 Mei 2007 di Jakarta&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 302px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mayday04.JPG" class="image" title="Jurnalis Juga Buruh, 1 Mei 2007 di Jakarta"&gt;&lt;img alt="Jurnalis Juga Buruh, 1 Mei 2007 di Jakarta" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/8a/Mayday04.JPG/300px-Mayday04.JPG" class="thumbimage" border="0" height="225" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mayday04.JPG" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Jurnalis Juga Buruh, 1 Mei 2007 di Jakarta&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1920" title="1920"&gt;1920&lt;/a&gt; juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi sejak masa pemerintahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru" class="mw-redirect" title="Orde Baru"&gt;Orde Baru&lt;/a&gt; hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Mei" title="1 Mei"&gt;1 Mei&lt;/a&gt; bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerakan_buruh&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Gerakan buruh (belum dibuat)"&gt;gerakan buruh&lt;/a&gt; dihubungkan dengan gerakan dan paham &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunis" class="mw-redirect" title="Komunis"&gt;komunis&lt;/a&gt; yang sejak kejadian &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/G30S" class="mw-redirect" title="G30S"&gt;G30S&lt;/a&gt; pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965" title="1965"&gt;1965&lt;/a&gt; ditabukan di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subversif&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Subversif (belum dibuat)"&gt;subversif&lt;/a&gt;, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunis" class="mw-redirect" title="Komunis"&gt;komunis&lt;/a&gt;. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999" title="1999"&gt;1999&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2006" title="2006"&gt;2006&lt;/a&gt; tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori "membahayakan ketertiban umum". Yang terjadi malahan tindakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Represif&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Represif (belum dibuat)"&gt;represif&lt;/a&gt; aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="2006"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hari_Buruh&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=5" title="Sunting bagian: 2006"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Aksi May Day 2006 terjadi di berbagai kota di Indonesia, seperti di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" class="mw-redirect" title="Jakarta"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lampung" title="Lampung"&gt;Lampung&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar" title="Makassar"&gt;Makassar&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malang" title="Malang"&gt;Malang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya" class="mw-redirect" title="Surabaya"&gt;Surabaya&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan" class="mw-redirect" title="Medan"&gt;Medan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Denpasar" class="mw-redirect" title="Denpasar"&gt;Denpasar&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung" class="mw-redirect" title="Bandung"&gt;Bandung&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semarang" title="Semarang"&gt;Semarang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samarinda" class="mw-redirect" title="Samarinda"&gt;Samarinda&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manado" class="mw-redirect" title="Manado"&gt;Manado&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batam" class="mw-redirect" title="Batam"&gt;Batam&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Jakarta unjuk rasa puluhan ribu buruh terkonsentrasi di beberapa titik seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bundaran_HI&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bundaran HI (belum dibuat)"&gt;Bundaran HI&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Parkir_Timur_Senayan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Parkir Timur Senayan (belum dibuat)"&gt;Parkir Timur Senayan&lt;/a&gt;, dengan sasaran utama adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_MPR/DPR" class="mw-redirect" title="Gedung MPR/DPR"&gt;Gedung MPR/DPR&lt;/a&gt; di Jalan Gatot Subroto dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Negara" title="Istana Negara"&gt;Istana Negara&lt;/a&gt; atau Istana Kepresidenan. Selain itu, lebih dari 2.000 buruh juga beraksi di Kantor Wali Kota &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta_Utara" class="mw-redirect" title="Jakarta Utara"&gt;Jakarta Utara&lt;/a&gt;. Buruh yang tergabung dalam aksi di Jakarta datang dari sejumlah kawasan industri di Jakarta, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bogor" title="Bogor"&gt;Bogor&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Depok" title="Depok"&gt;Depok&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tangerang" title="Tangerang"&gt;Tangerang&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bekasi" title="Bekasi"&gt;Bekasi&lt;/a&gt; (Jabodetabek) yang tergabung dalam berbagai serikat atau organisasi buruh. &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0605/02/utama/2625484.htm" class="external autonumber" title="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0605/02/utama/2625484.htm" rel="nofollow"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="2007"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hari_Buruh&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=6" title="Sunting bagian: 2007"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 302px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mayday02.JPG" class="image" title="Pawai Hari Buruh 1 Mei 2007 di Jakarta"&gt;&lt;img alt="Pawai Hari Buruh 1 Mei 2007 di Jakarta" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/eb/Mayday02.JPG/300px-Mayday02.JPG" class="thumbimage" border="0" height="329" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mayday02.JPG" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Pawai Hari Buruh 1 Mei 2007 di Jakarta&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Di Jakarta, ribuan buruh, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat turun ke jalan. Berbagai titik di Jakarta dipenuhi para pengunjuk rasa, seperti Kawasan Istana Merdeka, Gedung MPR-DPR-DPD, Gedung Balai Kota dan DPRD DKI, Gedung Depnaker dan Disnaker DKI, serta Bundaran Hotel Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Yogyakarta, ratusan mahasiswa dan buruh dari berbagai elemen memenuhi Kota Yogyakarta. Simpang empat Tugu Yogya dijadikan titik awal pergerakan. Buruh dan mahasiswa berangkat dari titik simpul Tugu Yogya menuju depan Kantor Pos Yogyakarta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Solo, aksi dimulai dari Perempatan Panggung yang dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Bundaran Gladag sejauh 3 km untuk menggelar orasi lalu berbelok menuju Balaikota Surakarta yang terletak beberapa ratus meter dari Gladag. Aksi serupa juga digelar oleh dua ratusan buruh di Sukoharjo. Massa aksi tersebut mendatangi Kantor Bupati dan Kantor DPRD Sukoharjo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Bandung, para buruh melakukan aksi di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Sate" title="Gedung Sate"&gt;Gedung Sate&lt;/a&gt; dan bergerak menuju Polda Jawa Barat dan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Jawa Barat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Serang, ruas jalan menuju Pandeglang, Banten, lumpuh sejak pukul 10.00 WIB. Sekitar 10.000 buruh yang tumplek di depan Gedung DPRD Banten memblokir Jalan Palima.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Semarang, ribuan buruh berunjuk rasa secara bergelombang sejak pukul 10.00 WIB. Mengambil start di depan Masjid Baiturrahman di Kawasan Simpang Lima, Kampus Undip Pleburan, dan Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan, lalu menuju gedung DPRD Jawa Tengah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar 2 ribu buruh di kota Makassar mengawali aksinya dengan berkumpul di simpang Tol Reformasi. Dari tempat tersebut, mereka kemudian berjalan kaki menuju kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di kota Palembang, aksi buruh dipusatkan di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Sidoarjo, ratusan buruh yang melakukan aksi di Gedung DPRD Sidoarjo, Jawa Timur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ribuan buruh di Pekalongan melakukan demo mengelilingi Kota Pekalongan. Aksi dimulai dari Alun-alun Pekauman Kota Pekalongan, melewati jalur pantura di Jalan Hayam Wuruk, dan berakhir di halaman Gedung DPRD Kota Pekalongan. Longmarch dilakukan sepanjang sekitar enam kilometer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Medan, sekitar 5 ribu buruh mendatangi DPRD Sumut dan Pengadilan Negeri Medan.&lt;/p&gt;Kalau menurut gw, kehidupan para n&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-4383357367496626346?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/4383357367496626346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=4383357367496626346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4383357367496626346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/4383357367496626346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/may-day.html' title='May Day'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5596986565300902774.post-792348480523230214</id><published>2008-05-01T19:07:00.000+07:00</published><updated>2008-05-01T19:45:03.883+07:00</updated><title type='text'>Muqadimah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamualaikum Wr Wb...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah hamdan kasiiran kama amar, Asyhaduallaailaaha ilallaah, was asyhadu anna muhammaadarasulullah, ama ba'du&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kehadirat Allah Sang Raja Manusia untuk segala rahmat dan karunia yang telah diberikan, sungguh hanya dengan nikmat dan karunia-Nya hingga detik ini kita masih bisa bernafas, beraktifitas, dan berinteraksi di dunia ini. Salawat beriring salam kita mohonkan kepada Allah semoga disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan seluruh sahabatnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala 'alaihi wa ashaabuhi ajma'in, &lt;/span&gt;semoga kita selalu tetap berada di sirah yang beliau tinggalkan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amin Ya Rabbal Alamin....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Akhirnya, blog iqra4public ini bisa juga tercipta, sebenarnya proses kreatif di kepala ini sudah lama terpendam, pengen bikin blog atas nama gw (hilman..... udah kenal kan, baca aja di profil nya, OK), atleast, buat nulis apa aja yang terlintas di benak ini, sehingga semua ide baik liar, bagus atau jinak (he... kaya' binatang peliaraan ya) bisa tercurahkan. Atau bisa juga nanti buat curahan dari hasil kontemplasi, atau media menyalurkan aspirasi yang mungkin tak tersalurkan di kehidupan sehari-hari....&lt;br /&gt;sebagai muqadimah dari deretan catatan berikutnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Insya Allah&lt;/span&gt;, rasanya cukup sampai disini, Anyway, saran, ide&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;maupun kritikan yang konstruktif sangat diharapkan semoga halaman ini bermanfaat bagi segala pihak,&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5596986565300902774-792348480523230214?l=iqra4public.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iqra4public.blogspot.com/feeds/792348480523230214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5596986565300902774&amp;postID=792348480523230214' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/792348480523230214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5596986565300902774/posts/default/792348480523230214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iqra4public.blogspot.com/2008/05/muqadimah.html' title='Muqadimah'/><author><name>IQRA'</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729375118795328504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_6CqvtcRguGs/SSlJNqGivlI/AAAAAAAAAG4/bZmk7IxpuiU/S220/banner+(4+web).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
